Diary

Membunuh Waktu Suntuk

Tidak sampai beberapa jam lalu, perasaan suntuk tiba-tiba menyelimuti pikiran gw. Gw langsung beranjak dari depan laptop. Gw mengambil gitar yang teronggok di lantai kamar kos. Gw keluar membawa gitar itu dan duduk di kursi yang ada di beranda rumah kos. Gw mulai memetik dawai gitar satu per satu. Di saat itu lah gw baru sadar gw gak bisa main gitar.

Gw akui kegiatan di atas rasa agaknya terlalu terpengaruh lagunya Jamal Mirdad ‘Yang Penting Hepi‘ yang didendangkan bersama teman-teman di ruang karaoke kemarin. Tapi memang gak salah khan? Kalau gw tanya kegiatan apa yang biasa dilakukan mahasiswa laki-laki jomblo gak berduit sendirian di waktu suntuk, pasti hampir semua jawab kalo gak ngerokok ya main gitar.

Belakangan karena gw sedang punya banyak hal yang dikerjakan gw jadi mudah suntuk. Dan sialnya gw jadi kesulitan menemukan kegiatan yang pas untuk membunuh waktu suntuk itu. Gw butuh sebuah kegiatan yang cukup produktif, bisa bikin rileks, tapi gak butuh banyak biaya dan gak perlu mikir banyak.

Main gitar adalah yang pertama kali terpikir. Sejak awal semester lalu kamar gw dihiasi sebuah gitar. Gitar ini gw temukan di gudang rumah. Ketimbang berdebu di gudang rumah mending gw bawa aja ke kosan. Siapa tau gw sempet belajar main gitar. Kenyataannya sekarang perbedaannya cuman gitarnya udah gak berdebu lagi di kamar gw. Sama-sama gak dipake. Emang bisa aja seh gw iseng-iseng belajar. Tapi moodnya langsung hilang begitu terlintas di pikiran gw bahwa gw harus menghafal posisi kunci-kuncinya.

Hal selanjutnya yang kepikiran adalah menggambar. Dari kecil gw punya hobi menggambar. Gw paling seneng sketching. Pas SMP gw pernah juara 3 lomba melukis poster dan gw ikut klub seni. Entah kenapa dari keadaan gw males ke mana-mana akhirnya gw pergi keluar ke pasar Simpang Dago dengan berbekal uang 20 ribu. Di sana gw makan dan sisa uang makan gw beliin penghapus, serutan, pensil HB dan B. Begitu sampai kembali di kosan gw langsung mencoba menggambar. Ternyata gak bisa. Yang namanya keahlian itu kalau udah lama gak diasah pasti jadi luntur.

Dan pada akhirnya cara gw membunuh waktu suntuk (hingga sekarang gw ngantuk banget) adalah dengan memikirkan bagaimana cara membunuh waktu suntuk.

Cool huh?

Standard
Diary, Intermezzo

Makan-makan!

Kalimat “Makan-makan!” adalah kalimat yang sekarang sudah lumrah diucapkan untuk seseorang yang sedang berbahagia.

Kalau dulu ketika ada orang yang sedang berulang tahun, biasanya yang bersangkutan diberi ucapan, “Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umur“. Sekarang sudah banyak yang hanya memberikan ucapan, “Makan-makan!” atau variasi yang lebih panjang, “Ditunggu makan-makannya“. Tidak hanya yang berulang tahun tapi juga untuk orang yang sedang berbahagia meskipun dari hal-hal yang kecil: mulai dari lulus sidang, wisuda, baru diterima kerja, baru dapat pacar, ataupun baru gajian.

Dulu ketika gw masih belum terbiasa dengan ucapan “Makan-makan!” ini gw merasa bahwa orang yang menyodori ucapan ini memang ingin diberi makan. Wajar lah sesama mahasiswa, patut diberi makan. Jadilah gw memberi mereka makan. Karena pada saat itu menurut pendapat gw memberi makan orang yang kelaparan adalah sebuah kebaikan. (Sampai sekarang, sih, masih. Tapi yang ingin gw sampaikan adalah betapa bego polos dan lugunya gw saat itu). Sejak itu gw jadi dikenal di antara temen-temen sebagai orang yang senang memberi makan orang lain.

Kembali ke masalah “Makan-makan!”. Setelah sekian lama akhirnya gw menyadari bahwa ucapan ini hanya lah menjadi sekadar ucapan saja. Atau lebih tepatnya ucapan dengan maksud oportunis yang tersembunyi. Yah kalau diajak makan syukur, kalo enggak ya enggak. Di lain pihak, ada juga orang yang merasa terbebani dan kemudian menjadi sebal terhadap ucapan ini. Orang-orang ini akhirnya masuk ke kalangan orang-orang yang menyembunyikan berita-berita bahagianya, sebagai contoh orang-orang yang tidak menampilkan tanggal ulang tahun di Facebook.

Gw selalu percaya bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Berangkat dari keyakinan gw itu, gw menarik sebuah hikmah dari ucapan “Makan-makan!”. Orang yang memberikan ucapan ini sebenarnya orang yang mendoakan kita sangat dalam karena ucapan ini memiliki banyak makna.

