Tentang Hal-Hal Berkaitan Harga BBM Ini

Saya tidak terlalu suka membahas hal-hal yang sifatnya menyangkut politik nasional. Pendidikan nasional mungkin, tapi tidak perpolitikan. Tapi saya rasa sebagai orang yang sudah mulai masuk ke dunia kerja dan masyarakat, saya perlu memperhatikan hal-hal yang menyangkut kepentingan orang banyak. Satu hal yang ingin saya bahas di sini adalah pendapat saya mengenai kenaikan harga BBM.

Dalam hal-hal berkaitan harga BBM ini, posisi saya adalah mendukung kenaikan harga BBM. Awalnya mungkin saya tidak terlalu peduli, karena sebagai orang dari kelas menengah yang relatif mampu, saya rasa saya tidak terlalu terpengaruh banyak dengan kenaikan harga BBM ini. Tapi sebagai seseorang yang mempunyai latar belakang akademik, saya rasa saya harus mengetahui apa sih dampak dari kebijakan tentang harga BBM ini. Dan saya pun coba bertanya-tanya ke rekan-rekan saya yang ada di Teknik Perminyakan tentang pendapat mereka.

Dari semua alasan dukungan harga BBM naik, satu alasan yang menurut saya logis adalah untuk menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan minyak dan agar sumber-sumber energi selain minyak mampu bersaing. Salah seorang rekan saya, Yvan, alumni Teknik Perminyakan menyatakan bahwa cadangan minyak Indonesia sebanyak 4 milyar barel sementara konsumsi minyak sebanyak 1.3 juta barel. PER HARI. Ini menurut saya rasio yang sudah sangat alarming. Jika mengasumsikan kita tidak mendapat cadangan minyak baru lagi, maka cadangan minyak kita tersebut akan habis dalam kira-kira sebelas tahun.

Mudahnya melakukan kredit mobil dan motor sekarang ini telah mengamankan kepastian peningkatan jumlah konsumsi minyak bangsa ini. Dan akan sangat mungkin angka sebelas tahun itu bisa memendek menjadi sepuluh, sembilan, atau delapan. Dan menurut beberapa rekan saya di Teknik Perminyakan, kalaupun dalam jangka waktu sebelas tahun itu ada eksplorasi-eksplorasi yang berhasil menemukan sumber minyak baru, hasil bersihnya pun baru bisa dinikmati bertahun-tahun setelahnya.

Dan poin saya di sini adalah untuk menyoroti bahwa masyarakat kita terlalu tergantung pada bahan bakar minyak. Lalu kenapa masyarakat Indonesia ini tidak punya alternatif bahan bakar lain? Ya, sudah jelas bahwa karena dulu BBM kita harganya sangat murah, maka investasi di energi-energi alternatif terlihat sangat tidak menguntungkan. Buat apa repot-repot mengeluarkan uang banyak untuk meriset sumber energi alternatif? Kalaupun berhasil ditemukan, toh, masyarakat pasti membeli minyak karena harganya pasti lebih murah.

Menurut saya kenapa BBM harus naik? Pertama, untuk menghemat persediaan minyak yang kita miliki. Dulu ada pernyataan bahwa bumi ini bukan milik kita, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Dan saya baru merasa pernyataan ini ada benarnya. Dengan murahnya BBM, masyarakat kita terlena dan tidak menyadari semakin besarnya konsumsi minyak dan semakin sedikitnya cadangan minyak. Seolah-olah sumber minyak sangat mudah ditemukan dan selalu ada kepastian untuk menemukannya. Saya belajar dari rekan-rekan saya dari ilmu kebumian bahwa untuk menemukan di mana minyak berada itu sangat susah. Sekarang mungkin memang jadi lebih mudah dari bertahun-tahun lalu, tetapi ini harus dibayar dengan teknologi yang mahalnya bukan main. Dan teknologi ini sayangnya bukan milik anak negeri ini melainkan milik asing.

Kedua, agar energi-energi alternatif bisa bersaing. Karena harga BBM sudah naik maka bidang energi-energi alternatif mulai dapat menarik untuk diinvestasi. Negara ini memang kaya minyak (meski konsumsinya juga besar), tapi negara ini juga kaya sumber energi lain seperti gas, geotermal, hydropower, dll. Tapi, ya itu, karena BBM relatif terlalu murah maka mungkin investor sangat enggan untuk berinvestasi di Indonesia ini. Keuntungan BBM naik adalah untuk meningkatkan diversifikasi sumber energi di negeri ini.

