ITB – BlackBerry Developer Day

BlackBerry Dev Day @ ITB

Kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan media di acara BlackBerry Developer Day yang diadakan di kampus ITB. Sebenarnya sejak diutarakan rencana pengadaan acara ini saat Bandung Ventures Night 2011 yang lalu, saya berencana untuk tidak mengikutinya. Tapi beberapa hari yang lalu, saya bersama Fauzan diajak Wiku untuk menghadiri pertemuan media tersebut untuk mewakili komunitas blogger Bandung. Karena pertemuan ini tidak terlalu lama (hanya 1 jam dari keseluruhan acara dari pagi hingga sore), saya akhirnya menyempatkan diri untuk datang.

Saya dan teman-teman blogger dan media lainnya diberi kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Johan Kremer (Head of Alliances for SEA, Research In Motion (Singapore) Pte Ltd) dan Sarim Azis (Senior Applications Development). Ada banyak sekali topik yang kami perbincangkan bersama mereka, mulai dari BlackBerry Playbook, pasar mid-low end, hingga pendekatan terhadap para developer. Di antara semua topik pembicaraan tersebut yang menurut saya sangat menarik adalah pendekatan RIM kepada kampus-kampus di Indonesia.

Pada Bandung Ventures Night 2011 lalu, Profesor Suhono Supangkat dalam sambutannya selaku Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB mengatakan bahwa ITB telah mendiskusikan rencana kerja sama dengan Research In Motion. Kerja sama ini tidak lain bertujuan untuk menarik minat dan mengembangkan kemampuan para mahasiswa ITB untuk menghasilkan ide-ide konten dan aplikasi berbasis BlackBerry. Berita ini merupakan sebuah kabar gembira, mengingat BlackBerry sudah mulai menjamur di kalangan masyarakat Indonesia baik itu dari sisi pengguna maupun pengembang. Kebetulan saya menggunakan BlackBerry 9780 dan banyak sekali rekan saya alumni Informatika ITB yang merupakan pengembang aplikasi BlackBerry.

Acara BlackBerry Developer Day di ITB ini merupakan acara kelima yang diadakan RIM di Indonesia sekaligus acara pertama yang diadakan di lingkungan kampus. Tidak perlu disebutkan lagi, dengan adanya acara di ITB ini, RIM bermaksud untuk menjaring sebanyak mungkin minat para mahasiswa dari berbagai kampus terutama mahasiswa jurusan ilmu komputer untuk menjadi pengembang aplikasi BlackBerry. Dan melihat banyak sekali kenalan saya (dari ITB maupun universitas lain) yang mengikuti acara tersebut, saya rasa memang minat dari para mahasiswa tersebut sudah sangat tinggi.

Kiri: Sarim Azis, Kanan: Johan Kremer

Pak Johan menjelaskan bahwa dari RIM sendiri sudah memiliki program BlackBerry Academic. Program ini, seperti halnya program-program akademi yang ada di Microsoft, Oracle, dsb, merupakan wadah bagi kampus yang ingin mengintegrasikan kemampuan pengembangan produk ke dalam kompetensi lulusan kampus tersebut. Tingginya minat masyarakat Indonesia sendiri terhadap penggunaan handset BlackBerry telah meningkatkan permintaan terhadap konten atau aplikasi yang makin banyak dari hari ke hari. Ini merupakan tugas bagi para kampus agar dapat mempersiapkan lulusannya agar dapat langsung terjun ke industri untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Kompetensi-kompetensi yang ditawarkan pada program ini sangat bervariasi. Kompetensi yang paling dasar mungkin adalah pengembangan aplikasi berbasis BlackBerry dengan teknologi Java, C++, ataupun Adobe Air (untuk produk lini PlayBook tentunya). Dan yang paling advance sendiri adalah pengembangan aplikasi-aplikasi enterprise dengan menggunakan teknologi BlackBerry Enterprise Server yang dapat tersambung ke infrastruktur-infrastruktur informasi sebuah perusahaan seperti mail server, web server, dll. Dukungan dari RIM sendiri juga sudah termasuk di antaranya beberapa handset yang akan diberikan untuk kampus, kakas pengembangan (SDK), materi-materi pembelajaran bagi instruktur, serta akses ke teknologi BlackBerry Enterprise Server.

