HNCK4011-1300x867 (2)

Apa Sih itu #1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia?

Membaca blog post dari bro Okto Silaban, tentang #1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia, saya menjadi ikut berpikir, seberapa butuh e-commerce consulting di Indonesia?

Saya tidak punya data yang pasti, tapi saya cukup yakin dengan tingginya penetrasi internet dan mobile ke masyarakat, dunia e-commerce makin bertumbuh dengan pesat. Dari observasi pribadi saya melihat makin banyak masyarakat yang mencoba-coba untuk berjualan dengan fasilitas internet. Awalnya mengisi waktu luang dengan mengupload barang-barang pribadi yang bisa dijual di social media seperti Facebook, Twitter, Pinterest dan juga Instagram.

Hanya saja menurut saya bergantung pada social media sendiri itu tidak cukup. Penggunaan social media, hanya terbatas pada marketing dan itu pun hanya mengandalkan friend atau follower list yang sebelumnya telah dimiliki oleh si penjual. Memang dengan adanya kekuatan jaringan pertemanan dan kemudahan berbagi, penyebaran pemasaran ini menjadi semakin kuat. Akan tetapi pengembangan e-commerce tidak hanya terbatas pada marketing saja. Ada banyak hal lain mulai dari manajemen ketersediaan stok, pembayaran, customer service, dan juga logistik.

#1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia
#1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia

Ketika penjualan sudah semakin besar, tentu saja penjual membutuhkan lebih dari sekedar situs untuk mengunggah foto dan daftar harga. Untuk itu telah banyak layanan-layanan yang dibangun untuk memberikan jasa ini. Dengan layanan ini, penjual mendapatkan fasilitas-fasilitas secara lengkap. Fasilitas mendasar pada layanan ini tentu saja adalah memberikan situs pribadi dan dengan domain pribadi kepada penjual agar terlihat lebih profesional.

Strategi utama untuk mempromosikan situs e-commerce tersebut, selain mempromosikan di social media, adalah dengan melakukan Search Engine Optimization, atau sering disebut SEO. Layanan e-commerce yang saya sebutkan di atas tentu saja juga harus memperhatikan hal ini. Kalau tidak akan sangat sulit bagi pengguna agar bisa terekspos melalui search engine.

Sekarang memang sudah banyak layanan-layanan yang memberikan fasilitas ini. Yang cukup populer belakangan ini antara lain Sirclo.com, Pixtem.com, dan Shopify.com. Fitur-fitur yang ditawarkan pun beragam. Dan fitur-fitur yang ditawarkan pun lengkap, seperti yang sudah saya sebutkan, layaknya fitur pembayaran, manajemen pemesanan, dan layanan pelanggan.

Yang jelas, layanan-layanan di atas bertujuan untuk mengambil profit dari kepuasan pelanggan. Tetapi belakangan juga ada yang menyebut diri sebagai Non-profit E-Commerce Consulting. Ini agak membingungkan karena baru pertama kali saya mendengar istilah non-profit disandingkan dengan e-commerce maupun consulting. Tapi sangat salut ada yang masih peduli dengan perkembangan UKM di Indonesia ini sehingga mau membantu konsultasi hal-hal seperti Search engine optimization, kepada para UKM tanpa mendulang profit.

Jayalah selalu UKM Indonesia.

**disclaimer: this is just a internal joke. thank you bro okto for the idea.

(stock photo free from picjumbo.com)

4 thoughts on “Apa Sih itu #1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia?”

  1. Non Profit ama e commerce, kok kayaknya ada yg dirahasiakan ya om ? Klo mau profit ya bilang profit aja ga usah pake bilang Non, ternyata dibelakangnya Uhuyyyy hehehehe…

Leave a Reply