Will code Java for a plate of rice

Satu lagi postingan gak jelas dari Petra.

Hari ini mengendok sendirian di labtek V. Ngerjain laporan kerja praktek yang jumlah halamannya tidak kunjung bertambah. Padahal saat kerja praktek sudah hampir selesai tapi karena judulnya nambah 3 kata, dengan idealisnya gw langsung menghapus Bab I dan Bab IV yang merupakan bagian yang paling mesti dikarang-karang. Padahal setelah gw coba ketik-ketik ulang ternyata sama-sama aja

Hubungannya sama judulnya? (perasaan post sebelumnya juga ngomongin hubungan nih…)

Ya itu, habis nginep di Labtek V (kalo malam serem banget sumpah!). Tadi pagi baru inget, dompet kosong. Kartu ATM BNI khan hilang, lagi mau diurus. Buku tabungan sih bawa. Tapi ini hari Minggu.

Lapeerrr……..

Kira-kira ngapain ya biar bisa dapet makanan……

UPDATE

Akhirnya….. Mas Ade (tukang nasi goreng depan kosan) rela hati untuk memberi utangan 2 piring nasi goreng.

Duh…. lezatnya memang makanan di saat kelaparan….

Budi baikmu tak akan kulupakan, Mas. Nanti kalau mau bikin Sistem Informasi Penjualan Nasi Goreng, saya bikin deh, Mas. Gratis! Plus support dan maintenance selama setahun!

Ah, kenyang juga akhirnya

Emang yang paling top, dah!

Sistem Administrasi Sekolah DKI Jakarta

Pagi ini saya kembali ke almamater saya, sebuah sekolah menengah tinggi di Jakarta. Rencana ingin bertemu dengan para guru yang telah mengajar saya, ingin bercanda melepas rindu dan mengingat kembali kenangan-kenangan mengajar saya yang terkenal bandel dulu ^_^.
Akan tetapi saat saya kembali ke sana, ternyata berbeda dengan jaman saya dulu di SMA, hampir tidak ada guru yang ada di ruangan guru. Mereka semua berada di ruang MGMP.
Sesampai di ruang MGMP, nampak guru-guru dengan wajah serius berhadapan dengan komputer.

Apa yang mereka lakukan?

Ternyata mereka sedang mengentry data. Tampak serius sekali mengentry data. Tidak ada raut canda tawa di wajah mereka. Wajah guru-guru SMA yang saya kenal selama ini. Ketika saya masih menjadi alumni baru, mereka dengan senang hati menerima saya dan mengajak saya untuk bercanda tawa. Tapi sekarang tampak di wajah mereka rasa lelah untuk mengentry data tersebut.
Guru-guru saya yang dulu senang berkumpul bersama bercanda tawa ria, sekarang masing-masing menginput data. Kalau tidak saya menegur duluan, mungkin saya akan diacuhkan seolah-olah mereka hanya mementingkan data di depan mereka. Saya berjalan-jalan ke luar menunggu guru yang selesai mengajar, siapa tahu selesai mengajar ada kesempatan untuk berbincang-bincang. Akan tetapi beberapa guru yang saya sapa langsung pergi ke ruang MGMP untuk mengentry data.

Lama-lama penasaran. Entry data apa sih?

Saya mengamati alamat situs tempat mereka mengentry data.

Sistem Administrasi Sekolah

Continue reading Sistem Administrasi Sekolah DKI Jakarta

Ntahpapa Bangsa Ini

Habis blogwalking dan ketemu artikel yang bagus, begini kutipannya

AYAT-AYAT CINTA secara vulgar menyatakan seorang wanita Mesir beragama Kristen mau pindah agama Islam (baca : mualaf) dan rela menjadi istri kedua (poligami) dengan seorang mahasiswa Indonesia gara-gara dia hafal betul ayat-ayat Mariam di Al Quran. Adakah realita disini?

FITNA secara terang-terangan menyatakan kalau Islam adalah agama teroris dengan bukti-bukti ayat-ayat Al Quran dan rekaman-rekaman gambar sebagai bukti. Adakah realita disini?

