<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petra's Blog &#187; Diary</title>
	<atom:link href="http://blog.petrabarus.net/category/diary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.petrabarus.net</link>
	<description>A diary of a lazy programmer</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 13:04:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tadi di Circle K</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/08/12/tadi-di-circle-k/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/08/12/tadi-di-circle-k/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 13:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[Circle K]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[


Pembeli
:
Baygon ada?


Kasir
:
Yang dingin atau biasa, Pak?


Gue
:
*tepok jidat*



Also posted here
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="chat">
<tbody>
<tr>
<td><span style="color: #ff0000;"><strong>Pembeli</strong></span></td>
<td>:</td>
<td><span style="color: #ff0000;">Baygon ada?</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="color: #0000ff;"><strong>Kasir</strong></span></td>
<td>:</td>
<td><span style="color: #0000ff;">Yang dingin atau biasa, Pak?</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="color: #00ff00;"><strong>Gue</strong></span></td>
<td>:</td>
<td><span style="color: #00ff00;">*tepok jidat*</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Also posted<strong> <a href="http://tumblr.petrabarus.net/post/942092576/tadi-di-circle-k">here</a></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F08%2F12%2Ftadi-di-circle-k%2F&amp;linkname=Tadi%20di%20Circle%20K"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/08/12/tadi-di-circle-k/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membunuh Waktu Suntuk</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/19/membunuh-waktu-suntuk/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/19/membunuh-waktu-suntuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 17:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1733</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sampai beberapa jam lalu, perasaan suntuk tiba-tiba menyelimuti pikiran gw. Gw langsung beranjak dari depan laptop. Gw mengambil gitar yang teronggok di lantai kamar kos. Gw keluar membawa gitar itu dan duduk di kursi yang ada di beranda rumah kos. Gw mulai memetik dawai gitar satu per satu. Di saat itu lah gw baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak sampai beberapa jam lalu, perasaan suntuk tiba-tiba menyelimuti pikiran gw. Gw langsung beranjak dari depan laptop. Gw mengambil gitar yang teronggok di lantai kamar kos. Gw keluar membawa gitar itu dan duduk di kursi yang ada di beranda rumah kos. Gw mulai memetik dawai gitar satu per satu. Di saat itu lah gw baru sadar gw gak bisa main gitar.</p>
<p>Gw akui kegiatan di atas rasa agaknya terlalu terpengaruh lagunya Jamal Mirdad &#8216;<em>Yang Penting Hepi</em>&#8216; yang didendangkan bersama teman-teman di ruang karaoke kemarin. Tapi memang gak salah khan? Kalau gw tanya kegiatan apa yang biasa dilakukan mahasiswa laki-laki jomblo gak berduit sendirian di waktu suntuk, pasti hampir semua jawab kalo gak ngerokok ya main gitar.</p>
<p>Belakangan karena gw sedang punya banyak hal yang dikerjakan gw jadi mudah suntuk. Dan sialnya gw jadi kesulitan menemukan kegiatan yang pas untuk membunuh waktu suntuk itu. Gw butuh sebuah kegiatan yang cukup produktif, bisa bikin rileks, tapi gak butuh banyak biaya dan gak perlu mikir banyak.</p>
<p>Main gitar adalah yang pertama kali terpikir. Sejak awal semester lalu kamar gw dihiasi sebuah gitar. Gitar ini gw temukan di gudang rumah. Ketimbang berdebu di gudang rumah mending gw bawa aja ke kosan. Siapa tau gw sempet belajar main gitar. Kenyataannya sekarang perbedaannya cuman gitarnya udah gak berdebu lagi di kamar gw. Sama-sama gak dipake. Emang bisa aja seh gw iseng-iseng belajar. Tapi <em>mood</em>nya langsung hilang begitu terlintas di pikiran gw bahwa gw harus menghafal posisi kunci-kuncinya.</p>
<p>Hal selanjutnya yang kepikiran adalah menggambar. Dari kecil gw punya hobi menggambar. Gw paling seneng <em>sketching</em>. Pas SMP gw pernah juara 3 lomba melukis poster dan gw ikut klub seni. Entah kenapa dari keadaan gw males ke mana-mana akhirnya gw pergi keluar ke pasar Simpang Dago dengan berbekal uang 20 ribu. Di sana gw makan dan sisa uang makan gw beliin penghapus, serutan, pensil HB dan B. Begitu sampai kembali di kosan gw langsung mencoba menggambar. Ternyata gak bisa. Yang namanya keahlian itu kalau udah lama gak diasah pasti jadi luntur.</p>
<p>Dan pada akhirnya cara gw membunuh waktu suntuk (<em>hingga sekarang gw ngantuk banget</em>) adalah dengan memikirkan bagaimana cara membunuh waktu suntuk.</p>
<p><em>Cool huh?</em></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F07%2F19%2Fmembunuh-waktu-suntuk%2F&amp;linkname=Membunuh%20Waktu%20Suntuk"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/19/membunuh-waktu-suntuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan-makan!</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/17/makan-makan/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/17/makan-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 01:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1717</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat &#8220;Makan-makan!&#8221; adalah kalimat yang sekarang sudah lumrah diucapkan untuk seseorang yang sedang berbahagia.