Makna pertama yang gw simpulkan adalah orang tersebut mendoakan kita bisa selalu makan setiap hari. Makan setiap hari merupakan sebuah simbol dari kemakmuran yang dianugerahkan oleh Tuhan YME. Bukan kah doa supaya kita bisa makan setiap hari itu adalah doa yang sangat mulia di balik kesederhanaannya.

Makna kedua kembali menyiratkan sesuatu yang dalam di balik kesederhanaan ucapan “Makan-makan!”. Para pendahulu kita sering mengukur kebaikan seseorang dari seberapa sering orang tersebut memberikan makan kepada orang yang lain. Orang yang baik adalah orang yang sering memberi makan kepada sesamanya. Gw yakin dengan ucapan tersebut kita diharapkan berguna bagi sesama kita manusia mulai dari berbagi anugerah Tuhan yang paling sederhana yakni memberi makan.

Dan kesimpulan terakhir gw adalah bahwa orang yang memberikan ucapan tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa dia akan selalu setia terhadap yang berbahagia meski hanya sekadar untuk menunggu pemberian makanan. Ini adalah pernyataan yang sangat tulus. Orang tersebut bukan berkata, Bagi-bagi mobil!atau Bagi-bagi rumah!” tetapi dengan Makan-makan! atau dengan kata lain, Gw akan selalu berada di dekat lo biar cuman buat nunggu makan-makan doang. (yah tapi kalo dikasih mobil gak nolak juga sih)

Akhir kata, ucapan Makan-makan!” meski hanya 2 kata 1 kata ulang tapi memiliki maksud yang tulus dan mulia. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menulis puisi berbait-bait atau surat berlembar-lembar untuk mengungkapkan kegembiraan yang meliputi hatinya pancaran dari kegembiraan yang sedang dialami oleh rekannya. Tapi tidak lah niat mereka boleh direndahkan karena mereka hanya dapat memberikan ucapan sesederhana itu.

Oleh karena itu untuk mereka yang sedang berbahagia hari ini, “Makan-makan!”

Standard
Diary, My PC

Ada WiFi Ternyata…..

Sebagai orang yang bergelut di dunia Teknologi Informasi *seenggaknya itu mimpinya*, buat gw kebutuhan terhadap koneksi internet sudah berada sejajar dengan sandang, pangan, dan papan. Sebagai contoh gw pernah ngemper di depan kantor orang cuman buat numpang ngenet doang.

Dan karena gw butuh internet hampir di setiap waktu dan tempat, gw butuh tambahan peralatan. Ya, gak mungkin dong gw bawa-bawa itu desktop di kosan gw ke mana-mana. Jadinya gw punya sebuah laptop dan sebuah hape. Dan dua-duanya dilengkapi dengan penerima WiFi.

Tapi masalah yang timbul adalah bukannya gw jadi sering-sering bepergian malah kedua alat itu membuat gw tambah malas. Sebagai ilustrasi bayangkan desktop gw berada 2 meter dari tempat tidur. Kemudian bayangkan gw lagi guling-guling di tempat tidur. Dan terakhir bayangkan di deket kepala gw ada laptop yang nyala dan gw malah lagi ngenet pake hape. Tuh khan keliatan malesnya. :D

Dan di sini gw menemui 2 masalah baru. Yang pertama adalah kalo pengen ngenet di hape gw mesti ngabis-ngabisin pulsa dan kedua adalah kalo pengen ngenet di laptop gw harus cabut kabel LAN dari desktop. Dan sebaliknya kalo gw lagi pengen ngenet di desktop harus cabut kabel LAN dari laptop. Bener-bener repot. Belum lagi kalo kabelnya kesenggol pas lagi donlot.

Satu-satunya pemecahan masalah tersebut adalah dengan membeli wireless router. Kalo ada itu khan gw bisa ngenet di sudut manapun di dalam kamar gw. Untuk itu gw pernah bolak-balik ke sana kemari buat nyari-nyari harga wireless router yang murah. Dan gw juga lagi berusaha menabung buat ngebelinya. Tapi emang dasar gw orangnya paling gak bisa nabung akhirnya setelah berbulan-bulan itu wireless router gak pernah kebeli.

Dan pagi ini ada hal yang mengejutkan.

Jadi ceritanya ada temen kosan yang termasuk senior juga di kosan gw. Mungkin sama-sama udah lebih dari 4 tahun berada di kosan ini. Kebetulan dia minta gw nunjukin sesuatu. Dan itu ada di laptop gw. Setelah gw tunjukin dia minta gw kirim.

Dan gw bingung mau ngirim pake apa. Di pikiran gw cuman ada 3 pilihan: nyabut kabel LAN, minta dia bawain flashdrive, atau mindahin datanya ke desktop terus ngirim online. Akhirnya gw milih yang pertama.

“Eh gw pindahin dulu kabel LANnya dulu ya. Susah neh. Dari dulu pengen beli wireless router gak jadi-jadi”
“Loh buat apa? Kosan kita khan punya.” kata temen gw dengan tenang….
Whaaaat???? “Sejak kapan gitu??”
“Udah lama banget kok”

Sudah hampir 4 tahun internet masuk kosan ini gw baru tau sekarang ternyata ada wireless router…….

Argh!!!

Standard
Lyric

If You’re Not The One

This song keeps playing in my head for past few weeks……

If You’re Not The One

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know life so far away
But I know that its just a trip
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I’m praying you’re the one I’Ve build my home with
I hope I love you all my life

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

Standard