Karo
Bahasa Batak Karo
by Petra on Mar.15, 2009, under Karo
DISCLAIMER:
Seluruh artikel ini disalin dari buku Tata Bahasa Karo. (bisa dilihat di sini). Agak-agak outdated tapi masih cukup informatif.
Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat, tatanan sosial, serta bahasa yang khas satu sama lain.
Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur, selatan, dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H.N. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971).
Budaya Karo – Religi Rakyat
by Petra on Jul.19, 2008, under Karo
Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari
- Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit
- Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia
- Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi
Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan.
Narsisan @ Guro-guro Aron Kemaren
by Petra on Feb.26, 2008, under Karo, Other
Biar jadi tukang foto tetep masih bisa narsis
Kalo kata orang-orang, ini kayak bulang-bulang (kakek-kakek) dari Kabanjahe sana…. Padahal udah cukur kumis dan jenggot gitu…… Jadi keliatan sesuai umur…… 20 tahun ![]()
Tapi kalo diliat-liat keren juga, sih….
Gendang Guro-Guro Aron Permata GBKP Bandung Pusat 2008
by Petra on Feb.25, 2008, under Intermezzo, Karo, Other
Kemarin (24/02), Permata GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) Bandung Pusat mengadakan acara Gendang Guro-guro Aron. Gendang Guro-guro Aron ini adalah salah satu acara tradisional Masyarakat Karo yang biasa diadakan saat pesta-pesta adat dan acara Kerja Rani, acara yang diadakan setelah panen untuk bersyukur atas panen yang telah diberikan. Di dalam pesta-pesta dan acara tersebut Gendang Guro-guro Aron biasa diadakan khusus untuk muda-mudi sebagai ungkapan terima kasih terhadap para pemuda dan pemudi yang telah membantu kelancaran pesta tersebut atau penanaman hasil bumi. Tujuan utamanya memang adalah tempat di mana para pemuda dan pemudi saling berkenalan satu sama lain dan diharapkan bisa menemukan jodoh mereka ![]()
(Note: kata pak Pendeta sih gitu
hehehe )
Lagu Karo – Rudang Mayang
by Petra on Jan.06, 2008, under Karo
Udah lama gak nulis-nulis tentang lagu Karo ![]()
Kali ini salah satu lagu yang gw suka banget sama liriknya ^_^
Rudang Mayang itu kalau gak salah lagu Karo yang umurnya tua. Lagu ini (kalau gak salah) diciptakan oleh Djaga Depari, komponis Karo yang terkenal telah mengarang lagu-lagu berbahasa Karo seperti Erkata Bedil, Terang Bulan, dll. Rudang Mayang itu sendiri secara harfiah artinya adalah Bunga Pinang ^_^ Artinya bagus ih. Rudang = Bunga, Mayang = Pinang. (Apa kalo punya anak cewe namain Mayang aja kali ya
)
Berikut adalah liriknya
Tata Bahasa Karo
by Petra on Nov.26, 2007, under Intermezzo, Karo
Ternyata juga ada yang seperti ini ^_^
Tata Bahasa Karo. Geoff Woollams
Penerbit BINA MEDIA PERINTIS
ISBN 979-3367-50-4
jumlah halaman 487
Komentar gw sih ini buku keren banget. Membahas bahasa Karo dari segi linguistiknya ^_^ Meski lebih cocok sebagai buku referensi tapi bisa juga sepertinya buat pemula yang ingin belajar bahasa Karo.
Sifat dan Tabiat Orang Karo (2)
by Petra on Sep.02, 2007, under Karo
Mejuah juah!
Ini adalah lanjutan dari post kemarin :
http://blog.petrabarus.net/2007/08/29/sifat-dan-tabiat-orang-karo-1/
Sifat dan Tabiat Orang Karo (1)
by Petra on Aug.29, 2007, under Karo
Mejuah juah
Setelah lama tidak posting blog, karena banyak sekali kesibukan yang melanda hari-hari pertama semester baru, akhirnya memutuskan untuk ngepost juga. Kali ini ngepostnya tentang Suku Karo, gimana sih tabiat kebanyakan orang Karo.
Sejujurnya, saya juga gak terlalu tau apakah benar setiap etnis itu memiliki sifat yang dimiliki hampir sebagian besar oleh orang pada etnis tersebut. Yah, maklum, saya kurang terlalu suka dengan yang namanya sosiologi dan antropologi, jadinya mohon maaf. *sigh* Yang jelas memang dua orang dari etnis yang sama pasti memiliki sifat-sifat fisik yang mirip. Tapi mungkin prilaku dan tabiat orang sepertinya bisa dibentuk mulai dari kecil yakni dari lingkungan sekitarnya.
Adapun post ini adalah rangkuman dari sebuah artikel berjudul “Sifat dan Tabiat Orang Karo” yang ditulis oleh Drs. Tridah Bangun. Kebetulan artikel tersebut diterbitkan dalam kumpulan artikel-artikel tentang masyarakat Karo dengan judul yang sama (Bangun, Tridah. Sifat dan Tabiat Orang Karo. Yayasan Lau Simalem, Jakarta, 2006). Meski menurut saya artikel-artikel tersebut agak kurang ilmiah dan banyak kesalahan tata bahasa juga kaedah artikel ilmiah, tapi ternyata mempunyai daya tarik yang sangat besar untuk dibaca dan benar-benar memberi wawasan yang sangat luas tentang masyarakat Karo. Untung, kemaren balik ke Jakarta, coba kalo enggak, gak bakal nemu ni buku
Tulisan beliau tersebut juga merupakan hasil wawancara terhadap 3 orang pakar adat istiadat Karo yakni (alm.) Nulbasi Bangun, (alm.) Sental Sinuraya, dan (alm.) Gancih Tarigan dan hasil-hasil penggalian tulisan-tulisan dengan tema serupa yang sudah ditulis sejak lama. Ada paling tidak ditulis pada artikel tersebut 15 sifat-sifat yang umum dimiliki oleh manusia Karo.
Sifat-sifat yang dituliskan dalam artikel tersebut (beserta penjelasannya yang sudah saya ringkas, tentunya
) antara lain :
Kamus bahasa Karo-Indonesia
by Petra on Aug.13, 2007, under Karo
Ternyata ada juga yang kayak ginian. Keren banget deh ^_^ Cetakan 2001 sih, ntar kalo ke Jakarta lagi cari cetakan baru, kali ada.
Lumayan lah biar bisa belajar-belajar.
419.30
Kam
Kamus bahasa Karo-Indonesia / Ahmad Samin Siregar. dkk.
- cet 1. – Jakarta : Balai Pustaka, 2001.
xii, 248 hlm.; 21 cm. – ( Seri BP no. 5308 )
ISBN 979-666-642-1
Lagu Karo – Piso Surit
by Petra on Jul.28, 2007, under Karo
Piso Surit adalah salah satu lagu berbahasa Karo. Ini adalah salah satu lagu yang sebenernya harusnya hampir semua orang Karo tau, sih
. Beberapa orang di luar Karo salah kaprah dengan mengira lagu ini adalah lagu tradisional Aceh. Beberapa juga mengira Piso Surit adalah senjata tradisional dari suku Karo. Piso Surit adalah nama sejenis burung yang sering terdengar bernyanyi di sekitar sawah. Kicauannya konon terdengar sendu dan memanggil-manggil, “Piso surit.. piso surit…”
(continue reading…)