Kalau dulu ketika ada orang yang sedang berulang tahun, biasanya yang bersangkutan diberi ucapan, &#8220;Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umur&#8220;. Sekarang sudah banyak yang hanya memberikan ucapan, &#8220;Makan-makan!&#8221; atau variasi yang lebih panjang, &#8220;Ditunggu makan-makannya&#8220;. Tidak hanya yang berulang tahun tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalimat &#8220;<strong><em>Makan-makan!</em></strong>&#8221; adalah kalimat yang sekarang sudah lumrah diucapkan untuk seseorang yang sedang berbahagia.</p>
<p>Kalau dulu ketika ada orang yang sedang berulang tahun, biasanya yang bersangkutan diberi ucapan, &#8220;<em><strong>Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umur</strong></em>&#8220;. Sekarang sudah banyak yang hanya memberikan ucapan, &#8220;<em><strong>Makan-makan!</strong></em>&#8221; atau variasi yang lebih panjang, &#8220;<strong><em>Ditunggu makan-makannya</em></strong>&#8220;. Tidak hanya yang berulang tahun tapi juga untuk orang yang sedang berbahagia meskipun dari hal-hal yang kecil: mulai dari lulus sidang, wisuda, baru diterima kerja, baru dapat pacar, ataupun baru gajian.</p>
<p>Dulu ketika gw masih belum terbiasa dengan ucapan &#8220;<strong><em>Makan-makan!</em><span style="font-weight: normal;">&#8221; ini gw merasa bahwa orang yang menyodori ucapan ini memang ingin diberi makan. Wajar lah sesama mahasiswa, patut diberi makan. Jadilah gw memberi mereka makan. Karena pada saat itu menurut pendapat gw memberi makan orang yang kelaparan adalah sebuah kebaikan. (<em>Sampai sekarang, sih, masih. Tapi yang ingin gw sampaikan adalah betapa <span style="text-decoration: line-through;">bego</span> polos dan lugunya gw saat itu</em>). Sejak itu gw jadi dikenal di antara temen-temen sebagai orang yang senang memberi makan orang lain.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;">Kembali ke masalah <em><strong>&#8220;Makan-makan!&#8221;</strong>. </em>Setelah sekian lama akhirnya gw menyadari bahwa ucapan ini hanya lah menjadi sekadar ucapan saja. Atau lebih tepatnya ucapan dengan maksud oportunis yang tersembunyi. <em>Yah kalau diajak makan syukur, kalo enggak ya enggak</em>. Di lain pihak, ada juga orang yang merasa terbebani dan kemudian menjadi sebal terhadap ucapan ini. Orang-orang ini akhirnya masuk ke kalangan orang-orang yang menyembunyikan berita-berita bahagianya, sebagai contoh orang-orang yang tidak menampilkan tanggal ulang tahun di Facebook.</span></strong></p>
<p>Gw selalu percaya bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Berangkat dari keyakinan gw itu, gw menarik sebuah hikmah dari ucapan <em><strong>&#8220;Makan-makan!&#8221;</strong><span style="font-style: normal;">. Orang yang memberikan ucapan ini sebenarnya orang yang mendoakan kita sangat dalam karena ucapan ini memiliki banyak makna. </span></em></p>
<p><em><span style="font-style: normal;">Makna pertama yang gw simpulkan adalah orang tersebut mendoakan kita bisa selalu makan setiap hari. Makan setiap hari merupakan sebuah simbol dari kemakmuran yang dianugerahkan oleh Tuhan YME. Bukan kah doa supaya kita bisa makan setiap hari itu adalah doa yang sangat mulia di balik kesederhanaannya.</span></em></p>
<p>Makna kedua kembali menyiratkan sesuatu yang dalam di balik kesederhanaan ucapan <strong><em>&#8220;Makan-makan!&#8221;</em></strong>. Para pendahulu kita sering mengukur kebaikan seseorang dari seberapa sering orang tersebut memberikan makan kepada orang yang lain. Orang yang baik adalah orang yang sering memberi makan kepada sesamanya. Gw yakin dengan ucapan tersebut kita diharapkan berguna bagi sesama kita manusia mulai dari berbagi anugerah Tuhan yang paling sederhana yakni memberi makan.</p>