DA VINCI CODE jelas-jelas menyatakan Yesus menikahi Maria Magdalena dan mempunyai keturunan. Dan keturunannya saat ini ada diantara kita. Adakah realita disini?

Ayat-Ayat Cinta disanjung-sanjung. Konon yang menonton sudah 3 juta orang. Fitna didemonstrasi dimana-mana. Bendera Belanda dibakar disana-sini. Da Vinci Code adem ayem saja diputar di Indonesia. Bahkan Novelnya diterbitkan oleh sebuah penerbit Islam. Adakah propaganda disini?

Link

Pengen ngakak sih ngebacanya.

Mengingat hanya sebuah film berdurasi belasan menit karya seseorang yang ingin mengekspresikan pendapatnya bisa membuat Youtube dkk diblok di sebuah bangsa, kok rasanya jadi malu sama bangsa ini, ya. Ketika sebuah kreatifitas dibalas dengan tangan besi yang menyebabkan banyak orang yang tidak terlibat jadi dirugikan.

Bener-bener gak bangga jadi orang Indonesia. Malu, saya!

Haruskah kita jadi orang yang hanya ingin mendengar apa yang kita ingin dengar saja?
Haruskah kita jadi orang yang hanya bisa mencerna sesuatu tanpa bisa memfilternya secara inisiatif?

Bener-bener gak dewasa orang bangsa ini kutengok, ntahpapa!

Tugas Kuliah : Bersahaja atau berlebihan?

Sebuah pilihan yang sering kali dihadapi para mahasiswa Informatika kalau sudah diberi tugas kuliah. Mau mengerjakannya bersahaja atau berlebihan? Mengerjakan tugas secara bersahaja adalah mengerjakan tugas kuliah benar-benar sesuai spesifikasi wajib. Sedangkan mengerjakan tugas berlebihan itu mengerjakan tugas kuliah sesuai spesifikasi wajib ditambah spesifikasi bonus dan ditambah spesifikasi lain yang nambah-sendiri-seenaknya-jidatnya-aja. Berlebihan berbeda dengan perfeksionis. Perfeksionis tidak harus berlebihan, bahkan bisa bersahaja 😛 Hanya saja yang perfeksionis semuanya harus dikerjakan sebenar mungkin sampai sedetail mungkin (ampe margin-margin sama styling di dokumentasi diperatiin bener-bener). Pokoknya sempurna, mau bersahaja atau berlebihan 😛

Ada beberapa hal yang menyebabkan mahasiswa mengerjakan tugas secara bersahaja
Continue reading Tugas Kuliah : Bersahaja atau berlebihan?

Losing Fat and Bad Mood

Well, actually I’ve really never given a damn about this. I did have this one as my resolution this year. But I really never gave a damn until a session with internist makes me give damn thing about it. For the sake of longering my lifespan and fixing my figure (which i really don’t give damn thing about), apparently I have the need to lose my fat

That’s why when I was still in the hospital, the nurses took the initiative to arrange a session with a dietitian.
And he did give me a list what I should eat and what I shouldn’t. In addition, how much I have to eat.

I still don’t get used to this daily menu he gave me. Please forgive me if I encounter one of you with a very bad mood. Hopefully I will get used to it

Propaganda

Ngeliat dari milis Agenda Ganesha

Assalamualaikum!
Salam Ganesha!

Alhamdulillah, kemarin Sabtu, 16 Februari 2008 satu tim gabungan dari Kabinet KM ITB dan Majalah Ganesha ITB telah melaksanakan kunjungan ke keluarga Pak Slamet, pedagang tahu goreng yang bunuh diri di Kampung Cimendang, Pandeglang. Dari hasil dialog kami dengan keluarganya, ternyata Pak Slamet sudah lama ‘bosan hidup’. Mmh, ya iyalah, gimana ga bosen hidup, sementara harga naik terus, tapi pendapatannya ga nambah.

