Kenapa Web Standard?

Tugas besar Pemrograman Internet kali ini adalah untuk menyusun sebuah situs mirip jejaring sosial yang berisi profil-profil diri dari anggota kelompok yang terkait satu sama lain menggunakan hyperlink. Salah satu poin yang gw propose di spesifikasi tugas besar tersebut adalah Web Standard compliance.

Apa sih itu Web Standard? Web Standard adalah sebuah teknologi atau spesifikasi yang telah disusun untuk membuat atau menginterpretasikan konten berbasis web. Standar-standar ini didefinisikan terutama oleh World Wide Web Consortium. Setiap pengembang web seharusnya mengikuti standar yang telah ditetapkan tersebut. Dan untungnya Pak Riza, dosen yang bersangkutan, sangat setuju dengan adanya spesifikasi tersebut.

Kenapa sih harus ikut Web Standard?

Continue reading Kenapa Web Standard?

Kapan Manusia Bahagia? – p2

Melanjutkan catatan kecil gw di sini dan sini (yang udah diposting di sini)

Menurut sang dosen Sistem Operasi Lanjut, Pak Awang, ketika kita merasakan hidup makin menderita, maka kita makin mendekat pada penderitaan abadi. Sebaliknya, ketika kita merasakan hidup makin bahagia, maka kita makin mendekat pada kebahagiaan abadi.

Ibarat, ketika kita naik gunung, makin dekat ke puncak maka yang akan kita rasakan adalah dingin. Ketika kita mendekat kepada nyala api maka kita akan merasakan panas sebelum akhirnya terbakar saat sampai pada nyala api tersebut.

Continue reading Kapan Manusia Bahagia? – p2

Kapan Manusia Bahagia?

Pas kuliah Sistem Operasi Lanjut, sang dosen menanyakan “Kapan manusia bisa bahagia?”. Dan gw kena tunjuk.

Gw simply cuman jawab “Manusia bahagia jika manusia tidak butuh apa-apa”

Terlepas dari apa jawaban yang “benar” menurut sang dosen, I always regard the conditional “a man is happy if he needs nothing” sounds.

So far, I only find one way to happiness: to have everything. A man is happy if he has everything. The condition is still sounds as everything is the complement of nothing. A man is happy if he needs nothing which implies he has everything.

But, there are still 3 ways interpreting “to have everything” :

  1. A man could earn every atomic entity in this universe, which obviously is still impossible in every means possible.
  2. A man thinks he has everything, which implies a man who thinks he has everything is happy.
  3. A man has what he thinks is everything, which implies a man who has what he thinks is everything is happy.

The point lies in way 2 and 3 is in the word “think”. A man is just what he thinks he is.
In other words, A man is happy if he thinks he is happy in either way he thinks he has everything or he has what he thinks is everything.

Simply, if you thinks you are happy then you are happy.

Continue reading Kapan Manusia Bahagia?

Will code Java for a plate of rice

Satu lagi postingan gak jelas dari Petra.

Hari ini mengendok sendirian di labtek V. Ngerjain laporan kerja praktek yang jumlah halamannya tidak kunjung bertambah. Padahal saat kerja praktek sudah hampir selesai tapi karena judulnya nambah 3 kata, dengan idealisnya gw langsung menghapus Bab I dan Bab IV yang merupakan bagian yang paling mesti dikarang-karang. Padahal setelah gw coba ketik-ketik ulang ternyata sama-sama aja

Hubungannya sama judulnya? (perasaan post sebelumnya juga ngomongin hubungan nih…)

Ya itu, habis nginep di Labtek V (kalo malam serem banget sumpah!). Tadi pagi baru inget, dompet kosong. Kartu ATM BNI khan hilang, lagi mau diurus. Buku tabungan sih bawa. Tapi ini hari Minggu.

Lapeerrr……..

Kira-kira ngapain ya biar bisa dapet makanan……

UPDATE

Akhirnya….. Mas Ade (tukang nasi goreng depan kosan) rela hati untuk memberi utangan 2 piring nasi goreng.

Duh…. lezatnya memang makanan di saat kelaparan….

Budi baikmu tak akan kulupakan, Mas. Nanti kalau mau bikin Sistem Informasi Penjualan Nasi Goreng, saya bikin deh, Mas. Gratis! Plus support dan maintenance selama setahun!

Ah, kenyang juga akhirnya

Emang yang paling top, dah!

Sistem Administrasi Sekolah DKI Jakarta

Pagi ini saya kembali ke almamater saya, sebuah sekolah menengah tinggi di Jakarta. Rencana ingin bertemu dengan para guru yang telah mengajar saya, ingin bercanda melepas rindu dan mengingat kembali kenangan-kenangan mengajar saya yang terkenal bandel dulu ^_^.
Akan tetapi saat saya kembali ke sana, ternyata berbeda dengan jaman saya dulu di SMA, hampir tidak ada guru yang ada di ruangan guru. Mereka semua berada di ruang MGMP.
Sesampai di ruang MGMP, nampak guru-guru dengan wajah serius berhadapan dengan komputer.

