cover

#JuliNgeblog Day 5: Buku-Buku Jarahan Big Bad Wolf

Bulan Mei lalu saya menemukan sebuah surga baru bernama Big Bad Wolf. Bagi seorang kutu buku seperti saya, melihat lautan buku dengan harga miring merupakan kegembiraan yang tidak terukur. Ibarat seorang anak kecil di toko permen, saya ditemani pacar langsung mengarungi Hall 10 Indonesia Convention Exhibition BSD berburu buku-buku murah dan bagus.

IMG_6221b

Ketika saya menulis di Facebook kalau saya berburu di Big Bad Wolf, banyak orang yang mengenal saya sebagai pengguna Kindle, bertanya kenapa saya masih mau berdesak-desakan hanya untuk buku yang sangat mudah di beli di Kindle Store. Meskipun saya penggemar berat Kindle, bagi saya buku-buku kertas masih tidak tergantikan. Saya punya mimpi memiliki rumah dengan ruang baca yang dihiasi oleh belasan lemari buku. Dan berburu buku menurut saya adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Senjata saya di acara ini hanya satu: aplikasi Goodreads. Biasanya saya ketika membaca ulasan sebuah buku di Goodreads saya langsung memasukkan ke daftar belanja. Tapi mana tahu ada buku-buku bagus yang terlewat, aplikasi ini juga saya gunakan untuk mengscan barcode di buku-buku yang saya anggap menarik. Kalau rating di Goodreads lumayan baik, saya langsung masukkan ke keranjang belanja.

Sayang sekali saya hanya sempat mendatangi acara ini beberapa hari setelah acara di buka. Saya baru tahu tentang acara ini agak terlambat. Ketika saya melihat di Facebook beberapa teman saya yang memamerkan buku-buku hasil perburuan mereka, saya langsung kalap tidak ingin melewatkan kesempatan bagus. Karena Big Bad Wolf sudah berjalan beberapa hari, nampaknya buku-buku bagusnya sudah banyak habis di awal. Agak kecewa awalnya. Tapi ini tidak membuat saya berhenti menikmati acara dan menghentikan saya untuk memborong banyak buku.

IMG_6224bIni adalah beberapa buku yang saya beli di acara Big Bad Wolf. Oh iya, saya sengaja membawa satu koper untuk menampung buku-buku yang saya beli. Meski tidak sebanyak yang saya antisipasi (dan anggaran belanja yang saya sediakan), semua buku itu ternyata hampir memenuhi koper yang saya bawa.

BAND OF BROTHERS, STEPHEN E. AMBROSE.

Ini buku pertama yang masuk keranjang belanja saya. Serial televisi adaptasi buku ini adalah salah satu serial favorit saya. Pertama kali saya tonton ketika SMP di mata pelajaran sejarah (Please don’t ask why, my history teacher was kind of nuts) Saat itu saya menonton hanya karena suka dengan aksinya. Belakangan beberapa tahun terakhir saya menonton karena tertarik dengan sisi sejarah dan humanisme. Saya melihat penggambaran sisi kemanusian seorang prajurit di medan perang di film ini sangat menyentuh hati dan menginspirasi. Saya terinspirasi dengan bagaimana mereka mengambil keputusan, melakukan kesalahan, menanggapi serangan, menghadapi musuh yang sama-sama menjalankan tugas, dan merasakan kehilangan rekan yang sudah dianggap saudara.

Di buku ini saya harapkan akan ada ulasan yang lebih detil dalam wawancara terhadap para prajurit yang kisahnya direka ulang di serial televisi tersebut.

WARRIORS, ROSS KEMP

Saya menemukan buku ini di sebelah buku Band of Brothers. Ketika saya lihat di Goodreads, rating dan reviewnya cukup bagus. Bedanya dengan Band of Brothers yang ulasannya hanya mencakup sebuah unit di sebuah divisi Amerika Serikat pada Perang Dunia Kedua, buku Warriors ini memiliki cakupan yang lebih luas. Ross Kemp membahas tentang peran pasukan Inggris secara lebih luas baik di Perang Dunia Pertama dan Kedua.

THE BOURNE DOMINION, ROBERT LUDLUM & ERIC VAN LUSTBADER

Ketika kuliah saya membaca dua buku Bourne yang pertama yang masih ditulis oleh Ludlum. Buku ini adalah buku kesembilan, cukup jauh dari bagian yang sudah saya baca. Meskipun demikian, saya rasa tidak akan mengurangi keseruan kisah hidup Jason Bourne untuk dibaca.

EARTH UNAWARE, ORSON SCOTT CARD & AARON JOHNSTON

Buku Ender’s Game dan beberapa buku setelahnya Speaker for the Dead, dan Xenocide termasuk ke dalam buku favorit saya. Hal yang saya suka dari seri ini adalah topik-topik yang dibahas di dalamnya sangat luas mulai dari science fiction, politik, militer, kultur, keagamaan, hingga rasa kemanusiaan terhadap mahkluk asing dan dikemas dengan sangat apik. Buku Earth Unaware ini konon menceritakan kisah perang yang terjadi sebelum Ender.

HAPPY FOR NO REASON, MARCI SHIMOFF

Karena, kenapa tidak? Saya rasa semua orang membutuhkan ini. Bagaimana cara menjadi bahagia tanpa alasan. Tanpa perlu materi, ketakutan, keinginan lain dan segala kompleksitas yang akhirnya mendorong kita melakukan hal-hal yang, ironinya, tidak menyenangkan. Ketika saya melihat buku ini tergeletak, saya sangat tertarik untuk membeli karena judulnya sangat mirip dengan slogan saya: “Happiness is state of mind

Itu adalah sedikit ulasan singkat tentang buku-buku yang saya beli di acara Big Bad Wolf. Semuanya masih belum saya baca (kebiasaan!) karena masih banyak antrian bacaan buku yang sudah membengkak bahkan jauh sebelum acara tersebut. Kalau ada teman-teman yang sama-sama suka membaca buku dan tertarik melakukan diskusi tentang buku-buku yang saya sebut di atas atau buku-buku serupa, saya sangat ingin berkenalan! Kalau ada acara Big Bad Wolf lagi, mari kita berburu buku bersama!

NB: Jangan lupa untuk melihat-lihat tulisan-tulisan dari teman-teman yang lain di #JuliNgeblog.

2 thoughts on “#JuliNgeblog Day 5: Buku-Buku Jarahan Big Bad Wolf”

Leave a Reply