Ntahpapa Bangsa Ini

Habis blogwalking dan ketemu artikel yang bagus, begini kutipannya

AYAT-AYAT CINTA secara vulgar menyatakan seorang wanita Mesir beragama Kristen mau pindah agama Islam (baca : mualaf) dan rela menjadi istri kedua (poligami) dengan seorang mahasiswa Indonesia gara-gara dia hafal betul ayat-ayat Mariam di Al Quran. Adakah realita disini?

FITNA secara terang-terangan menyatakan kalau Islam adalah agama teroris dengan bukti-bukti ayat-ayat Al Quran dan rekaman-rekaman gambar sebagai bukti. Adakah realita disini?

DA VINCI CODE jelas-jelas menyatakan Yesus menikahi Maria Magdalena dan mempunyai keturunan. Dan keturunannya saat ini ada diantara kita. Adakah realita disini?

Ayat-Ayat Cinta disanjung-sanjung. Konon yang menonton sudah 3 juta orang. Fitna didemonstrasi dimana-mana. Bendera Belanda dibakar disana-sini. Da Vinci Code adem ayem saja diputar di Indonesia. Bahkan Novelnya diterbitkan oleh sebuah penerbit Islam. Adakah propaganda disini?

Link

Pengen ngakak sih ngebacanya.

Mengingat hanya sebuah film berdurasi belasan menit karya seseorang yang ingin mengekspresikan pendapatnya bisa membuat Youtube dkk diblok di sebuah bangsa, kok rasanya jadi malu sama bangsa ini, ya. Ketika sebuah kreatifitas dibalas dengan tangan besi yang menyebabkan banyak orang yang tidak terlibat jadi dirugikan.

Bener-bener gak bangga jadi orang Indonesia. Malu, saya!

Haruskah kita jadi orang yang hanya ingin mendengar apa yang kita ingin dengar saja?
Haruskah kita jadi orang yang hanya bisa mencerna sesuatu tanpa bisa memfilternya secara inisiatif?

Bener-bener gak dewasa orang bangsa ini kutengok, ntahpapa!

17 thoughts on “Ntahpapa Bangsa Ini”

  1. iya..
    orang2 yang responnya tidaklah bijak.
    semuanya kembali ke orang yang memandang dan menyikapinya koq..
    langsung seperti kebakaran jenggot lihat fitna..
    padahal, itu mah hak si belanda buat gtu, dan hak kita juga utk tidak terprovokasi.

  2. Bang Pet, ajarin saya programming. Soal2nya sudah saya kasih di palem.
    Terimakasih. Btw, Ntahpapa itu apa sih ?
    😛

  3. haha..

    Haruskah kita jadi orang yang hanya ingin mendengar apa yang kita ingin dengar saja?

    klo ini memang bener.. persoalannya ‘keinginannya seperti apa’ itu tergantung kesadaran masing-masing.. 😀

  4. Bener-bener gak dewasa orang bangsa ini kutengok, ntahpapa!

    sedikit, tapi bikin ribut… jadi kelihatannya banyak. padahal nggak! 😀

    ~sayangnya
    ~yang sedikit itu termasuk yang berkuasa (duh!)

  5. heheheu jadi ikutan ketawa…

    geli!

    geli karena film beberapa menit dan ga seharusnya dianggap penting bikin ribut dan bikin heboh, geli karena film dengan tema poligami atau ketulusan cinta atau apalah yang masih banyak sekali miss nya jadi satu tontonan seakan wajib yang diagungkan, dan satu film yang diambil dari buku bercerita tentang tuhan salah satu agama berlalu dengan biasa biasa saja…

    jangan merasa warga indonesia saja kalo malu…

    warga bumi tanpa warga negara 😉

    baiklah maaf menyerocos di blog orang heheheu salam kenal ^_^

  6. postingan anda ada benarnya. agama kristen dan katolik, walau sering mendapat celaan, kritikan, tapi setidaknya tidak membunuh pengkritik-nya. Sedangkan islam… yah… kalau saya ingat salman rushdie dan buku ayat-ayat setannya, saya mendapat impresi bahwa islam adalah agama yang tidak mau dikritik.

    Mungkin ini karena kultur dan perkembangan agama itu sendiri, kristen dianut oleh orang eropa yang sudah cukup demokratis, sedangkan islam dianut oleh mayoritas kultur arab yang demokrasinya belum matang.

    itu pendapat saya, maaf kalau terdengar dangkal

  7. setuju sm tulisan lo pet!

    terlalu banyak orang yang beropini negatif pada opini lainnya…
    knp si ga bisa merelakan bentuk expresi orang lain? ayo coba melihat film atau buku dari segi isi dan kreatifitas..bukannya sebagai alat memojokkan.

    hmm soal penerbit da vinci code, gue agak keberatan tuh klo ada yg bilang penerbitnya itu penerbit islam. klo iya knp mrk msh mau nerima gue magang dsitu?

  8. lu bener din,

    harusnya orang punya kebebasan berpendapat.

    kita-kita juga punya kebebasan menolak kan ya.

    kita perlu mendewasakan diri keknya 😀

Leave a Reply