Pantun Pensil

Kemarin di komunitas PlurkIndonesia (betul, Plurk masih ada kok), ada yang iseng ngadain kuis bikin pantun berhadiah voucher pulsa. Sesuai namanya, kuisnya ya membuat pantun segombal mungkin dengan tema “Pensil” dan ditujukan buat si donatur voucher pulsa. Saya iseng ngepost banyak sekali pantun. Dan untungnya menang, haha.

Berikut adalah pantun-pantun yang saya submit (dan sudah saya rapikan).

pensil kayu warnanya merah
ujungnya tajam layaknya jangka
nona kemayu janganlah marah
abang pandang karenalah suka

hijau kelabu pensil berwarna
dipakai gambar indahnya puspa
merasuk kalbu wajah adinda
selalu berdebar setiap berjumpa

kertas putih bingkainya jingga
hitam tipis pensil sebelahnya
sudah letih hati menduga
nona manis adakah yang punya

pensil hilang pulpen gantinya
susah diralat jangan tersilap
merindu abang kepada adinda
apalah dibuat agar terlelap

beli pensil ke toko buku
tokonya harum semoga kan laku
nona usil mencuri hatiku
haruslah dihukum jadi pacarku

adalah pensil samping serutan
siap diguna melukis seroja
rasanya ganjil tiada tertahan
melihat nona sendirian saja

pensil hijau warnanya menawan
harganya mahal tiada terperi
wahai dikau nona rupawan
murah amal budi berseri

pensil warna habis semuanya
urungkan niat jangan berduka
biarlah nona ada empunya
namanya juga abang usaha

Thread Plurk aslinya bisa dilihat di sini.

Agak ironis memang mengingat seumur hidup gw gak pernah punya pacar. Hahaha.

**Tambahan 18 April**

Ada yang iseng tadi membalas pantun bait pertama di atas, dan gw balas lagi 😛

B:
pensil kayu warnanya merah
dipakai buyung melukis kembang
adik lucu tidaklah marah
adik bingung tingkahnya abang

A:
pensil merah penghapus sebongkah
dipakai mewarna segaris markah
taklah mudah ini diri bertingkah
terjebak pesona indah merekah

Sepantun Dua Pantun

Minggu ini ada beberapa pantun yang terlintas di pikiran.

Pantun pertama cukup singkat

Mentari setitik merambat tinggi. Wahai putri cantik, selamat pagi!

Bisa dimodifikasi jadi

Fajar setitik merambat tinggi. Wahai pacar cantik, selamat pagi!

untuk yang sudah punya pacar. Bisa juga diganti dari ‘putri’ jadi ‘istri’ untuk pantun pertama kalau memang sudah punya istri.

Ada juga yang ini kepikiran saat menikmati roti keju dan minum cokelat panas.

Terbanjur cokelat, roti keju sedap dihidang. Terlanjur melekat, senyummu sekejap dipandang

Untungnya kata ‘banjur’ ternyata masih ada di kamus bahasa Indonesia.

Dan yang terakhir baru saja terpikir.

Pohon pakis di bahu pagar,
rantingnya lima batangnya kelabu.
Sungguh manis suaramu kudengar,
kan selalu bergema di relung kalbu.

UPDATE: Ini masih bisa dibagusin

Tumbuh perdu di bahu pagar,
rantingnya lima berwarna kelabu.
Sungguh merdu suaramu kudengar,
serasa bergema meruah di kalbu.

Happy Valentine, anyway!

Pantun Dibuang Sayang

Belakangan ini saya tiba-tiba kerasukan hobi lama: membuat pantun. Ketimbang pantunnya disimpan di evernote atau tumblr (yang sangat jarang dibaca orang lain) ataupun di Facebook (yang membuat susah dicari) dan blog ini pun jarang di-update, agaknya lebih baik kalau pantunnya disimpan di sini saja.

Dalam satu minggu ini ada dua pantun yang cukup menarik yang hinggap di pikiran. Temanya sama, mengucapkan selamat malam bagi seorang gadis yang sedang ada di hati.

Burung gelatik, indah bulunya. Pekat hitam, sungguh warnanya elok. Nona cantik, manis senyumnya. Selamat malam, sampai jumpa lagi esok.

Merona bulan menanti pagi. Mengusir kelam cahayanya gemerlap. Nona rupawan, wahai pujaan hati. Selamat malam, semoga terlelap.

Sampai sekarang masih merasa pemilihan diksinya dan komposisi suku katanya masih kurang pas. Tapi, ya itu, gunanya ditaruh di blog ya supaya nanti bisa ingat untuk memperbaiki pantunnya. Dan siapa tahu juga materinya bisa di-reuse untuk inspirasi pantun yang lebih baik.

Kenapa pantun? Menurut saya pribadi, mengarang pantun itu tidak lah beda dengan mengisi teka-teki silang. Ada sebuah permainan kreativitas untuk menyambung-nyambungkan kata agar enak didengar sekaligus memiliki makna yang indah untuk dinikmati. Bedanya dengan teka-teki silang (atau dengan teka-teki yang lain) adalah ketika sebuah permainan susun kata ini telah selesai, hasilnya bisa dinikmati berkali-kali. Dan setelah setiap susunan selesai, tingkat kesulitan akan semakin tinggi karena harus mencari variasi diksi baru. Lumayan menantang.