<p>Dan kesimpulan terakhir gw adalah bahwa orang yang memberikan ucapan tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa dia akan selalu setia terhadap yang berbahagia meski hanya sekadar untuk menunggu pemberian makanan. Ini adalah pernyataan yang sangat tulus. Orang tersebut bukan berkata, <strong>&#8220;<em>Bagi-bagi mobil!</em>&#8221; </strong>atau <strong>&#8220;<em>Bagi-bagi rumah</em>!&#8221; </strong>tetapi dengan <strong>&#8220;<em>Makan-makan!</em>&#8220;</strong> atau dengan kata lain, <strong>&#8220;<em>Gw akan selalu berada di dekat lo biar cuman buat nunggu makan-makan doang</em>&#8220;</strong>. (<em>yah tapi kalo dikasih mobil gak nolak juga sih)</em></p>
<p>Akhir kata, ucapan <strong>&#8220;<em>Makan-makan</em></strong><strong>!&#8221;</strong> meski hanya <strike>2 kata</strike> 1 kata ulang tapi memiliki maksud yang tulus dan mulia. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menulis puisi berbait-bait atau surat berlembar-lembar untuk mengungkapkan kegembiraan yang meliputi hatinya pancaran dari kegembiraan yang sedang dialami oleh rekannya. Tapi tidak lah niat mereka boleh direndahkan karena mereka hanya dapat memberikan ucapan sesederhana itu.</p>
<p>Oleh karena itu untuk mereka yang sedang berbahagia hari ini, <strong>&#8220;Makan-makan!&#8221;</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F07%2F17%2Fmakan-makan%2F&amp;linkname=Makan-makan%21"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/17/makan-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: The Lunches (part 3)</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-3/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 04:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1715</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: The Lunches (part 2)</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-2/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 04:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://blog.petrabarus.net/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1713">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1713" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F07%2F13%2Fthe-lunches-part-2%2F&amp;linkname=Protected%3A%20The%20Lunches%20%28part%202%29"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: The Lunches (part 1)</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-1/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 04:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://blog.petrabarus.net/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1711">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1711" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F07%2F13%2Fthe-lunches-part-1%2F&amp;linkname=Protected%3A%20The%20Lunches%20%28part%201%29"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/13/the-lunches-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada WiFi Ternyata&#8230;..</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/07/11/ada-wifi-ternyata/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/07/11/ada-wifi-ternyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 05:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[My PC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1707</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang bergelut di dunia Teknologi Informasi *seenggaknya itu mimpinya*, buat gw kebutuhan terhadap koneksi internet sudah berada sejajar dengan sandang, pangan, dan papan. Sebagai contoh gw pernah ngemper di depan kantor orang cuman buat numpang ngenet doang.
