Sepantun Dua Pantun

Minggu ini ada beberapa pantun yang terlintas di pikiran.

Pantun pertama cukup singkat

Mentari setitik merambat tinggi. Wahai putri cantik, selamat pagi!

Bisa dimodifikasi jadi

Fajar setitik merambat tinggi. Wahai pacar cantik, selamat pagi!

untuk yang sudah punya pacar. Bisa juga diganti dari ‘putri’ jadi ‘istri’ untuk pantun pertama kalau memang sudah punya istri.

Ada juga yang ini kepikiran saat menikmati roti keju dan minum cokelat panas.

Terbanjur cokelat, roti keju sedap dihidang. Terlanjur melekat, senyummu sekejap dipandang

Untungnya kata ‘banjur’ ternyata masih ada di kamus bahasa Indonesia.

Dan yang terakhir baru saja terpikir.

Pohon pakis di bahu pagar,
rantingnya lima batangnya kelabu.
Sungguh manis suaramu kudengar,
kan selalu bergema di relung kalbu.

UPDATE: Ini masih bisa dibagusin

Tumbuh perdu di bahu pagar,
rantingnya lima berwarna kelabu.
Sungguh merdu suaramu kudengar,
serasa bergema meruah di kalbu.

Happy Valentine, anyway!

Leave a Reply