Movie Marathon: Devil, Daybreakers, Drive Angry, Centurion

Udah lama banget kepingin nulis salah satu aktivitas yang sangat gw sukai. Aktivitas ini gw namakan Movie Marathon. Karena gw jarang sekali jalan keluar kosan untuk ke tempat hiburan seperti mall, gw jarang sekali pergi ke bioskop. Makanya sekalinya ada kesempatan pergi ke mall, biasanya gw langsung gunakan untuk nonton beberapa film sekaligus.

Kenapa gak donlot? Menurut gw ada banyak kenikmatan yang gak bisa gw dapatkan dari nonton film donlotan ketimbang nonton di bioskop. Beberapa di antaranya karena gak ada AC, kursi (yang relatif) nyaman, ruang lega, tempat jualan popcorn, dan soundsystem yg enak di kamar kosan. Selain itu juga gw bisa ngeliat keramaian, cuman biar ganti suasana dari keseharian gw yg jarang ketemu orang.

Alasan yang terpenting adalah karena sejak 3 tahun lalu ini gw udah berprinsip untuk sebisa mungkin gak bakal nonton film selama masih bisa ditonton di bioskop atau TV lokal. Dan dari sekian banyak marathon yg gw lakukan, baru kesampaian nulis sekarang gara2 😀 semoga gak jadi yang terakhir.

Anyway, kemaren sebenernya gw gak ada rencana sama sekali pengen nonton. Tapi berhubung beberapa hari terakhir lagi ada beberapa hal yang bikin emosi, akhirnya siangnya impulsif jalan kaki dari kosan ke Ciwalk buat mendinginkan kepala. Dan di tengah jalan malah kepikiran buat nonton.

Film pertama yang gw tonton itu Devil. Ini juga gak direncanakan. Gw gak pernah suka yang namanya film misteri, apalagi begitu ngeliat nama M. Night Shyamalan tertera di posternya. Dari semua filmnya yang gw tonton, mungkin cuman The Last Airbender aja yang gak bikin buku kuduk gw berdiri, jantung gw hampir mau copot, dan gw gak bisa tidur beberapa malam.

Gw nonton ini karena gw ketuker judul antara Devil dan Drive Angry, soalnya temanya sama-sama soal setan, huruf depannya D, dan pikiran gw lagi mumet. Berhubung gw gak mau rugi ya terpaksa gw tonton.

Tema utama dari film ini adalah tentang penghakiman dosa. Di film ini dikisahkan tentang saat-saat di mana iblis akan melakukan penghakiman terhadap para pendosa dan menuntut nyawanya ke neraka. Pada salah satu saat tersebut ada 5 orang yang terjebak di dalam sebuah lift dan di antara 5 orang tersebut ada iblis yang menyamar sebagai salah satunya. Sepanjang film, orang-orang tersebut dibunuh satu per satu di dalam lift dengan cara yang sangat sadis oleh orang yang merupakan penyamaran dari si iblis.

Meski secara subjektif gw gak terlalu suka dengan film ini karena gw emang gak suka film horror dan gw juga rada gak suka tempat-tempat sempit kayak lift, tapi menurut gw permainan psikologi yang dialami oleh kelima orang di lift ini cukup seru. Selain juga gw lumayan suka dengan beberapa twist ala Shyamalan, bener-bener bikin kaget. Dan film ini sukses bikin gw gak bisa tidur tadi malam. Kapok nonton film horror lagi. 😀

Film selanjutnya yang gw tonton adalah Daybreakers. Pas ngeliat judulnya di jadwal studio, gw mikir, Ampun deh ini film tahun berapa, kok baru keluar hari gini di Bandung… Berhubung gw juga belum pernah nonton gara-gara emang baru keluar di Bandung akhirnya ya gw nonton aja lah ketimbang mesti donlot.

Menurut gw ini film temanya gak terlalu umum. Kalo di banyak film vampir itu populasinya kecil dan hidup tersembunyi, di film ini vampir itu populasi terbesar di dunia dan memiliki keseharian seperti manusia. Bedanya keseharian tersebut di malam hari karena mereka bakal terbakar kalau kena ultraviolet. Ceritanya di film ini ada penyakit yang mewabah yang mengubah hampir seluruh populasi manusia menjadi vampir menyisakan segelintir populasi manusia. Sialnya para vampir ini menghadapi bencana kelaparan karena populasi manusia yang diambil darahnya menjadi sangat sedikit. Ada salah seorang ilmuwan dari para vampir ini mencari cara agar kaumnya para vampir tidak punah sekaligus menjaga kaum manusia tidak menhadapi nasib yang sama.

