COMIC Februari 2010 : Komunitas Pengembang Menggalang Kebersamaan

Saya dan beberapa rekan JUG Bandung diundang untuk menjadi narasumber untuk acara COMIC dua hari yang lalu. Untuk yang belum tahu mengenai COMIC akan saya jelaskan sedikit. COMIC adalah sebuah acara yang mengumpulkan beberapa komunitas atau praktisi di Bandung untuk saling bertukar cerita, pengalaman, ide, dan wacana. Komunitas-komunitas yang diundang tidak hanya komunitas yang bergelut di bidang Teknologi Informasi ataupun bidang Multimedia, tapi juga komunitas lain yang menggunakan teknologi-teknologi untuk kegiatan mereka. COMIC sudah ada dari 2 tahun lalu. Rencananya memang selalu diadakan setiap bulan tapi karena satu dan lain hal baru diadakan 6 kali termasuk yang kemarin. Saya sendiri sudah pernah hadir 3 kali sebagai penonton ditambahkan 1 kali sebagai narasumber.

COMIC kali ini menggunakan tema “Komunitas Pengembang dalam Menggalang Kebersamaan“. Tema ini kebetulan saya yang menyumbangnya. Awalnya memang agak sulit untuk mencari narasumber yang berdomisili di Bandung. Saya sendiri juga tidak banyak mengikuti komunitas-komunitas pengembang. Yang saya tahu antara lain Java User Group Bandung, Open Solaris User Group Bandung, dan MySQL User Group Bandung. Mengundang 2 dari mereka menurut saya akan membuat acara tidak terlalu seru karena semuanya berada dalam satu bendera dan juga orang-orangnya itu-itu saja. Untunglah selain JUG Bandung diundang tim pengembang WordPress yakni mas Setyagus dan rekan-rekan.

JUG Bandung adalah komunitas pengembang Java yang berdomisili di Bandung. Komunitas ini belum lama berdiri dan masih belum ada kegiatan yang cukup konkrit. Sebenarnya sebelumnya sudah ada JUG Bandung akan tetapi beberapa mahasiswa yang tergabung dalam OSUM Leader Bandung melakukan inisiatif untuk membuat yang baru. Meski belum ada kegiatan, tapi komunitas JUG Bandung sedang mempersiapkan pengadaan Java User Meetup dan beberapa pelatihan yang akan diadakan di beberapa perguruan tinggi di Bandung. Anggotanya pun mayoritas mahasiswa meski juga terdapat beberapa pengembang profesional.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, mayoritas komunitas-komunitas pengembang memiliki pola yang sama. Seperti yang telah saya sebut, saya tidak banyak mengikuti komunitas pengembang. Dan kebanyakan komunitas pengembang yang saya ikuti telah sepi. Pertanyaan mas Setyagus tentang bagaimana kami menyikapi hal itu membuat kami sempat terdiam. Salah satu kelemahan dari komunitas pengembang adalah regenerasi pengurus kurang diperhatikan. Sejujurnya hal itu yang juga kami takutkan di JUG Bandung di mana pengurusnya adalah mahasiswa yang cepat atau lambat pasti akan meninggalkan bangku kuliah. Dan kalau mau jujur juga, saya menjawabnya meski agak takut tapi kami berharap nantinya akan ada dukungan dari Community Manager dari Sun Oracle yang dijabat oleh mas Alex Budiyanto untuk mengingatkan tentang regenerasi pengurus. Hal ini mungkin menjadi kelebihan JUG Bandung kali ini (semoga).

Salah satu pertanyaan lain yang dilontarkan kepada JUG-Bandung adalah bagaimana hubungan kami dengan JUG Indonesia. Kalau menurut saya sih baik-baik saja karena beberapa di antara pengurus juga mengikuti JUG-Indonesia. Tapi satu hal yang menguntungkan dari adanya komunitas pengembang regional adalah kemungkinan untuk acara temu muka menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi Bandung memiliki potensi besar di dalam dunia pengembangan perangkat lunak karena banyaknya perguruan tinggi yang memiliki program studi tersebut serta banyaknya industri perangkat lunak. Nantinya ini akan menjadi nilai tambah bagi komunitas.

Di lain pihak, mas Agus selaku narasumber dari WordPress mengungkapkan nada yang berbeda dari JUG Bandung. Sebenarnya tidak ada komunitas pengembang WordPress yang khusus di tingkat regional. Hal ini pertama-tama karena dari WordPress sendiri sudah menyediakan wadah diskusi dan dukungan khusus regional Indonesia yang dapat diakses di sini. Dan di wadah tersebut sudah sangat banyak hal-hal yang tinggal kita cari sehingga kita tidak perlu terlalu sulit untuk membuka topik baru karena sudah dibahas. Pernah ada komunitas khusus WordPress tapi selanjutnya menjadi sepi karena mayoritas beralih menggunakan wadah tersebut.

Hal kedua adalah karena target utama pengembangan WordPress tidak tertutup hanya untuk pengembang tapi juga mulai merambah ke mereka yang beda pada bidang web design dan juga marketing. Dan kedua hal ini yang menjadi potensi yang sangat besar di Indonesia sekarang. Potensi ini diperhatikan oleh WordPress sendiri sehingga mengadakan Wordcamp di Indonesia yang telah dilaksanakan 2 tahun ini. Selain itu nantinya mungkin Wordcamp selanjutnya akan diadakan di Bandung atau Yogyakarta karena menurut mas Agus mayoritas hadirin Wordcamp berasal dari dua kota tersebut.

Pada sesi diskusi ada banyak wacana yang diungkapkan oleh Pak Soni dari Telkom selaku pihak tuan rumah. Salah satunya adalah wacana bagaimana membentuk visi IPTEK Indonesia sehingga ke depannya penggunaannya di Indonesia menjadi lebih smart. Selain itu beliau juga menawarkan kerjasama antara para pengembang dengan pihak Telkom.

Pertemuan kali ini seperti biasanya dipenuhi guyon-guyon dari pak Ikhlasul Amal yang menjadi moderator. Tapi yang membuat pertemuan ini menyenangkan adalah COMIC selalu dibawa dalam suasana santai sehingga para narasumber maupun hadirin tidak sungkan-sungkan untuk melontarkan ide-ide segar. Meski mungkin nantinya ide-ide hanya tinggal wacana tapi banyak sekali hal yang berarti yang didapat dari acara ini. Salah satunya saya juga jadi tahu potensi-potensi besar serta kendala-kendala yang dihadapi oleh komunitas WordPress sehingga mungkin nantinya dapat diantisipasi di komunitas JUG-Bandung.

Laporan lain tentang acara ini dapat dilihat di tulisan pak Ikhlasul Amal dan di detik.

2 thoughts on “COMIC Februari 2010 : Komunitas Pengembang Menggalang Kebersamaan”

  1. JUG Geulis di bandung tidak jalan, sekarang pengurusnya dah di jakarta semua.. 🙂 ditunggu regenerasinya.. we will see.. sebab trendnya sekarang bukan ke Jakarta, tetapi ke luar negeri. ngilang.

    1. kalau saya pribadi selama saya masih di Bandung dan memang saya berencana menetap di Bandung mungkin saya akan terus bantu mengembangkan. kalau bisa mungkin dari pak Frans sendiri ada usul atau dukungan lain?

Leave a Reply