Kala Mahasiswa ITB nyasar (lagi) di UI – part 2

Deta
Deta

Lanjutan dari postingan yang kemaren.

Sebelum gw membahas gedung-gedung apa saja di UI Depok, gw pengen membahas hal yang menarik di kemahasiswaan UI. Kebetulan saat itu gw dipandu oleh seorang tour guide yang merupakan temen sekelas adek gw di SMA dulu. Panggilannya Deta,  jurusan Teknik Industri angkatan 2007. Foto ada di sebelah. Yang mau kenalan bisa lewat gw 😛 (nah tuh, Det, biar enteng jodoh lo, gw pajang foto lo di sini)

Kebetulan yang bersangkutan pas itu lagi jaga stand di acara pendaftaran ulang calon mahasiswa UI. Acara daftar ulangnya kira-kira sama kayak di daftar ulang USM ITB yang diadakan pada hari yang sama (karena disengaja bertepatan dengan SPMB atau SMPTN sebutannya sekarang). Standar lah mahasiswa, seperti di ITB juga, kesempatan ini dimanfaatkan untuk jualan mengorek-ngorek uang orang tua calon mahasiswa untuk kebutuhan organisasinya hehe.

Meski sepertinya yang bersangkutan agak sedikit sibuk, gw culik aja daripada gw nyasar keliling UI. Hehehe.
Continue reading Kala Mahasiswa ITB nyasar (lagi) di UI – part 2

Membuat Compiler/Interpreter Bahasa Sendiri

Seringkali di sebuah domain persoalan kita membutuhkan sebuah perangkat pemrograman untuk menyelesaikan masalah. Berbeda dengan general purpose programming language seperti Java, C, C++, dan lain-lain, ada beberapa bahasa pemrograman yang diciptakan hanya untuk dipakai pada permasalahan tertentu. Bahasa seperti ini disebut DSL atau Domain specific language. Untuk membuat bahasa-bahasa baru seperti ini dibutuhkan kemampuan untuk membuat compiler atau interpreter bahasa tersebut.

Pak Joe baru merilis sebuah tutorial sederhana bagaimana membuat compiler atau interpreter untuk sebuah bahasa pemrograman. Tutorial bisa dibaca di sini. Sejauh yang saya baca, tutorialnya cukup sederhana tapi lumayan komprehensif: mengenalkan kita kepada konsep parsing, abstract syntax tree, assembly, dan lain-lain.

Well, kebetulan saya gak sempat ngambil mata kuliah Teknik Kompilasi, tapi menurut saya ini cukup berguna buat pengenalan awal.

Happy Birthday, PHP!

Ngeliat status di page PHP di Facebook, hari ini PHP berulang tahun ke 14. Sebenernya ultahnya tanggal 8 Juni, sekarang udah 9 Juni, tapi mari kita hormati waktu di benua bagian barat sana. Hehehe.

PHP adalah bahasa pemrograman web yang paling populer di dunia. At least itu menurut gw. Dan PHP adalah bahasa pemrograman web yang pertama kali gw kenal.

Gimana sih gw bisa kenal sama PHP?

Pertama kali gw kenal PHP itu di bangku SMA. Yup, seperti yang gw bilang di post ini, masa SMA adalah saat di mana gw mulai menekuni ilmu komputer. Sebelumnya gw emang pernah kenal Pascal di SD, QBasic, x86 assembly, Visual Basic, dan Java di bangku SMP. Tapi anehnya gw gak pernah setertarik itu sebelum di SMA.

Continue reading Happy Birthday, PHP!

Car Free Day – Fun all day ^_^

Dua hari yang lalu pemerintah kota Bandung mengadakan Car Free Day. Well, penjelasan yang rada teknis bisa dibaca di sini. In fact, gw sebenernya gak terlalu peduli sama Car Free Day-nya. Tapi hari itu bener-bener menyenangkan buat gw.

Sore hari sebelum itu, lagi di lab programming tiba-tiba Abie dateng ngajakin hunting foto. Minta diajarin fotografi padahal gwnya juga gak terlalu bisa, hehehe. Dan gw juga abis itu ngajakin bu Felice juga buat ikutan dateng.
Continue reading Car Free Day – Fun all day ^_^

23.59

23.59

Adalah sebuah waktu yang sepertinya sangat penting di Labtek V (sampe sekarang gak rela manggil Benny-something). Dari jaman dulu (jaman gw TPB at least) yang namanya deadline tugas itu hampir selalu jam 23.59.

Semester lalu deadline banyak yang dijadikan jam 17.00 karena masalah keamanan dan larangan untuk berada di kampus pada malam hari. Tapi sekarang sepertinya sudah mulai kembali menjadi jam 23.59.

Kenapa sih harus jam 23.59?

Continue reading 23.59

Meninggalnya Mahasiswa ITB

Kemarin ada kabar dukacita lain selain kabar pak Farid yang telah dipanggil Tuhan, (padahal beberapa hari yang lalu sempat liat dan masih terlihat sehat-sehat). Ada mahasiswa ITB yang meninggal dunia pada saat pembinaan IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi). Ternyata sudah masuk ke berita di televisi. Setelah cari-cari berita dari mahasiswa ITB, eh gw dapet sedikit pencerahan dari blognya si Nanto (ketua HMIF).

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.

sepertinya kejadiannya seperti yang diceritakan di atas. Kalo ngeliat di beberapa media sepertinya pandangan masyarakat terhadap ospek di ITB makin buruk dan mulai banyak provokasi di sana-sini. Bener-bener saat-saat yang berat buat rekan-rekan di IMG.

Yah, well, semoga bisa diambil hikmahnya.