Ada demo PlayBook juga.

Pak Johan sendiri mengakui bahwa telah banyak kampus di Indonesia ini yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini. Mengenai berapa jumlah persisnya, beliau tidak memegang angka tersebut dan mungkin jika memang perlu bisa ditanyakan kepada tim di markas besar RIM di Kanada yang mengurusi masalah program ini. Kalau dilihat di situs BlackBerry Academic sendiri, universitas di Indonesia yang sudah resmi terdaftar hanyalah Universitas Bina Nusantara. Saya cukup berharap bahwa tidak akan lama lagi ITB pun juga akan resmi melengkapi daftar tersebut.

Setelah acara bincang-bincang dengan pak Johan, saya juga sempat berbicara dengan Profesor Suhono di sela-sela sesi makan siang. Saya menanyakan bagaimana persisnya nanti bentuk kerja sama antara BlackBerry dengan RIM, apakah dengan membuka semacam education center atau kuliah terbuka seperti yang sudah dilaksanakan oleh Microsoft Innovation Center, Sun (dulunya) Java Competency Center, dan Qualcomm Distance Learning Program. Beliau mengungkapkan bahwa modelnya tidak akan jauh seperti itu. Program ini tidak akan disisipkan ke dalam kurikulum resmi ITB, tetapi nanti bentuknya lebih ke ekstrakurikuler. Hal ini sudah saya duga, karena dari dulu ITB memang sudah berprinsip bahwa kurikulum itu sifatnya konseptual dan tidak akan tergantung pada vendor apapun.

PlayBook imut. Bisa masuk kantong celana.

Selain itu untuk mendukung pengembangan minat ini, ITB juga mengadakan kerja sama dengan Kompas untuk mengadakan semacam kompetisi sekaligus pembinaan bagi para calon pengembang konten BlackBerry. Program ini bernama KIAD Competition atau Kompas-ITB Application Developer Competition. Program ini dilaksanakan selama setahun untuk menjaring ide-ide kreatif para calon pengembang untuk mengembangkan aplikasi BlackBerry dengan memanfaatkan konten Kompas (atau jaringan Kompas lainya). Ide-ide yang masuk akan terus diadu dan juga dibina dalam tahap demi tahap agar lebih baik. Proses penjurian dan pembinaan ini akan dilakukan oleh para ahli yang berasal dari pengajar ITB, Kompas, dan juga RIM sendiri.

Akhir kata, menurut saya sendiri sebagai seseorang masih berada di lingkungan Informatika ITB, acaranya sifatnya sangat baik untuk memenuhi rasa keingintahuan dan minat para mahasiswa yang, berdasarkan pengamatan saya selama ini, sangat tinggi. Himpunan mahasiswa Informatika ITB sendiri telah mencanangkan program untuk meningkatkan kompetensi teknis untuk melengkapi kompetensi konseptual yang diberikan di kuliah. Ini juga dipicu oleh keberhasilan rekan-rekan serta senior mereka yang telah menorehkan banyak sekali prestasi di bidang aplikasi mobile content. Saya berharap ke depannya tidak hanya BlackBerry dan Nokia (yang sudah lebih dulu) yang mendekatkan diri ke kampus tetapi juga vendor-vendor lainnya seperti Android, iPhone, dan lain-lain.
(Tulisan ini berasal dari Blog ITB saya. Link.)

2 thoughts on “ITB – BlackBerry Developer Day”

  1. I like the valuable information you provide in your articles. I’ll bookmark your blog and check again here regularly. I’m quite sure I’ll learn a lot of new stuff right here! Good luck for the next!

Leave a Reply