Takut Untuk Jatuh

Perkataan yang diucapkan oleh pembimbing TA gw saat terakhir kali bimbingan adalah,

Petra, kamu itu harus menulis. Menulis itu seperti naik sepeda. Kita gak akan pernah bisa mahir untuk naik sepeda kalau tidak pernah mencoba. Orang yang ingin mahir naik sepeda harus berani untuk jatuh. Jangan pernah berharap bisa mahir kalo gak pernah jatuh bangun dan jatuh bangun. Kamu itu sekarang bagaikan seseorang yang bertanya, ‘Bu, bagaimana sih cara naik sepeda?‘, ‘Bu, bagaimana sih cara mengayuh sepeda‘, tapi kamu gak pernah ingin menaiki sepeda itu dan mau jatuh. Sampai kapan pun kamu gak akan pernah bisa maju.

I know that and I realize that.

Setahun terakhir memang terlihat tulisan gw gak pernah berisi tulisan-tulisan mengenai buah pikiran atau opini yang gw kupas dengan bahasa yang formal. Gw hanya bercerita tentang diri gw dan apa sih yang sudah terjadi kepada gw, tapi bukan ide-ide yang gw miliki.

Salah satu sifat jelek gw adalah ketika gw gagal dalam sesuatu hal yang gw relatif gak bisa dan baru mendalami hal tersebut, gw jadi enggan untuk mengulangi hal yang sama.

Bukan gw enggan untuk menulis, tapi gw pernah mencoba memulainya kemudian berakhir dengan kegagalan dan kekecewaan yang membuat gw sangat takut untuk memulainya kembali. Bahkan sekarang menulis yang rada teknis seperti di blog maleskoding.wordpress.com itu bener-bener sulit untuk dilakukan. Gak hanya dalam menulis ilmiah dan teknis. Selain menulis, ada beberapa hal yang mungkin orang dulu ngeliat gw cukup menggelutinya tapi sekarang udah enggak. Dan ada juga beberapa hal yang orang kira mungkin gw bisa mencapai sesuatu dalam hal tersebut, tapi gw gak pernah mau untuk memulainya. Tapi mungkin gak ada yang tahu bahwa, gw pernah nyoba. Gw pernah.

Dan gw jatuh.

Jatuh itu sakit.

Buat gw jatuh di dalam hal yang gw kurang kuasai adalah hal yang sangat menyakitkan. Saat jatuh timbul pertanyaan dalam diri gw. Kenapa sih gak dikasih handicap dikit? Kenapa sih gak dikasih beginner’s luck dikit? Kenapa sih harus sesakit ini? Kenapa sih seakan-akan gw ditinggalin semua orang? Kenapa sih orang yang mengetahui kemampuan gw di bidang lain menaruh ekspektasi yang sama tingginya pada sesuatu hal yang baru gw coba?

And now, in everything I’ve already failed there’re gaps everywhere between me and them. Seakan-akan gw bener-bener gak bisa untuk mencobanya lagi.

2 thoughts on “Takut Untuk Jatuh”

Leave a Reply