Dan karena gw butuh internet hampir di setiap waktu dan tempat, gw butuh tambahan peralatan. Ya, gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang yang bergelut di dunia Teknologi Informasi *seenggaknya itu mimpinya*, buat gw kebutuhan terhadap koneksi internet sudah berada sejajar dengan sandang, pangan, dan papan. Sebagai contoh gw pernah ngemper di depan kantor orang cuman buat numpang ngenet doang.</p>
<p>Dan karena gw butuh internet hampir di setiap waktu dan tempat, gw butuh tambahan peralatan. Ya, gak mungkin dong gw bawa-bawa itu desktop di kosan gw ke mana-mana. Jadinya gw punya sebuah laptop dan sebuah hape. Dan dua-duanya dilengkapi dengan penerima WiFi.</p>
<p>Tapi masalah yang timbul adalah bukannya gw jadi sering-sering bepergian malah kedua alat itu membuat gw tambah malas. Sebagai ilustrasi bayangkan desktop gw berada 2 meter dari tempat tidur. Kemudian bayangkan gw lagi guling-guling di tempat tidur. Dan terakhir bayangkan di deket kepala gw ada laptop yang nyala dan gw malah lagi ngenet pake hape. Tuh khan keliatan malesnya. <img src='http://blog.petrabarus.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan di sini gw menemui 2 masalah baru. Yang pertama adalah kalo pengen ngenet di hape gw mesti ngabis-ngabisin pulsa dan kedua adalah kalo pengen ngenet di laptop gw harus cabut kabel LAN dari desktop. Dan sebaliknya kalo gw lagi pengen ngenet di desktop harus cabut kabel LAN dari laptop. Bener-bener repot. Belum lagi kalo kabelnya kesenggol pas lagi donlot.</p>
<p>Satu-satunya pemecahan masalah tersebut adalah dengan membeli <em>wireless router</em>. Kalo ada itu khan gw bisa ngenet di sudut manapun di dalam kamar gw. Untuk itu gw pernah bolak-balik ke sana kemari buat nyari-nyari harga <em>wireless router</em> yang murah. Dan gw juga lagi berusaha menabung buat ngebelinya. Tapi emang dasar gw orangnya paling gak bisa nabung akhirnya setelah berbulan-bulan itu <em>wireless router</em> gak pernah kebeli.</p>
<p>Dan pagi ini ada hal yang mengejutkan.</p>
<p>Jadi ceritanya ada temen kosan yang termasuk senior juga di kosan gw. Mungkin sama-sama udah lebih dari 4 tahun berada di kosan ini. Kebetulan dia minta gw nunjukin sesuatu. Dan itu ada di laptop gw. Setelah gw tunjukin dia minta gw kirim.</p>
<p>Dan gw bingung mau ngirim pake apa. Di pikiran gw cuman ada 3 pilihan: nyabut kabel LAN, minta dia bawain flashdrive, atau mindahin datanya ke desktop terus ngirim online. Akhirnya gw milih yang pertama.</p>
<p><strong>&#8220;Eh gw pindahin dulu kabel LANnya dulu ya. Susah neh. Dari dulu pengen beli wireless router gak jadi-jadi&#8221;<br />
</strong><strong>&#8220;Loh buat apa? Kosan kita khan punya.&#8221;</strong> kata temen gw dengan tenang&#8230;.<br />
<em>Whaaaat????<strong> <span style="font-style: normal;">&#8220;Sejak kapan gitu??&#8221;<br />
</span></strong></em><em><strong><span style="font-style: normal;">&#8220;Udah lama banget kok&#8221;</span></strong></em></p>
<p><em><span style="font-style: normal;">Sudah hampir 4 tahun internet masuk kosan ini gw baru tau sekarang ternyata ada </span>wireless router</em>&#8230;&#8230;.</p>
<p>Argh!!!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F07%2F11%2Fada-wifi-ternyata%2F&amp;linkname=Ada%20WiFi%20Ternyata%26%238230%3B.."><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/07/11/ada-wifi-ternyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: The Lunch</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/06/25/the-lunch/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/06/25/the-lunch/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 09:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1703</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/06/25/the-lunch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaware</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/06/04/siaware/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/06/04/siaware/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 12:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1698</guid>
		<description><![CDATA[Udah lama gak update blog. Sekarang gw gak bakal nyoba bikin komitmen buat ngisi blog ini secara rutin karena memang yang namanya nulis gak pernah bisa dipaksakan. Anyway, as always blog ini isinya selalu curhatan gw. Jadi kali ini gw mau cerita tentang sebuah acara yg gw ikuti dan apa dampaknya ke gw.