Kalo dipikir-pikir ini konsepnya seperti gabungan dari beberapa film. Model human-farm di mana manusia diternakkan untuk diambil darahnya mirip kayak di The Matrix di mana manusia diternakkan untuk diambil emosinya sebagai pembangkit listrik (yang lebih jelasnya ada di seri Animatrixnya). Kalau tentang outbreaknya emang standar kayak film-film zombie (28 Days Later, Resident Evil dkk) tapi bedanya, kalau di sini manusia masih punya kesadaran setelah terjangkit wabahnya. Dan yang terakhir, bener-bener nostalgia, Blade, dari mulai gaya vampirnya kebakar dan meledak kalo kena panah di jantung sampe seragam tentara vampir yang pake helm hitam.

Dan film ketiga, Drive Angry (udah mulai pegel ngetik). Gw nonton ini karena kayaknya film ini cukup buzzing. Anyway setelah gw nonton, entah kenapa menurut gw ini film agak-agak gak jelas, mulai dari Nicolas Cage dateng-dateng ujug-ujug nembak-nembakin orang-orang (agak berlebihan kata ulangnya :P) sampe kaki putus, tangan putus, dll abis itu nanyain ke orang yang masih hidup tentang keberadaan seorang bayi terus abis itu secara sadis nembakin mobil orang itu sampe meledak.

Rupanya Nicolas Cage ini kabur dari neraka buat nyari bayi dari anaknya dia yang mati dibunuh oleh sekte pemuja iblis yang sekaligus pengen ngorbanin bayi tersebut. Dan gak jelas kenapa si Nicolas Cage sepenting itu harus sampe kabur dari neraka buat nyelamatin cucunya giliran anaknya mau dibunuh dianya katanya cuman nonton dari neraka. Udah gitu ada William Fitchner yang jadi tukang ngejar orang kabur dari neraka. Anehnya mereka berdua tau cara keluar dari neraka, tau cara balik ke neraka, tapi buat nyari orang aja mesti nanya-nanya sana-sini.

Tapi biar aneh, lumayan menghibur juga sih nontonnya. Yang jadi heroinenya, Amber Heard, she is so damn hot. Kayaknya jarang ngeliat. Begitu ngecek biografinya ternyata emang dia masuk kategori Hottest/Sexiest Woman di FHM sama Maxim. Selain itu entah kenapa gw ngerasa agak gatel ngeliat rambutnya Nicolas Cage. Bener-bener gak cocok. Lebih keren di Ghost Rider atau Con Air deh.

Oh ya, karena kebetulan gw nonton yang versi 3Dnya, gw rasa efek 3Dnya lumayan seru juga. Kadang-kadang suka kaget tiba-tiba ada schrapnel, peluru, pedang, kapak, dan beberapa barang-barang lain tiba-tiba keluar dari layar.

Dan setelah ketiga film itu, yang terakhir gw tonton adalah Centurion. Sebelum ngebeli tiketnya gw gak pernah denger judul ini film sih. Tapi karena ditayangin di Premiere Ciwalk sepertinya gak terlalu jelek lah yah. Well either this or gw nonton Paranormal Activity 2 atau Letters to Juliet. 😀

Dari semua film yang gw tonton kemarin, film ini menurut gw adalah yang paling bagus. Film ini berkisah tentang sekelompok tentara Rowami yang selamat dari pembantaian para gerilyawan Pict. Tentara-tentara ini dipimpin oleh seorang Centurion untuk menyelamatkan diri dari perburuan bangsa Pict.

Ceritanya, menurut gw, lumayan bagus meski temanya juga standar: segelintir orang dikepung sama banyak orang, satu per satu mati dan sisanya bisa mengalahkan orang-orang yang mengepungnya. Tapi gw suka sama gaya gambarnya dan setting tempatnya yang bagus.

Kalau dipikir-pikir, bisa kebetulan juga yah gw nonton serangkaian film yang memiliki satu kesamaan: darah. Bukan hanya percikan darah hasil tembakan atau sayatan kecil, tapi benar-benar darah muncrat ke mana-mana. Keempat film ini punya level gore yang lumayan juga. Selain darah muncrat, ada kepala meledak, leher kepotong, kaki patah sampai tulangnya keluar dari daging (ewww).

Well, that’s all for the marathon. Gak sabar pengen nonton lagi 😀

3 thoughts on “Movie Marathon: Devil, Daybreakers, Drive Angry, Centurion”

  1. blogwalking yaa kak petraaa ;D

    drdulu aku jg plg ga doyan sm si Mr.Night S itu. film2nya antara horor2 aneh yg bhkan kadang pas aku ntn ga nangkep mksudnya apaan -__-”

    ud lama ni ga marathon film T-T

Leave a Reply