Archive for February, 2009
Kenapa Web Standard?
by Petra on Feb.24, 2009, under Opinions, Technology
Tugas besar Pemrograman Internet kali ini adalah untuk menyusun sebuah situs mirip jejaring sosial yang berisi profil-profil diri dari anggota kelompok yang terkait satu sama lain menggunakan hyperlink. Salah satu poin yang gw propose di spesifikasi tugas besar tersebut adalah Web Standard compliance.
Apa sih itu Web Standard? Web Standard adalah sebuah teknologi atau spesifikasi yang telah disusun untuk membuat atau menginterpretasikan konten berbasis web. Standar-standar ini didefinisikan terutama oleh World Wide Web Consortium. Setiap pengembang web seharusnya mengikuti standar yang telah ditetapkan tersebut. Dan untungnya Pak Riza, dosen yang bersangkutan, sangat setuju dengan adanya spesifikasi tersebut.
Kenapa sih harus ikut Web Standard?
Jadi Asisten Mata Kuliah (Lagi)
by Petra on Feb.14, 2009, under Diary
Setelah jadi asisten mata kuliah OS, sekarang gw jadi asisten mata kuliah lagi, IF3038 Pemrograman Internet.
Kenapa sih pengen bamget jadi asisten mata kuliah?
Ntah sih ya. Padahal bayaran juga gak gede-gede banget
Daripada jadi asistem mata kuliah Sistem Operasi sama Pemrograman Internet yang termasuk mata kuliah dengan tugas yang dikit tapi sering gak kira-kira susahnya, lebih enak jadi asisten mata kuliah yang enak kayak Pengenalan Teknologi Informasi
Sebenernya kali ini pengen jadi asisten mata kuliah Pemrograman Berorientasi Obyek… Tapi sampe kemaren agak bingung juga, soalnya dapet C (nilainya bukan bahasa pemrogramannya), ada keinginan pengen mengulang mata kuliahnya. Akhirnya malah mengurungkan niat jadi asistem PBO dan malah jadi asisten Progin.
Meninggalnya Mahasiswa ITB
by Petra on Feb.10, 2009, under General
Kemarin ada kabar dukacita lain selain kabar pak Farid yang telah dipanggil Tuhan, (padahal beberapa hari yang lalu sempat liat dan masih terlihat sehat-sehat). Ada mahasiswa ITB yang meninggal dunia pada saat pembinaan IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi). Ternyata sudah masuk ke berita di televisi. Setelah cari-cari berita dari mahasiswa ITB, eh gw dapet sedikit pencerahan dari blognya si Nanto (ketua HMIF).
Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.
Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.
Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.
Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.
Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.
Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.
Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.
Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.
sepertinya kejadiannya seperti yang diceritakan di atas. Kalo ngeliat di beberapa media sepertinya pandangan masyarakat terhadap ospek di ITB makin buruk dan mulai banyak provokasi di sana-sini. Bener-bener saat-saat yang berat buat rekan-rekan di IMG.
Yah, well, semoga bisa diambil hikmahnya.
Satuan Kredit Semester
by Petra on Feb.06, 2009, under Diary
SKS atau Satuan Kredit Semester adalah sebuah satuan kegiatan akademis yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa.
Untuk S1, 1 SKS terdiri dari 1 jam tatap muka, 1 jam kegiatan terstruktur (baca: tugas, tugas besar, praktikum, dan penderitaan terselubung lainnya), dan 1 jam belajar mandiri (baca: ngapal slide, nyalin catatan temen, baca buku, nyiapin contekan) setiap minggunya.
Okay, untuk S2 ternyata lebih berat. Satu SKS terdiri dari 1 jam tatap muka, 2 jam kegiatan terstruktur (yang beda dari S1 adalah tambahan presentasi, diskusi, dan makalah), dan 2 jam belajar mandiri (tambahan: googling makalah orang dan download ebook-ebook tebel).
