Hari

In Response To This Post.

Saya pernah bermusuhan dengan banyak yang bernama Hari.
Saya pernah dikecewakan dengan salah satu Hari. Sungguh bukan main rasa sakit hati yang ia berikan kepada saya.

Kemudian saat silih berganti temannya tiba…
Ketika mereka datang, saya tidak pernah memberi sambutan.
Ketika mereka hadir, saya tidak pernah mempedulikan.
Ketika mereka pergi, saya tidak menyesal memusuhi.

Namun suatu saat saya sadar tidak boleh bermusuhan dengann mereka. Saat itu adalah saat seorang Hari hadir membawa cambuk kecil, memperingatkan, dan berkata bahwa akan tiba saatnya di mana temannya akan datang membawa hukuman yang sangat berat kalau saya terus seperti itu. Kemudian datanglah satu per satu HariHari lain yang senantiasa mencambuk saya untuk mau berbaikan dengannya.

Akhirnya tiba seorang Hari yang ditunggu-tunggu untuk menentukan nasib saya.Hari yang satu itu benar-benar menakutkan. Tapi setelah lewat saatnya dan setelah indah kenangan yang ditinggalkannya, saya tahu saya akan merindukan mereka.
Susah untuk berhenti berterima kasih kepada Harihari yang sudah menemani perjuangan.

Dan besok akan datang Hari yang berbeda.
Yang membawa cambuk lebih besar, beban pikul yang lebih berat, dan duri yang lebih tajam.

Ada saatnya ketika banyak dari mereka membuat kita kecewa. Pasti ada saatnya kita bermusuhan kembali dengan mereka.

Tapi  saya sangat yakin kalau pada akhirnya ketika sudah lewat waktu bersama dengannya,
rasanya memang sangat bahagia karena tau sebenarnya setiap Hari pasti menyayangi kita.

Tetap semangat!

Kala Mahasiswa ITB nyasar (lagi) di UI – part 2

Deta
Deta

Lanjutan dari postingan yang kemaren.

Sebelum gw membahas gedung-gedung apa saja di UI Depok, gw pengen membahas hal yang menarik di kemahasiswaan UI. Kebetulan saat itu gw dipandu oleh seorang tour guide yang merupakan temen sekelas adek gw di SMA dulu. Panggilannya Deta,  jurusan Teknik Industri angkatan 2007. Foto ada di sebelah. Yang mau kenalan bisa lewat gw 😛 (nah tuh, Det, biar enteng jodoh lo, gw pajang foto lo di sini)

Kebetulan yang bersangkutan pas itu lagi jaga stand di acara pendaftaran ulang calon mahasiswa UI. Acara daftar ulangnya kira-kira sama kayak di daftar ulang USM ITB yang diadakan pada hari yang sama (karena disengaja bertepatan dengan SPMB atau SMPTN sebutannya sekarang). Standar lah mahasiswa, seperti di ITB juga, kesempatan ini dimanfaatkan untuk jualan mengorek-ngorek uang orang tua calon mahasiswa untuk kebutuhan organisasinya hehe.

Meski sepertinya yang bersangkutan agak sedikit sibuk, gw culik aja daripada gw nyasar keliling UI. Hehehe.
Continue reading Kala Mahasiswa ITB nyasar (lagi) di UI – part 2

Membuat Compiler/Interpreter Bahasa Sendiri

Seringkali di sebuah domain persoalan kita membutuhkan sebuah perangkat pemrograman untuk menyelesaikan masalah. Berbeda dengan general purpose programming language seperti Java, C, C++, dan lain-lain, ada beberapa bahasa pemrograman yang diciptakan hanya untuk dipakai pada permasalahan tertentu. Bahasa seperti ini disebut DSL atau Domain specific language. Untuk membuat bahasa-bahasa baru seperti ini dibutuhkan kemampuan untuk membuat compiler atau interpreter bahasa tersebut.

Pak Joe baru merilis sebuah tutorial sederhana bagaimana membuat compiler atau interpreter untuk sebuah bahasa pemrograman. Tutorial bisa dibaca di sini. Sejauh yang saya baca, tutorialnya cukup sederhana tapi lumayan komprehensif: mengenalkan kita kepada konsep parsing, abstract syntax tree, assembly, dan lain-lain.

Well, kebetulan saya gak sempat ngambil mata kuliah Teknik Kompilasi, tapi menurut saya ini cukup berguna buat pengenalan awal.

Happy Birthday, PHP!

Ngeliat status di page PHP di Facebook, hari ini PHP berulang tahun ke 14. Sebenernya ultahnya tanggal 8 Juni, sekarang udah 9 Juni, tapi mari kita hormati waktu di benua bagian barat sana. Hehehe.

PHP adalah bahasa pemrograman web yang paling populer di dunia. At least itu menurut gw. Dan PHP adalah bahasa pemrograman web yang pertama kali gw kenal.

Gimana sih gw bisa kenal sama PHP?

Pertama kali gw kenal PHP itu di bangku SMA. Yup, seperti yang gw bilang di post ini, masa SMA adalah saat di mana gw mulai menekuni ilmu komputer. Sebelumnya gw emang pernah kenal Pascal di SD, QBasic, x86 assembly, Visual Basic, dan Java di bangku SMP. Tapi anehnya gw gak pernah setertarik itu sebelum di SMA.

Continue reading Happy Birthday, PHP!