Di Persimpangan Jalan

Kata orang, ketika kita sudah menyelesaikan sebuah tahap, tahap baru akan dimulai. Akhir dari sesuatu merupakan awal dari sesuatu yang lain.

Tapi mungkin gak banyak orang yang sepesimis gw: orang yang menyadari bahwa tepat di saat kita menapak di garis akhir sebuah jalan akan banyak sekali percabangan jalan-jalan yang harus dipilih; orang yang selalu berpikir bahwa setiap sebuah masalah selesai tidak akan ada habis-habisnya masalah lain bermunculan; dan orang yang selalu mendapatkan bahwa setiap sebuah pertanyaan terjawab maka jawabannya akan melahirkan banyak pertanyaan baru. Banyak hal-hal yang ingin diraih dan dilakukan tapi terbatas umur yang sangat pendek. Dan gw adalah orang yang selalu berargumen: untuk apa kita lakukan satu pun kalau sampai matipun tidak akan semuanya dapat dikerjakan.

Kemudian di sini lah gw: berpijak di sebuah persimpangan jalan; menatap seluruh arah yang ada tanpa tanda penunjuk; tanpa ingin melanjutkan langkah ke satu arah pun. Tapi, bagaimana pun langkah harus diambil, cepat atau lambat.

Mari nanti lihat apa yang sudah gw capai di akhir jalan yang gw ambil ini.

3 thoughts on “Di Persimpangan Jalan”

  1. hmm yah…memang kalau udah lulus sidang bakalan mikir kaya gini…hehe…
    memang kita ngga bakalan bisa mengerjakan semua yang pengen kita lakukan, tapi bukan berarti kalau ngga bisa dikerjain semua ya ngga usah kerjain semuanya….
    pikir2 dulu ajalah, mana yang paling pengen dilakukan, mana yang paling berharga…
    nanti juga jawabannya akan ketemu…
    yang jelas, apapun pilihan yang nanti dijatuhkan, jangan sampai menyesalinya di kemudian hari…
    semangat!

Leave a Reply