Makan-makan!

Kalimat “Makan-makan!” adalah kalimat yang sekarang sudah lumrah diucapkan untuk seseorang yang sedang berbahagia.

Kalau dulu ketika ada orang yang sedang berulang tahun, biasanya yang bersangkutan diberi ucapan, “Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umur“. Sekarang sudah banyak yang hanya memberikan ucapan, “Makan-makan!” atau variasi yang lebih panjang, “Ditunggu makan-makannya“. Tidak hanya yang berulang tahun tapi juga untuk orang yang sedang berbahagia meskipun dari hal-hal yang kecil: mulai dari lulus sidang, wisuda, baru diterima kerja, baru dapat pacar, ataupun baru gajian.

Dulu ketika gw masih belum terbiasa dengan ucapan “Makan-makan!” ini gw merasa bahwa orang yang menyodori ucapan ini memang ingin diberi makan. Wajar lah sesama mahasiswa, patut diberi makan. Jadilah gw memberi mereka makan. Karena pada saat itu menurut pendapat gw memberi makan orang yang kelaparan adalah sebuah kebaikan. (Sampai sekarang, sih, masih. Tapi yang ingin gw sampaikan adalah betapa bego polos dan lugunya gw saat itu). Sejak itu gw jadi dikenal di antara temen-temen sebagai orang yang senang memberi makan orang lain.

Kembali ke masalah “Makan-makan!”. Setelah sekian lama akhirnya gw menyadari bahwa ucapan ini hanya lah menjadi sekadar ucapan saja. Atau lebih tepatnya ucapan dengan maksud oportunis yang tersembunyi. Yah kalau diajak makan syukur, kalo enggak ya enggak. Di lain pihak, ada juga orang yang merasa terbebani dan kemudian menjadi sebal terhadap ucapan ini. Orang-orang ini akhirnya masuk ke kalangan orang-orang yang menyembunyikan berita-berita bahagianya, sebagai contoh orang-orang yang tidak menampilkan tanggal ulang tahun di Facebook.

Gw selalu percaya bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Berangkat dari keyakinan gw itu, gw menarik sebuah hikmah dari ucapan “Makan-makan!”. Orang yang memberikan ucapan ini sebenarnya orang yang mendoakan kita sangat dalam karena ucapan ini memiliki banyak makna.

Makna pertama yang gw simpulkan adalah orang tersebut mendoakan kita bisa selalu makan setiap hari. Makan setiap hari merupakan sebuah simbol dari kemakmuran yang dianugerahkan oleh Tuhan YME. Bukan kah doa supaya kita bisa makan setiap hari itu adalah doa yang sangat mulia di balik kesederhanaannya.

Makna kedua kembali menyiratkan sesuatu yang dalam di balik kesederhanaan ucapan “Makan-makan!”. Para pendahulu kita sering mengukur kebaikan seseorang dari seberapa sering orang tersebut memberikan makan kepada orang yang lain. Orang yang baik adalah orang yang sering memberi makan kepada sesamanya. Gw yakin dengan ucapan tersebut kita diharapkan berguna bagi sesama kita manusia mulai dari berbagi anugerah Tuhan yang paling sederhana yakni memberi makan.

Dan kesimpulan terakhir gw adalah bahwa orang yang memberikan ucapan tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa dia akan selalu setia terhadap yang berbahagia meski hanya sekadar untuk menunggu pemberian makanan. Ini adalah pernyataan yang sangat tulus. Orang tersebut bukan berkata, Bagi-bagi mobil!atauย Bagi-bagi rumah!” tetapi dengan Makan-makan! atau dengan kata lain, Gw akan selalu berada di dekat lo biar cuman buat nunggu makan-makan doang. (yah tapi kalo dikasih mobil gak nolak juga sih)

Akhir kata, ucapan Makan-makan!” meski hanya 2 kata 1 kata ulang tapi memiliki maksud yang tulus dan mulia. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menulis puisi berbait-bait atau surat berlembar-lembar untuk mengungkapkan kegembiraan yang meliputi hatinya pancaran dari kegembiraan yang sedang dialami oleh rekannya. Tapi tidak lah niat mereka boleh direndahkan karena mereka hanya dapat memberikan ucapan sesederhana itu.

Oleh karena itu untuk mereka yang sedang berbahagia hari ini, “Makan-makan!”

12 thoughts on “Makan-makan!”

  1. berpikir positif yg sangat positif pet hag2, walo gw rasa kebanyakan maknanya adalah hanya ingin dapet makan, emte, kyk gw ini, makan-makaaaaaaaaaaaaaaaan hag2

  2. Err… gak semua yang nyembunyiin tanggal ultah di FB karena ga mau ditagih makan2…
    Rata2 karena males dikasi ucapan sama orang yang cuma di ingetin sama FB aja…
    Yah, contohnya temen gw yg sampe bikin riset kecil2an soal itu…
    Dan mungkin sebentar lg jg gw…hahaha…
    Anyway, makan-makaaannn ๐Ÿ˜€

  3. Wajar lah sesama mahasiswa, patut diberi makan. Jadilah gw memberi mereka makan. –> kok kesannya kayak ngasih makan hewan peliharaan gitu ya (haha)

Leave a Reply