A Game of Thrones: The Board Game

A Game of Thrones: The Board Game

Dua bulan lalu saya membeli sebuah board game yakni A Game of Thrones. Para pecinta buku fiksi pasti tahu kalau judul ini tidak lain merupakan judul dari buku pertama seri A Song of Ice and Fire. Buku ini pun telah diangkat menjadi sebuah serial televisi dengan judul yang sama.

Saya sendiri cukup senang bermain board game, meski mungkin belum bisa dibilang penggemar berat board game. Beberapa board game yang pernah saya mainkan antara lain Citadels dan The Settlers of Catan. Cerita bagaimana saya membeli board game A Game of Thrones ini bermula dari permainan Citadels dengan teman-teman FOWAB. Jadi, hampir semua board game itu pasti ada semacam booklet yang berisi kumpulan board game. Ketika kami bermain Citadels, saya iseng-iseng membaca-baca booklet tersebut. Di situ saya menemukan ada board game A Game of Thrones. Karena saya sangat suka dengan buku seri A Song of Ice and Fire dan juga serial TV A Game Of Thrones, saya jadi penasaran dengan board game tersebut.

Setelah cari-cari sana sini, saya lihat kalau ada yang jual board game ini di Kaskus seharga sekitar 700 ribu rupiah. Tapi untungnya ada yang jual di Singapore yakni di toko board game bernama BOGAS dengan harga 78 SGD (atau sekitar 500 ribu rupiah). Dan saya pun bisa menitip ke rekan yang saat itu sedang pulang ke Indonesia.

Ini buku peraturan atau majalah?

Kesan pertama setelah membuka bungkus board game ini adalah: SUPER EPIC! Ini board game punya banyak sekali ornamen-ornamen, mulai dari token-token kecil dari karton, pion-pion, kartu, dan papan yang ukurannya benar-benar besar.  Belum lagi ditambah buku peraturan yang setebal majalah. Kalau dilihat dari awal, memang sudah sangat ketahuan kalau board game ini cara mainnya benar-benar kompleks.

 

Aksesori Permainan

Board game ini dapat dimainkan oleh tiga hingga enam pemain, tetapi sangat disarankan enam orang agar permainan semakin seru. Setiap pemain memegang sebuah House yakni antara lain Stark, Lannister, Baratheon, Greyjoy, Tyrell, dan Martell. A Game of Thrones: The Board Game ini mengambil cerita tepat setelah Robert Baratheon meninggal (meski tokohnya masih dapat dimainkan) dan di bagian awal The Wars of Five Kings, meski dalam board game ini Stannis Baratheon dan Renly Baratheon masih dianggap dalam satu pihak.

Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk merebut sebanyak-banyaknya kastil yang ada di papan permainan. Pemenang permainan adalah pemain yang pertama kali meraih tujuh buah kastil atau memiliki kastil paling banyak pada akhir ronde 10. Papan permainan menggambarkan peta dari Westeros beserta daerah-daerah kekuasaannya mulai dari Winterfell, Pyke, Dragonstone, Lannisport (Casterly Rock disatukan dengan Lannisport di board game ini), Highgarden, hingga Sunspear.

Peta Permainan Yang Benar-Benar Luas

Dalam usahanya merebut wilayah-wilayah yang ada di Westeros, setiap House memiliki unit-unit perang mulai dari footman, knight, ship, dan siege. Jika ada dua House yang saling bertemu dalam sebuah wilayah, kedua House ini akan bertempur memperebutkan wilayah tersebut. Untuk memenangkan pertempuran ini, House dapat memanggil para tokoh dari House tersebut. Misalnya di House of Lannister, tokoh-tokoh yang dapat dipanggil antara lain Ser Jaime Lannister, Tyrion Lannister, Ser Gregor Clegane, dll. Di House Stark juga misalnya, tokoh-tokoh yang dapat dipanggil antara lain Eddard Stark, Robb Stark, dll. Setiap tokoh ini memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk menambah kekuatan pasukan ataupun kemampuan khusus untuk memberi keuntungan kepada pemain setelah pertempuran.

The Iron Throne

Para penggemar A Song of Ice and Fire pasti tahu kalau di seri ini hal yang sangat menonjol bukanlah peperangannya, tetapi segi politiknya. Begitupula dalam board game ini. Kekuatan pasukan bukanlah segalanya. Di dalam A Game of Thrones: The Board Game ini, politik lah yang memberikan arti kata “seru” dalam permainan. Setiap pemain dapat berkoalisi dengan pemain-pemain lain untuk melawan pemain (atau pemain-pemain) lain. Koalisi ini dapat berupa penyusunan strategi, bahkan permintaan bantuan pasukan dari House koalisi saat melakukan pertempuran melawan House musuh (dan koalisinya tentunya). Selain untuk pertempuran, strategi ini sangat penting karena setiap House memiliki keuntungan-keuntungan masing-masing dalam permainan. Misalnya, di awal permainan House Baratheon memegang keuntungan dalam bentuk posisi Iron Throne yakni keuntungan dalam inisiatif permainan, House Greyjoy memegang Fiefdom yakni keuntungan dalam kekuatan pasukan, dan House Lannister memegang King’s Court yakni keuntungan dalam bentuk mata-mata.

Ada kalanya di mana semua House harus menghentikan perseteruan dan bersatu untuk mengalahkan musuh bersama: The Wildlings. Di saat-saat seperti ini, semua House harus bekerja sama membantu The Night’s Watch untuk mencegah invasi dari para musuh yang berasal dari belakang The Wall. Memang mungkin ada beberapa House yang sangat egois dengan tidak mempedulikan ancaman Wildlings. Akan tetapi, selalu ada keuntungan bagi House yang memperhatikan keamanan Westeros dari Wildlings ini.

Sejak membeli Board Game ini, saya sudah bermain sebanyak 5 kali dengan teman-teman, terutama teman-teman di Hackerspace Bandung. Setiap permainan yang saya lakukan berlangsung sangat lama, terutama karena harus menjelaskan permainan kepada teman-teman yang lain. Biasanya permainan berlangsung sekitar 2 atau 3 jam. Benar-benar panjang dan cukup melelahkan. Tapi menurut saya permainan ini sangat seru, terutama karena ada faktor politiknya. Bagi rekan-rekan yang lebih suka board game yang sifatnya casual, board game ini tidak terlalu disarankan karena memiliki peraturan permainan yang sangat kompleks. Permainan ini benar-benar cocok untuk rekan-rekan yang menyukai strategi, intrik, serta politik di antara pemain.

When you play the game of thrones, you win or you die. There is no middle ground.” ~ Cersei Lannister.

(Beberapa foto adalah milik hapenya Dian Ara)