Apa yang mereka lakukan?

Ternyata mereka sedang mengentry data. Tampak serius sekali mengentry data. Tidak ada raut canda tawa di wajah mereka. Wajah guru-guru SMA yang saya kenal selama ini. Ketika saya masih menjadi alumni baru, mereka dengan senang hati menerima saya dan mengajak saya untuk bercanda tawa. Tapi sekarang tampak di wajah mereka rasa lelah untuk mengentry data tersebut.
Guru-guru saya yang dulu senang berkumpul bersama bercanda tawa ria, sekarang masing-masing menginput data. Kalau tidak saya menegur duluan, mungkin saya akan diacuhkan seolah-olah mereka hanya mementingkan data di depan mereka. Saya berjalan-jalan ke luar menunggu guru yang selesai mengajar, siapa tahu selesai mengajar ada kesempatan untuk berbincang-bincang. Akan tetapi beberapa guru yang saya sapa langsung pergi ke ruang MGMP untuk mengentry data.

Lama-lama penasaran. Entry data apa sih?

Saya mengamati alamat situs tempat mereka mengentry data.

Sistem Administrasi Sekolah

Continue reading Sistem Administrasi Sekolah DKI Jakarta

Ntahpapa Bangsa Ini

Habis blogwalking dan ketemu artikel yang bagus, begini kutipannya

AYAT-AYAT CINTA secara vulgar menyatakan seorang wanita Mesir beragama Kristen mau pindah agama Islam (baca : mualaf) dan rela menjadi istri kedua (poligami) dengan seorang mahasiswa Indonesia gara-gara dia hafal betul ayat-ayat Mariam di Al Quran. Adakah realita disini?

FITNA secara terang-terangan menyatakan kalau Islam adalah agama teroris dengan bukti-bukti ayat-ayat Al Quran dan rekaman-rekaman gambar sebagai bukti. Adakah realita disini?

DA VINCI CODE jelas-jelas menyatakan Yesus menikahi Maria Magdalena dan mempunyai keturunan. Dan keturunannya saat ini ada diantara kita. Adakah realita disini?

Ayat-Ayat Cinta disanjung-sanjung. Konon yang menonton sudah 3 juta orang. Fitna didemonstrasi dimana-mana. Bendera Belanda dibakar disana-sini. Da Vinci Code adem ayem saja diputar di Indonesia. Bahkan Novelnya diterbitkan oleh sebuah penerbit Islam. Adakah propaganda disini?

Link

Pengen ngakak sih ngebacanya.

Mengingat hanya sebuah film berdurasi belasan menit karya seseorang yang ingin mengekspresikan pendapatnya bisa membuat Youtube dkk diblok di sebuah bangsa, kok rasanya jadi malu sama bangsa ini, ya. Ketika sebuah kreatifitas dibalas dengan tangan besi yang menyebabkan banyak orang yang tidak terlibat jadi dirugikan.

Bener-bener gak bangga jadi orang Indonesia. Malu, saya!

Haruskah kita jadi orang yang hanya ingin mendengar apa yang kita ingin dengar saja?
Haruskah kita jadi orang yang hanya bisa mencerna sesuatu tanpa bisa memfilternya secara inisiatif?

Bener-bener gak dewasa orang bangsa ini kutengok, ntahpapa!

Tugas Kuliah : Bersahaja atau berlebihan?

Sebuah pilihan yang sering kali dihadapi para mahasiswa Informatika kalau sudah diberi tugas kuliah. Mau mengerjakannya bersahaja atau berlebihan? Mengerjakan tugas secara bersahaja adalah mengerjakan tugas kuliah benar-benar sesuai spesifikasi wajib. Sedangkan mengerjakan tugas berlebihan itu mengerjakan tugas kuliah sesuai spesifikasi wajib ditambah spesifikasi bonus dan ditambah spesifikasi lain yang nambah-sendiri-seenaknya-jidatnya-aja. Berlebihan berbeda dengan perfeksionis. Perfeksionis tidak harus berlebihan, bahkan bisa bersahaja 😛 Hanya saja yang perfeksionis semuanya harus dikerjakan sebenar mungkin sampai sedetail mungkin (ampe margin-margin sama styling di dokumentasi diperatiin bener-bener). Pokoknya sempurna, mau bersahaja atau berlebihan 😛

Ada beberapa hal yang menyebabkan mahasiswa mengerjakan tugas secara bersahaja
Continue reading Tugas Kuliah : Bersahaja atau berlebihan?