Tiga puluh hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama gak update blog. Sekarang gw gak bakal nyoba bikin komitmen buat ngisi blog ini secara rutin karena memang yang namanya nulis gak pernah bisa dipaksakan. Anyway, as always blog ini isinya selalu curhatan gw. Jadi kali ini gw mau cerita tentang sebuah acara yg gw ikuti dan apa dampaknya ke gw.</p>
<p>Tiga puluh hari yang lalu (sekitar segitu) gw mengikuti sebuah acara bernama Siaware. Siaware kepanjangannya Self Insight Awareness. Awalnya gw ikutan karena pengen tau aja. Gw mengira ah mungkin ini hanya satu dari antara pelatihan-pelatihan motivasi. Tapi selanjutnya gw melihat semua temen-temen gw yang pernah ikut itu mendapat hal-hal yang positif. Gw jadi tertarik. Tapi akhirnya setelah beberapa kali gagal ikut karena jadwal tidak memungkinkan, gw baru bisa ikutan yang kemarin.</p>
<p>Dan ternyata gw mendapatkan banyak hal dari Siaware itu. Gw bisa kenal diri gw. Oke, mungkin sebelumnya gw ngerasa gw kenal diri gw. Gw mungkin tau sifat-sifat gw kayak apa, tapi gw gak pernah sadar apa saja yang menyebabkan sifat-sifat gw itu dan gw gak pernah peduli apa aja dampaknya terhadap diri gw. Iya, gw sekarang jadi lebih mengenal diri gw sendiri. Gw lebih bisa berekspresi dan mengungkapkan diri gw sendiri. Gw lebih yakin dengan apa yang gw inginkan, sesuatu yang selama ini gw anggap remeh dan gw sering ragu dengan itu.</p>
<p>Di Siaware itu gw menemukan keluarga baru. Gw menemukan banyak sekali orang-orang yang mau menerima gw apa adanya. Selama ini gw cuman berpendapat bahwa banyak sekali orang yang butuh gw cuman untuk apa yang gw punya, dan mereka meninggalkan gw setelah mereka gak butuh gw lagi. Tapi gw sadar, masih banyak juga orang yang mau menerima gw dengan segala kelebihan gw dan dengan segala kekurangan gw. Gw sadar masih banyak orang yang mau menerima gw tanpa men<em>judge </em>gw. <em>They are them</em>. <em>And I&#8217;m really blessed to have you all, friends.</em></p>
<p>Oke, akhir kata gw udah ngerasa kehabisan kata-kata buat mendeskripsikan apa yang gw dapatkan di Siaware. Yang jelas gw dapet banyak alasan kenapa gw harus berjuang untuk hidup gw ^_^</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F06%2F04%2Fsiaware%2F&amp;linkname=Siaware"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/06/04/siaware/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di balik pintu kosan</title>
		<link>http://blog.petrabarus.net/2010/05/14/di-balik-pintu-kosan/</link>
		<comments>http://blog.petrabarus.net/2010/05/14/di-balik-pintu-kosan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 12:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.petrabarus.net/?p=1694</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya pernah ngepost di twitter/plurk
kalau ada ibu2 yang lagi ngobrol nanya2in kosan di depan kamar gw, terus gw muter film porno. kira-kira reaksinya apa yah
Oke, balesannya bener-bener gokil, dah! Hahaha. Oke, bukan tentang itu, tapi mirip-mirip.
Pernah gak ngecilin suara speaker komputer di kosan bukan karena takut mengganggu teman kosan tapi karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya pernah ngepost di twitter/plurk</p>
<blockquote><p><strong>kalau ada ibu2 yang lagi ngobrol nanya2in kosan di depan kamar gw, terus gw muter film porno. kira-kira reaksinya apa yah</strong></p></blockquote>
<p>Oke, balesannya bener-bener gokil, dah! Hahaha. Oke, bukan tentang itu, tapi mirip-mirip.</p>
<p>Pernah gak ngecilin suara speaker komputer di kosan bukan karena takut mengganggu teman kosan tapi karena malu didengerin lagunya oleh mereka? Takut mereka komentar-komentar</p>
<p><strong>&#8220;Di sebelah kamar gw orangnya sukanya lagu dangdut&#8221;</strong><br />
<strong>&#8220;Wah, dia  hari ini lagi mellow, muter lagunya itu-itu aja&#8221;</strong><br />
<strong>&#8220;Ini orang lahir tahun berapa seh, kok lagunya jadul semua&#8221;</strong></p>
<p>Gw sering.</p>
<p>Gw dulu sering banget ngecilin suara speaker cuman buat itu. Dan lebih parah lagi, gw pernah make ngubah playlist dengan playlist lagu-lagu baru dan beken saat itu cuman buat jaga image. Akhirnya gw gak pernah menikmati lagu-lagu yang gw putar itu.</p>
<p>Dan akhirnya di balik pintu kosan itu, di ruangan kecil itu, terdapat gw yang sedang menyiksa diri&#8230;</p>
<p>Ngapain seh gw segitunya menyiksa diri dengan memikirkan pendapat orang di balik pintu dan dinding kosan untuk hal-hal kecil gitu. Bahkan mereka juga kayaknya gak pernah mikirin lagi toh <img src='http://blog.petrabarus.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fblog.petrabarus.net%2F2010%2F05%2F14%2Fdi-balik-pintu-kosan%2F&amp;linkname=Di%20balik%20pintu%20kosan"><img src="http://blog.petrabarus.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.petrabarus.net/2010/05/14/di-balik-pintu-kosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
