Bahasa Batak Karo

DISCLAIMER:
Seluruh artikel ini disalin dari buku Tata Bahasa Karo. (bisa dilihat di sini)
. Agak-agak outdated tapi masih cukup informatif.

Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat, tatanan sosial, serta bahasa yang khas satu sama lain.

Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur, selatan, dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H.N. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971).

Continue reading Bahasa Batak Karo

Budaya Karo – Religi Rakyat

Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari

  1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit
  2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia
  3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi

Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan.

Continue reading Budaya Karo – Religi Rakyat

Narsisan @ Guro-guro Aron Kemaren

Biar jadi tukang foto tetep masih bisa narsis 😛

narsis

Kalo kata orang-orang, ini kayak bulang-bulang (kakek-kakek) dari Kabanjahe sana…. Padahal udah cukur kumis dan jenggot gitu…… Jadi keliatan sesuai umur…… 20 tahun 😀
Tapi kalo diliat-liat keren juga, sih…. :mrgreen:

Continue reading Narsisan @ Guro-guro Aron Kemaren

Gendang Guro-Guro Aron Permata GBKP Bandung Pusat 2008

guro-guro-aron.jpg
Gendang Guro-guro Aron

Kemarin (24/02), Permata GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) Bandung Pusat mengadakan acara Gendang Guro-guro Aron. Gendang Guro-guro Aron ini adalah salah satu acara tradisional Masyarakat Karo yang biasa diadakan saat pesta-pesta adat dan acara Kerja Rani, acara yang diadakan setelah panen untuk bersyukur atas panen yang telah diberikan. Di dalam pesta-pesta dan acara tersebut Gendang Guro-guro Aron biasa diadakan khusus untuk muda-mudi sebagai ungkapan terima kasih terhadap para pemuda dan pemudi yang telah membantu kelancaran pesta tersebut atau penanaman hasil bumi. Tujuan utamanya memang adalah tempat di mana para pemuda dan pemudi saling berkenalan satu sama lain dan diharapkan bisa menemukan jodoh mereka :mrgreen:
(Note: kata pak Pendeta sih gitu 😛 hehehe )

Continue reading Gendang Guro-Guro Aron Permata GBKP Bandung Pusat 2008

Lagu Karo – Rudang Mayang

Udah lama gak nulis-nulis tentang lagu Karo 😀
Kali ini salah satu lagu yang gw suka banget sama liriknya ^_^

Rudang Mayang itu kalau gak salah lagu Karo yang umurnya tua. Lagu ini (kalau gak salah) diciptakan oleh Djaga Depari, komponis Karo yang terkenal telah mengarang lagu-lagu berbahasa Karo seperti Erkata Bedil, Terang Bulan, dll. Rudang Mayang itu sendiri secara harfiah artinya adalah Bunga Pinang ^_^ Artinya bagus ih. Rudang = Bunga, Mayang = Pinang. (Apa kalo punya anak cewe namain Mayang aja kali ya :mrgreen: )

Berikut adalah liriknya

Continue reading Lagu Karo – Rudang Mayang

Tata Bahasa Karo

Ternyata juga ada yang seperti ini ^_^

tatabahasakaro-s.png

Tata Bahasa Karo. Geoff Woollams
Penerbit BINA MEDIA PERINTIS
ISBN 979-3367-50-4

jumlah halaman 487

Komentar gw sih ini buku keren banget. Membahas bahasa Karo dari segi linguistiknya ^_^ Meski lebih cocok sebagai buku referensi tapi bisa juga sepertinya buat pemula yang ingin belajar bahasa Karo.