Lalu apakah saya egois? Kalau saya egois, saya sudah beli mobil atau motor dari dulu dan ikut berpartisipasi dalam usaha penghabisan minyak secara massal. Saya juga bisa aja menyalakan semua alat elektronik yang tidak perlu selama seharian. Tapi saya tahu bahwa saat ini kita terlalu tergantung pada minyak pada mobil-mobil pribadi kita dan pada pembangkit listrik kita. Masalahnya adalah kalau kita begini terus, menikmati murahnya harga BBM, maka harga BBM beberapa tahun lagi mau tidak mau pasti akan melambung tinggi dan pemerintah akan kesulitan untuk melakukan subsidi karena porsi minyak yang harus kita impor akan menjadi jauh lebih banyak. Saat itu kita sudah terlalu terlambat untuk melakukan diversifikasi energi.

Bagaimana dengan rakyat kecil yang miskin? Kalau mau jujur, saya juga sudah tidak tahu lagi bagaimana. Sejujurnya sangat mudah bagi saya untuk menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran saya terhadap inflasi atau kenaikan harga barang yang terjadi setelah kenaikan BBM. Atau saya juga bisa saja lari keluar negeri. Kadang saya terlalu merasa bangsa ini yang menimpakan malapetaka terhadap dirinya. Tidak hanya pemerintahnya, tapi rakyatnya juga yang egois.

Beberapa tahun sebelum ini, kita juga pernah merasakan kenaikan BBM. Di saat itu ada beberapa hal yang tidak saya mengerti. Sebagai contoh, seminggu sebelum kenaikan BBM diumumkan, ibu kosan saya memberitahu bahwa ada penyesuaian harga sewa kosan saya karena kenaikan BBM. Yang saya tidak mengerti adakan kenapa kenaikan harganya bisa sampai 20%, yang lebih tidak saya mengerti adalah bahwa si ibu kosan saya itu amat sangat kaya raya. Rumahnya sangat megah, mobilnya pun sangat mewah. Dan sebelum harga BBM naik, harga-harga makanan pun mulai naik yang tadinya biasanya 5000 jadi 6000.

Saya tidak tahu apakah segitu besarnya komponen biaya BBM terhadap harga barang. Maksudnya di sini adalah, secara logika komponen BBM pada harga pokok itu asalnya dari biaya transportasi. Kalau komponen BBM pada sebuah produk katakanlah hanya 10%, kenaikan BBM sebanyak 30%pun harusnya hanya 3% dari harga produk tersebut. Tapi harga-harga makanan naiknya bisa sampai 20% dari harga awal. Dan ini terjadinya malah sebelum BBM naik. Selain itu juga mobil-mobil yang baru dan lebih bagus justru yang menghabiskan BBM murah untuk rakyat kecil. Padahal kalau ini tidak terjadi harusnya BBM kita tidak perlu melonjak terlalu tinggi dalam waktu yang sangat dekat. Bukankah ini salah satu contoh keegoisan dari masyarakat kita?

Saya makin merasa bahwa semua malapetaka ini justru didatangkan oleh kita sendiri. Dan yang harus menanggung penderitaannya adalah mereka yang tidak mampu karena makin terhimpit. Dan saya rasa ini merupakan hukuman bagi kita semua, kita harus melihat kepedihan penderitaan rekan-rekan senegara kita yang tidak mampu hanya karena keegoisan kita. Semoga ini menjadi panggilan buat kita untuk bangun dan sadar bahwa kita harus berbuat lebih banyak bagi teman-teman kita yang tidak mampu dan juga bagi anak cucu kita.

Pemerintah juga harus lebih berbenah. Mulai adakan penghematan di sana-sini dan efisiensi anggaran pemerintah. Pemerintah harus mulai membangun sarana transportasi massal yang aman dan nyaman. Dan pemerintah juga harus mulai mendukung riset teknologi untuk mencari sumber-sumber energi alternatif.

One thought on “Tentang Hal-Hal Berkaitan Harga BBM Ini”

  1. klo kata temen saya, referensinya dia dari arifin panigoro atau aburizal bakrie (entah dia lupa), bisnis energi itu 10%-nya urusan teknis. 90%-nya urusan politik 😀

    saya juga setuju naik. alasan yang paling dekat dan realistis adalah agar APBN tidak jebol untuk mensubsidi BBM bersubdidi.

    dalam jangka panjang, seharusnya kita tidak boleh tunduk kepada produsen sepeda motor dan mobil. baik pabriknya, negaranya, maupun asosiasi pedagang-nya di negara kita. memulainya dari kebijakan uang muka 20%-30% adalah tindakan yang tepat.

    selain itu, kendaraan maupun instalasi listrik yang lain harus mulai dikonversi ke non BBM. entah dari gas, atau sumber energi alami yg lain. petra benar, untuk itu harga BBM harus mahal, supaya investasi ke jenis energi alternatif yang lain, bisa menarik minat para investor yang duitnya banyak.

    pastinya, kebijakan transportasi massal dan dengan kendaraan dari pengusaha dalam negeri, adalah solusi yang mesti diterapkan sejak sekarang.

Leave a Reply