Setelah sebelumnya kami menggalang dana selama 2 hari (14-15 Februari), kami memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut. Yah, memang tidak signifikan, toh anaknya sudah mendapatkan beasiswa dari SD-nya (FYI, Pak Slamet tidak suka anaknya diberi beasiswa). Tapi seenggaknya kami berbuat lebih dari sekedar pemimpin nasional yang pinter buat lagu atau bisnis, atau sibuk menggalang dana buat pemilu dengan modus:
– Korupsi Dana BLBI
– Kenaikan tunjangan DPR
– ah, udahlah, makin sakit hati aja…

Follow up dari gerakan ini adalah menuliskan reportase perjalanan kami ke Media Massa dan Sosialisasi ke massa kampus.

Sed Magis Amica Veritas
Kami Cinta Kebenaran!
Kami Cinta Keadilan!
Kami Cinta Indonesia!

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater!
Wassalamualaikum!

Continue reading Propaganda

HARI GINI MASIH BELAJAR DFD? KAPAN MAJUNYA?

Ketika berjalan-jalan di jalan Sumur Bandung, gw melihat banner ini.

dfd

Seperti tertulis di banner “HARI GINI MASIH BELAJAR DFD? KAPAN MAJUNYA?
Di sebelah kirinya terpampang logo sebuah sekolah tinggi. Dan di sebelah kanannya terpampang logo yang sangat familiar: UML dan Java.

Entah kapan banner tersebut dipasang.
But somehow that thing pissed me off……
Continue reading HARI GINI MASIH BELAJAR DFD? KAPAN MAJUNYA?

Dari Astronom Asal Indonesia Temukan Planet Sampai Apakah Tuhan Itu Ada

Mungkin beberapa orang ngerti ini maksud judulnya apa. Yah, ini itu sekadar ngasih liat gimana prilaku peserta milis ITB. Dimulai dari seseorang yang mengutip berita tentang astronom asal Indonesia yang terlibat dalam penemuan planet (link terkait). Kemudian beberapa balasan berisi pujian prestasi astronom tersebut. Sampai akhirnya sebuah post pemicu yang berisi

sebenarnya sebelum orang ini menemukan planet, Tuhan yang menciptakannya lebih dulu

dibales

Baru tahu ni yee, pencipta planet itu Tuhan

terus dibales

Dengan asumsi bahwa Tuhan itu ada.

terus dibales lagi

bisa kasi satu bukti saja bahwa Tuhan tidak ada?

terus terus dibales lagi

Nanti aku kasih buktinya setelah kamu kasih bukti kalau Tuhan itu ada.

yang kemudian pembicaraan menyebar kemana-mana…… contohnya seperti

Pembuktian bahwa tuhan bisa nyetak pcb dari pohon jarak?” (yang dibales “Ini pakai Protel versi berapa?” ) *sigh*

atau gak yang paling hangat
Contoh, di Aceh, Mesjid yang selamat terkena tsunami adalah bukti adanya Tuhan
yang balesannya macem-macem… tapi yang paling lucu
bukti bahwa Tuhan ternyata lebih mencintai bangunan masjid daripada ratusan ribu nyawa umatNya?” *sigh*
bukan, itu bukti bahwa itu masjid konstruksinya bagus rancangan anak sipil itb kah?
Mungkin perlu diusulkan untuk membuat mesjid2x juga sebagai shelter atau bangunan proteksi di daerah-daerah yg rawan tsunami. Seperti jepang, banglades dan daerah jangkauan tsunami.
sampe ada yang bales rada kocak ngebales dengan yang katanya fungsi membuktikan Tuhan itu ada

Private Cek_Tuhan
	Call Tsunami
	If mesjid=tegak then Tuhan=true
	Else Tuhan=False
	End if
	Msgbox "Tuhan =" Tuhan
End

terus sampe bawa-bawa agama-agama yang bisa dibahas, terus mempertanyakan atheisme, agnostik, theisme, dll……

yah, gitu lah alumni-alumni ITB…….. sepertinya berat memang menyandang gelar sebagai Alumni ITB *sigh*

dan yang menjadi kritik saya adalah sebagai berikut
Continue reading Dari Astronom Asal Indonesia Temukan Planet Sampai Apakah Tuhan Itu Ada

Haruskah perfeksionis?

