Seminggu kerja tanpa kerjaan

Dengan ini, sejam lagi, berakhirlah seminggu kerja ini yang tidak diisi kerjaan sama sekali.

Hari pertama, nunggu engineer dari vendor yang gak dateng-dateng. Gak ada kerjaan yang sifatnya produktif.

Hari kedua, sama-sama aja. Orang yang ditunggu, engineer dari vendornya, sebenarnya udah datang. Tapi tujuan utamanya bukan untuk melayani pertanyaan gw, melainkan karena ada sedikit permasalahan yang rada pelik yang ingin ditanyakan (meski gw masih belum fasih, tapi secara informatika, gw cukup mengerti bahwa persoalannya rada pelik, sih, emang). Akhirnya sampai pulang pun, permasalahannya masih belom terpecahkan.
Engineer dari vendornya itu orang China asli. Masih muda. Jadi kebayang kalau gw jadi engineer dari sebuah perusahaan manufaktur peralatan telekomunikasi atau entah apa itu. Bakal dikirim ke luar negeri buat mensupport client yang udah membeli peralatan kita yang harganya udah bermilyar-milyar rupiah. Wew, entah menyenangkan atau enggak sih ya.
Lucu banget ngeliat diskusi antara engineer Indosat dengan sang expatriat. Bicara bahasa Inggris yang dua-duanya rada belepotan. Tapi entah kenapa kok satu sama lain nyambung…. *sigh*

Hari ketiga, menunggu sang engineer yang tak kunjung datang. Kata sang mentor, dianya emang jarang datang dan gak datang kalau tidak penting-penting amat. Dan sang mentor pun ditugaskan ke Bandung untuk mengurusi suatu hal sampai hari Senin depan. Dan gw dititipkan ke salah satu karyawan di kantor.

Hari keempat, sama aja. Hanya siang-siang sang engineer udah dateng. Tapi sayangnya karyawan tempat gw dititipkan harus pergi ke luar kota karena tugas. Beliau berjanji akan mengajari gw hari Selasa. Sementara sorenya cuman bisa bercakap-cakap dengan karyawan lain yang senior tentang hal yang harusnya gw kerjakan.

Hari kelima, hari ini, hari terakhir di dalam minggu kerja ini. Pagi-pagi gw maen pingpong bersama karyawan-karyawan Indosat. Selesai bermain sedikit bercakap-cakap dan gw menanyakan tentang hal yang akan gw kerjakan kepada salah satu karyawan yang senior. Dan percakapannya lumayan seru sampai salah satu karyawan sadar, “Loh kamu belum ketemu dengan orang dari vendornya ya?

Secercah harapan pun timbul.
Belum pak
Tau gitu sama saya aja kemarin, saya kira kamu sudah ketemu
Iya pak, saya udah 4 hari ini nganggur, Pak
Ya sudah, nanti kamu kalo ngeliat dia bilang saya, biar kita ketemu terus buka barangnya sama-sama
Baik, Pak

Akan tetapi secercah harapan itu pun sirna. Orang vendornya gak dateng…. :huaa:
Udah dicariin ke semua ruangan, ternyata gak ada….

Kenapa sih butuh ketemu orangnya?
Begini, yang namanya barang dari vendor pasti harus punya teknisi yang dipekerjakan untuk mengoperasikan barang tersebut atau melayani kebutuhan client seputar barang tersebut. Bagusnya karena perusahaan gak perlu ambil pusing atau nambah-nambah orang yang harus ditraining, lagi. Meski memang itu salah satu alasan kenapa harga barangnya mahal banget.
Dan jelas seperti perusahaan besar lainnya, vendor pasti punya rahasia. Gak mau dong barangnya dibongkar-bongkar terus nanti jadinya ada tindak reverse-engineering

Karena tugas gw berhubungan dengan barang tersebut, berarti gw harus ketemu dengan engineernya untuk mendapatkan data dan penjelasan yang gw butuhkan.

Yah begitulah, nasib. Ambil positifnya aja, untung Indosat gak nge-gaji gw buat idle 😆 (maksudnya kerjanya gak digaji)

Selamat weekend, anyway.

One thought on “Seminggu kerja tanpa kerjaan”

Leave a Reply