Dengan ini, sejam lagi, berakhirlah seminggu kerja ini yang tidak diisi kerjaan sama sekali.
Hari pertama, nunggu engineer dari vendor yang gak dateng-dateng. Gak ada kerjaan yang sifatnya produktif.
Hari kedua, sama-sama aja. Orang yang ditunggu, engineer dari vendornya, sebenarnya udah datang. Tapi tujuan utamanya bukan untuk melayani pertanyaan gw, melainkan karena ada sedikit permasalahan yang rada pelik yang ingin ditanyakan (meski gw masih belum fasih, tapi secara informatika, gw cukup mengerti bahwa persoalannya rada pelik, sih, emang). Akhirnya sampai pulang pun, permasalahannya masih belom terpecahkan.
Engineer dari vendornya itu orang China asli. Masih muda. Jadi kebayang kalau gw jadi engineer dari sebuah perusahaan manufaktur peralatan telekomunikasi atau entah apa itu. Bakal dikirim ke luar negeri buat mensupport client yang udah membeli peralatan kita yang harganya udah bermilyar-milyar rupiah. Wew, entah menyenangkan atau enggak sih ya.
Lucu banget ngeliat diskusi antara engineer Indosat dengan sang expatriat. Bicara bahasa Inggris yang dua-duanya rada belepotan. Tapi entah kenapa kok satu sama lain nyambung…. *sigh*
Continue reading →