68% Mahasiswa Informatika lelah mengerjakan tugas

Saya rasa lebih loh sebenarnya.
Mengingat setiap mata kuliah angkatan 2005 Informatika memberikan tugas yang tenggat waktunya hampir berdekatan.
Belum lagi angkatan 2004 yang memiliki mata kuliah yang memberikan tugas tiap minggu.
Juga angkatan 2003 yang mengerjakan tugas akhir.

Yang jelas angka itu sudah termasuk saya sendiri 😀 😀 😀


My Assignments Milestone : IF2281 (60%), IF2251 (80%), IF2291 (0%), IF2261 (0%), IF2253 (0%)

Deadliner. Sebuah Kajian – part I

Deadliner. Sebuah Kajian – part I (of I don’t know how many)

Diberikan sebuah pekerjaan A (untuk Assignment pada selang waktu kerja efektif T (untuk Time) dan mengetahui bahwa kemampuan pengerjaan anda pada suatu waktu t adalah F(t), sang pemberi pekerjaan IL (untuk Instructor/Leader atau IL yang lain) mengharapkan pada waktu yang ditentukan (t = T, tenggat waktu/deadline) maka pekerjaan anda telah selesai (At = 0). Better hope for it too or else.

Continue reading Deadliner. Sebuah Kajian – part I

Lagi : Surat Menyurat di Milis IF

Baru sadar ada yang aneh juga mengenai masalah surat menyurat di milis Informatika. Akhir-akhir ini unread message di Inbox mail IF tampak sering sekali menggelembung. Sekarang baru sadar penyebabnya yang ternyata agak lucu kalau dipikir-pikir.
Penyebabnya adalah karena saya masuk HMIF. /* Lho kok gitu sih???? */
Milis HMIF ([email protected]) adalah salah satu milis terramai di antara seluruh milis di IF. Dan kacaunya, biasanya seorang anggota milis yang mengirim surat ke milis HMIF juga mengirim ke milis angkatan yang lain.

hmif@students.if.itb.ac.id, if02@students.if.itb.ac.id, if03@students.if.itb.ac.id, if04@students.if.itb.ac.id, if05@students.if.itb.ac.i&#100

Itu menyebabkan saya akan menerima surat dua kali lebih banyak dari biasanya. Saya jadi agak sedikit penasaran jikalau ada anggota milis [email protected] yang bukan anggota milis angkatan yang lain. 🙂 🙂 🙂

Surat Menyurat di Milis IF: Repot?

Berawal dari Catur yang bermaksud berbagi pengalaman di milis IF mengenai bagaimana mengkompilasi program C di server semeru, saya bermaksud sedikit menambahkan saran Catur tersebut. Setelah mereply surel tersebut saya baru menyadari bahwa surel (surat elektronik) dari Catur ditujukan untuk milis mata kuliah IF2182. Seharusnya tidak ada masalah yang berarti, hanya saja kedua surat saya dan Catur ditulis menggunakan tata bahasa gaul.

Tak ayal, seperti yang sudah saya duga, terpampang sebuah surel balasan dari bu Inge yang isinya bermaksud mengkritik penggunaan tata bahasa pada surel milik saya dan Catur. Beliau memerintahkan kami berdua supaya dengan segera mengkoreksi kedua surat kami. Saya terlebih dahulu mengkoreksi surat saya. Betapa malunya ketika 2 orang teman mengirim message lewat Messenger dan SMS untuk memberitahukan tentang surat dari bu Inge tersebut. Tapi kemudian, apa boleh buat, karena agak sedikit terburu-buru untuk segera pergi ke kampus serta hati yang berdegup kencang karena surat kritik tersebut, saya segera menulis surat koreksi yang isinya menggunakan tata bahasa yang formal tapi sangat berbeda dengan surat yang saya tulis sebelumnya.

Continue reading Surat Menyurat di Milis IF: Repot?

LIBERTÉ!

Independent. That’s it what we celebrate this day. Independence Day of Indonesia.

But I really want to write a short description about independent of myself. I realize that the term independent is different from a person to another. Because of that, the term independent is really not independent, because the term itself depends on how people define it. One says being independent is doing what you like for no one could ever do opposing it. Respectively, it’s true. If someone says that it’s wrong then he/she would trespass the independency of the person who say that and that couldn’t be called as being independent itself by that person. That would do the same to the person who says it’s wrong if he/she has the exact definition of the term. 😀 😀 😀

Continue reading LIBERTÉ!

Kebodohan kah?

Diambil dari Situs Berita Rakyat Merdeka [link berita]

Menurut dia, tiga alasan yang me­la­tar­­belakangi upaya pelaporan ini, per­ta­ma, beberapa waktu lalu Nadine ter­lihat di media tengah asyik ber­ceng­kra­ma dengan Miss Israel, Anas­tacia Entin saat acara lelang barang (RM 16/7). “Itu kan mencederai umat Is­lam In­donesia yang kini tengah me­nentang agresi militer Israel kepada Le­banon,” tan­das Syarifah.

Entah apa yang mereka pikirkan pada saat itu. Hanya karena perasaan banyak orang yang belum jelas maksudnya apa, seorang duta Indonesia tidak boleh menunjukkan keramahan khas negaranya kepada negara lain. Tidak kah mereka bisa berpikir lebih dini bahwa segala bentuk keramahan belum tentu menunjukkan dukungan.

Continue reading Kebodohan kah?