Kokopdaran Bandung di Food Culture IBCC

Berawal dari tradisi para blogger Bandung yang tergabung di Batagor.net yang selalu kumpul-kumpul tiap tahun di festival kuliner IBCC, sekarang tradisi ini tetap dilakukan oleh teman-teman dari banyak kalangan: blogger, pengguna twitter, preman twitter, fotografer asli, fotografer-fotograferan, penulis beneran, penulis bohongan, pelari, pembaca blog,,,, err… berasa banyak banget kayaknya. Yah, gak peduli siapa dia yang penting ikut kumpul, ikut makan, ikut tertawa, ikut ramai, ikut senang, ikut kenyang.

Kopdar kemarin ini (02/07) yang datang benar-benar ramai: ada Bu Shasya (@pashatama) dan Ka Arie (@mariasari) sebagai nyonya rumah (tapi kita-kita tetap bayar makanan masing-masing. cih.), ada Ratri (@ratrichibi), Senny (@sennyoktaviani), Selly (@sososibuk), ada juga Catur (@moyocatur) penyiar RKTI yang selalu curhat soal cinta tapi akhirnya dapat pacar juga, Adi (@Ciel_Duke), Adham (@adhams), Nita Sellya (@NitaSellya), Ade Anom (@adeanom), Eci (@dyanti) fotografer kita, Ichanx (@ichanx), Fauzan (@fauzanalfi), Ade Anto (@adeanto), Sanny (@tekoAjib), Cory (@corayzone), dan tentunya Biyan (biyaaaaaan!).

Bercerita tentang kopdar makan-makan di IBCC rasanya tidak lengkap kalau tidak bercerita tentang apa yang dimakan di sana. Seperti biasa, saya makannya banyak (kapan bisa kurus, pet…..).

Es Krim Cincau

Saat saya tiba di tempat, saya melihat Ratri sudah duduk tenang menikmati segelas yang terlihat isinya ada cincau. Tapi ternyata bukan hanya cincau, tapi minuman ini namanya Es Krim Cincau. Es Krim Cincau ini, seperti namanya, adalah campuran es krim dan es cincau ditambah daging alpukat. Minuman ini sangat kreatif dan campuran rasa antara es krim dan cincau ternyata enak sekali.

Untuk makanan beratnya saya pesan Kwetiau Goreng Babi. Di Food Culture ini ada stand yang menyediakan hidangan menggunakan daging babi. Di tempat saya pesan kwetiau ini ada beberapa menu lain seperti Nasi Goreng Babi dan Mie Goreng Babi. Menurut Bu Shasya ada juga menu-menu lain di stand lain, tapi saya belum sempat mencoba menu-menu tersebut. Mumpung Food Culturenya masih sampai tanggal 10, saya akan berusaha menyempatkan diri untuk mencicipi menu-menu babi yang lain. Oh ya, kwetiau ini meski agak terlalu manis tapi rasanya enak, mungkin memang sudah jelas karena pakai daging babi, hehe. Harganya pun tidak terlalu mahal untuk ukuran masakan daging babi.

Kwetiau Goreng Babi

Salah satu makanan yang menarik di Food Culture IBCC ini adalah menu-menu daging kelinci. Orang-orang yang tinggal di Bandung terutama yang tinggal di Lembang pasti tidak asing dengan sate kelinci. Tapi salah satu stand di IBCC ini selain menyediakan sate daging kelinci juga menyediakan menu-menu olahan daging kelinci seperti Gule Kelinci dan Martabak Kelinci. Saya hanya sempat mencicipi Sate Kelinci yang dipesan Fauzan. Rasanya tidak terlalu enak, malah terkesan agak hambar. Tapi Fauzan bilang saat dia ke IBCC beberapa hari yang lalu sate kelinci yang dia makan rasanya lebih enak daripada yang sekarang.

Tahu Brintik

Menu selanjutnya yang saya pesan adalah Tahu Kribo. Stand tempat saya memesan makanan ini menyediakan masakan-masakan dari tahu seperti Tahu Brintik, Tahu Bantal, Tahu Stick Mayo, dan Tahu Kribo. Tahu Kribo ini tahu ditabur abon sapi, mayonaise, saus, dan di dalamnya ada semacam kacang. Dan menurut saya, Tahu Kribo ini rasanya benar-benar aneh.

Kiri: Phuket Sundae. Kanan: Majesty Choco Delight

Dan terakhir, dua terakhir tepatnya, adalah Es Krim! Biarpun saya sudah memesan Es Krim Cincau, tapi saya tiba-tiba kepingin makan es krim lagi. Saya pesan Phuket Sundae di salah satu stand. Es krim ini ya seperti es krim Sundae biasa. Tapi es krim ini ENAK BANGET! Saking terlalu enaknya saya jadi pesan lagi yang ukurannya lebih besar dan bahan-bahannya lebih banyak: Majesty Choco Delight. Dan es krim yang ini pun ENAK BANGET! Saya memakannya pelan-pelan sesendok demi sesendok. Kalau ingin yang porsi lebih kecil, standnya juga menyediakan ice cone dengan bahan es krim yang sama.

Demikianlah pembahasan utama tulisan ini yakni tentang makanan-makanan yang saya makan di Kopdar Bandung ini bukan tentang kopdarnya. Yang jelas, Food Culture IBCC ini masih berlangsung hingga tanggal 10 Juli ini. Jadi bagi yang merasa penasaran dengan makanan-makanan yang saya tulis di atas, masih bisa menikmati, kok. Jangan lupa bawa teman-teman yang banyak biar ramai. Karena, menurut saya, senikmat apapun makanan yang saya nikmati tidak akan lebih nikmat tanpa kehadiran canda tawa dari teman-teman.

*Disclaimer: Bukan tulisan berbayar. Makanan yang saya makan, saya bayar sendiri.*

One thought on “Kokopdaran Bandung di Food Culture IBCC”

Leave a Reply