pokemon-go-logo

#JuliNgeblog Day 7: Bermain Pokémon GO

Penantian yang berlangsung lama akhirnya terjawab juga. Tiga hari lalu game Pokémon GO yang sejak dulu ditunggu-ditunggu dirilis. Perilisan ini meski untuk dua platform Android dan iOS, sayangnya  hanya terbatas di Australia dan New Zealand, serta kemarin ditambah di Amerika Utara. Tapi berhubung APK sudah ada yang upload jadinya kita bisa menginstall Pokémon GO di ponsel Android tanpa menggunakan Google Play Store.

Kesan pertama memainkan Pokémon GO adalah keren tapi sekaligus kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Di bayangan saya, permainannya sama persis dengan apa yang saya mainkan dulu di Gameboy. Saya bayangkan pemain harus menangkap Pokémon dengan cara mengadunya dengan Pokémon yang sudah dimiliki. Untungnya gameplay Pokémon GO ini tidak terlalu buruk dan masih bisa saya nikmati.

Tampilan utama
Tampilan utama

Di permainan ini saya bisa mejelajah mulai lingkungan kompleks rumah, kelurahan, kecamatan untuk menangkap Pokémon. Penangkapan ini dilakukan dengan menggunakan Pokéball yang jumlahnya terbatas. Berbeda dengan bayangan saya di mana Pokémon harus diadu melawan Pokémon milik pemain, di sini penangkapan hanya dengan melempar Pokéball ke arah Pokémon yang ditemukan. Kalau Pokéball ini mengenai Pokémon tersebut maka Pokémon akan tertangkap. Ada beberapa Pokémon yang tingkatnya lebih tinggi yang lebih susah ditangkap hingga perlu beberapa kali pelemparan atau dibantu dengan item lain.

Pokéstopnya banyak yang masjid ternyata.
Pokéstopnya banyak yang masjid ternyata.

Selain untuk berburu Pokémon, penjelajahan ini juga dilakukan untuk mengunjungi Pokéstop dan Pokémon Gym. Di Pokéstop, kita bisa mendapatkan itemitem seperti Pokéball, Potion, Revive, dan lain-lain. Pokéstop ini dalam kehidupan nyata menggunakan lokasi-lokasi publik. Dari banyak sekali Pokéstop yang sudah saya kunjungi, hampir semuanya adalah tempat-tempat ibadah, mural, atau patung. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari teman saya yang bermain Ingress, yang dikembangkan oleh studio game yang sama, lokasi Pokéstop menggunakan data portal yang ada di Ingress. Bahkan ternyata cara bermainnya pun sangat mirip dengan Ingress.

IMG_6417Setelah Pokéstop, ada juga tempat yang namanya Pokémon Gym. Di Gym ini lah kita bisa mengadu Pokémon yang kita pelihara melawan Pokémon milik pemain lain. Setelah kita mencapai level 5, yang diraih dengan menambah poin Experience salah satunya dengan menangkap Pokémon, kita bisa memilih 3 jenis tim Instinct (kuning), Mystic (biru), dan Valor (merah). Salah satu tugas kita adalah untuk merebut Gym dari tim lain dan mempertahankan Gym tersebut agar tidak direbut kembali.

Agar kita bisa menang dengan Pokémon dari tim lain, kita harus menaikkan Combat Point dari Pokémon kita. Semakin tinggi Combat Point atau CP dibanding dengan lawan, semakin tinggi pula kemungkinan menang. Tapi ada faktor lain seperti jenis Pokémon yang menentukan. Misalnya serangan Pokémon air akan memiliki efek yang tinggi terhadap Pokémon batu, tetapi tidak terlalu efektif terhadap Pokémon api.

Berhasil merebut Gym!
Berhasil merebut Gym!

Tujuan utama permainan Pokémon ini sama halnya dengan permainan Pokémon pada umumnya adalah untuk melengkapi Pokédex. Kita harus berburu semua jenis Pokémon agar Pokédex kita bisa semakin lengkap. Tapi untuk menaikkan CP dari Pokémon kita, kita juga harus menangkap Pokémon yang jenisnya sudah kita tangkap sebelumnya. Ini akan memberikan apa yang disebut Candy dan Stardust, dua item ini diperlukan untuk mengingkatkan CP dan melakukan evolusi Pokémon. Pokémon yang telah berevolusi akan memiliki CP yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya dan juga menambah kelengkapan di Pokédex.

Pokémon GO ini bisa menimbulkan efek kecanduan. Saya kemarin tanpa terasa berjalan hingga belasan kilometer untuk berburu Pokémon. Sepertinya beberapa bulan kemudian saya bisa kurus karena memainkan game ini. 😀 Menurut saya permainan ini sangat bagus, selain karena bisa melatih kemampuan fisik dan stamina, ini juga membuat kita sering keluar dan melakukan eksplorasi untuk lebih mengenal kemampuan-kemampuan sekitar. Tetapi kita harus hati-hati juga jangan sampai membahayakan diri sendiri dengan terus-terusan melihat ke handphone dan juga jangan terlalu menarik perhatian supaya tidak terjadi kejahatan terhadap diri kita.

Seperti yang saya bilang di awal, game ini baru dirilis untuk daerah New Zealand, Australia, dan Amerika. Untungnya di Android bisa diinstall dengan APK yang bisa didownload di APK Mirror di link ini. Rumornya game ini sedang dibatasi untuk daerah-daerah di luar daerah rilis resmi. Tapi hingga penulisan ini, gamenya kadang-kadang masih bisa diakses. Selamat berburu Pokémon! Gotta CatchEm All!

 

2 thoughts on “#JuliNgeblog Day 7: Bermain Pokémon GO”

Leave a Reply