Perfeksionis atau perfectionism menurut Merriam-Webster Dictionary adalah

1 a: the doctrine that the perfection of moral character constitutes a person’s highest good b: the theological doctrine that a state of freedom from sin is attainable on earth
2: a disposition to regard anything short of perfection as unacceptable

Berikut sebuah artikel keluaran tahun 2005 tentang perfeksionisme. The Pitfalls of Perfectionism

Menurut artikel tersebut ada tiga jenis orang perfeksionis

  1. Orang yang tidak pernah puas akan kemampuan dirinya.
  2. Orang yang selalu ingin terlihat sempurna di depan dunia.
  3. Orang yang memaksakan standar tingginya kepada orang lain

Continue reading Haruskah perfeksionis?

Perilaku Mendominasi Kuliah

Oke, kuliah IF3191 Sistem Operasi hari ini resmi didominasi oleh satu orang. Dari mulai jam 7.28 sampai dengan jam 8.40, benar-benar didominasi oleh satu orang. Saya yakin orang yang saya sebutkan lambat laun akan menyadari post ini. Dan saya memang terlalu malas untuk menegur beliau.

Dari dulu perilaku beliau itu agak menyebalkan, seperti membuat dosen gak mood ngajar, membuat kelas garing, memanjang-manjangkan topik yang out of topic yang dilontarkan dosen.

Sebagai contoh ketika kuliah IF3171, Mr. M mengeluarkan sebuah candaan
Mr M : Kalau kita lihat logo ITB sekarang. Huruf pertama menyatakan, anak ITB masuk itu pintar-pintar. Huruf kedua, di ITB anak ITB itu jadi kurus-kurus. Huruf ketiga, keluar dari ITB, jadi buncit-buncit
Peserta kuliah : (cekikikan….)
beliau : gak setuju, Pak! bla bla bla (thanks buat ralat dari Reisha, dan selanjutnya tuh pokoknya candaannya didebat aja)
(langsung jadi garing)

Okay, itu agak sedikit berlebihan memang. Tapi hari ini tuh beliau benar-benar menyebalkan!

Dimulai dari pertanyaan nomor 1 UTS IF3191 tentang process scheduling. Mengapa beliau menanyakan tentang arti round robin process scheduling dan diagram process scheduling yang jelas-jelas ada di buku dan sudah pernah disinggung di kuliah. Udah gitu kenapa banyak menanyakan hal-hal yang gak penting yang sebenarnya sudah terlalu obvious. Dan ternyata yang ditanyakan tidak hanya nomor 1, tapi berlanjut pada nomor-nomor lain yang jawabannya sudah jelas ada di buku dan tertulis di soal. Masak menanyakan kenapa sebuah memory address pada sebuah sistem memory paging 2 level harus dibagi menjadi 3 bagian : page table 1, page table 2, dan page offset? Dan masak menanyakan besarnya memory merupakan 2 berpangkat dari satu bagian dari memory address? Kemudian menanyakan 2 buah tabel pada soal mengenai Resource Deadlock yang jelas-jelas di buku dinyatakan satunya sebagai tabel available resource dan satunya sebagai tabel used resource? (Please dong… Masak mau ujian gak baca buku, sih?)

Untung sang dosen IF3191 ini sangat baik mau mengajari ulang. Tapi terkesan menyuapi, jadinya. Saya gak menyalahkan sang dosen. Apalagi sang dosen tersebut adalah salah satu dosen favorit saya di IF ^_^ karena saya merasa sang dosen sangat skillful serta mampu mengajarkan dan menjelaskan sebuah materi. Terima kasih karena Bapak sudah mau sabar. Salutlah untuk dosen kita yang satu ini ^_^

Dan saya juga gak mengejek kemampuan beliau dalam mencerna kuliah. Dengan ini saya memang terlihat sangat jahat. Saya hanya ingin mengatakan di blog ini apa pun konsekuensinya, Peserta kuliah ini bukan anda saja, Nona!

Kalau ingin bertanya secara pribadi mengenai materi kuliah, mohon ditanyakan di luar kelas!! Kalau bisa mohon dipikir dulu apa yang mau ditanyakan, ya! Berbelas kasihan lah pada sang dosen….