Kapan Manusia Bahagia? – p2
by Petra on Feb.06, 2009, under Opinions
Melanjutkan catatan kecil gw di sini dan sini (yang udah diposting di sini)
Menurut sang dosen Sistem Operasi Lanjut, Pak Awang, ketika kita merasakan hidup makin menderita, maka kita makin mendekat pada penderitaan abadi. Sebaliknya, ketika kita merasakan hidup makin bahagia, maka kita makin mendekat pada kebahagiaan abadi.
Ibarat, ketika kita naik gunung, makin dekat ke puncak maka yang akan kita rasakan adalah dingin. Ketika kita mendekat kepada nyala api maka kita akan merasakan panas sebelum akhirnya terbakar saat sampai pada nyala api tersebut.
Design Your Software and Help our Nation
by Petra on Feb.04, 2009, under Other, Technology
Mungkin para mahasiswa, khususnya jurusan IT, sudah tidak asing lagi dengan kompetisi Software Design di Microsoft Imagine Cup. Nah Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB dalam rangka acara besarnya yaitu ARKAVIDIA, mengadakan sebuah Software Design Competition yang bertemakan “Future Public Service†. Kompetisi ini sendiri merupakan suatu ajang yang kompetitif untuk meningkatkan kepedulian terhadap “Future Public Service†di Indonesia dan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan suatu desain perangkat lunak yang mudah digunakan oleh masyarakat. Terlebih lagi di masa depan, layanan yang bersifat publik sudah seharusnya dikendalikan oleh otomatisasi berbasis komputer dan diharapkan dapat memberikan ide yang menarik untuk membantu kemajuan pelayanan publik di Indonesia pada khususnya.

Pendaftaran untuk lomba ini telah dibuka sejak awal Januari lalu dan masih akan dibuka hingga akhir Februari ini. Dalam lomba yang diperuntukan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia ini, peserta bebas menggunakan teknologi yang digunakan (Java, .NET, dsb. tak terkendala bahasa) dan diperbolehkan menggunakan banyak teknologi sekaligus (interoperabilitas antar teknologi dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian). Peserta diharuskan mengirimkan proposal perangkat lunaknya sebelum batas waktu yang ada,
Nantinya akan dipilih 10 finalis yang akan mempresentasikan karyanya di Expo ARKAVIDIA pada bulan April nanti. Hadiah untuk juara I bernilai 10 juta rupiah, sedangkan untuk juara II sebesar 5 juta rupiah, dan 3 juta rupiah untuk juara III. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat langsung mengunjungi website resmi ARKAVIDIA yaitu http://arkavidia.com.
So, ingin merancang software yang bisa membatu public service kita danmendapatkan hadiah yang besar? Langsung saja berpartisipasi!
Kapan Manusia Bahagia?
by Petra on Feb.03, 2009, under Opinions
Pas kuliah Sistem Operasi Lanjut, sang dosen menanyakan “Kapan manusia bisa bahagia?”. Dan gw kena tunjuk.
Gw simply cuman jawab “Manusia bahagia jika manusia tidak butuh apa-apa”
Terlepas dari apa jawaban yang “benar” menurut sang dosen, I always regard the conditional “a man is happy if he needs nothing” sounds.
So far, I only find one way to happiness: to have everything. A man is happy if he has everything. The condition is still sounds as everything is the complement of nothing. A man is happy if he needs nothing which implies he has everything.
But, there are still 3 ways interpreting “to have everything” :
- A man could earn every atomic entity in this universe, which obviously is still impossible in every means possible.
- A man thinks he has everything, which implies a man who thinks he has everything is happy.
- A man has what he thinks is everything, which implies a man who has what he thinks is everything is happy.
The point lies in way 2 and 3 is in the word “think”. A man is just what he thinks he is.
In other words, A man is happy if he thinks he is happy in either way he thinks he has everything or he has what he thinks is everything.
Simply, if you thinks you are happy then you are happy.