Archive for April, 2008
Gombalan Teruntuk Puty, Side story of Bebersih Bandung
by Petra on Apr.28, 2008, under Intermezzo
Sedikit side story dari acara Kopdar Blogger “Bebersih Bandung Yuk jilid 3″ yang diadakan bersama komunitas-komunitas lain seperti karyawan Starbucks, komunitas Flexer, komunitas Linux, dll.
Saat selesai acara ada games dari sponsor Flexi, kena tunjuk ama kawan-kawan komunitas buat dikerjain di games. Disuruh ngegombalin si Puty.
Disebabkan karena di dalam pikiran sedang berkecemuk hal-hal tentang tugas kuliah alhasil yang keluar gombalan super garing.
Tapi karena tetap dikasih souvenir tas ransel yang bagus banget dari Flexi, biar pihak Flexinya gak kecewa, maka sebagai beban moral semata, tak posting sedikit pantun tambahan untuk memperbaiki gombalan tersebut
Teruntuk Putykian dipandang kian bersinar
indah permata bertambat di jari
kian dibayang kian berbinar
indahnya mata terjerat di hatikalau bulan tak bersinar
tiada mungkin langit kan terang
kalau matamu tak berbinar
tiada mungkin hatiku kan senangtidak kan hilang benih disebar
bila tak dimaling tikus dan hama
tidak kan terang bulan bersinar
bila dibanding tanpamu bersamaini lantun bukan sembarang
mari singgah ikut melantun
ini pantun bukan saduran
karenamu lah diri bisa berpantun
Demikian ![]()
Semoga dapat diterima.
(agak maksa, tapi biarlah
)
Ntahpapa Bangsa Ini
by Petra on Apr.24, 2008, under Opinions
Habis blogwalking dan ketemu artikel yang bagus, begini kutipannya
AYAT-AYAT CINTA secara vulgar menyatakan seorang wanita Mesir beragama Kristen mau pindah agama Islam (baca : mualaf) dan rela menjadi istri kedua (poligami) dengan seorang mahasiswa Indonesia gara-gara dia hafal betul ayat-ayat Mariam di Al Quran. Adakah realita disini?
FITNA secara terang-terangan menyatakan kalau Islam adalah agama teroris dengan bukti-bukti ayat-ayat Al Quran dan rekaman-rekaman gambar sebagai bukti. Adakah realita disini?
DA VINCI CODE jelas-jelas menyatakan Yesus menikahi Maria Magdalena dan mempunyai keturunan. Dan keturunannya saat ini ada diantara kita. Adakah realita disini?
Ayat-Ayat Cinta disanjung-sanjung. Konon yang menonton sudah 3 juta orang. Fitna didemonstrasi dimana-mana. Bendera Belanda dibakar disana-sini. Da Vinci Code adem ayem saja diputar di Indonesia. Bahkan Novelnya diterbitkan oleh sebuah penerbit Islam. Adakah propaganda disini?
Pengen ngakak sih ngebacanya.
Mengingat hanya sebuah film berdurasi belasan menit karya seseorang yang ingin mengekspresikan pendapatnya bisa membuat Youtube dkk diblok di sebuah bangsa, kok rasanya jadi malu sama bangsa ini, ya. Ketika sebuah kreatifitas dibalas dengan tangan besi yang menyebabkan banyak orang yang tidak terlibat jadi dirugikan.
Bener-bener gak bangga jadi orang Indonesia. Malu, saya!
Haruskah kita jadi orang yang hanya ingin mendengar apa yang kita ingin dengar saja?
Haruskah kita jadi orang yang hanya bisa mencerna sesuatu tanpa bisa memfilternya secara inisiatif?
Bener-bener gak dewasa orang bangsa ini kutengok, ntahpapa!
Dwilingga depan Borromeus
by Petra on Apr.22, 2008, under Diary
Lg nongkrong di warung Dwilingga yg ada di depan RS Borromeus menikmati mie gorengnya yg so-so tp lumayan sambil internetan gratis pake hape nyolong hotspotnya Borromeus.
It’s just nice after a long tiring day.
Abis dapet nomor HP, ngapain?
by Petra on Apr.17, 2008, under Diary, Intermezzo
Maunya ngepost di tumblr aja sih…. Tapi daripada kelamaan gak ngupdate yang di sini, tulis di sini aja……..
Mengikuti kata bang Brahmasta, kalo blog itu mesti sering diupdate….
Well, ini bahasannya tentang issue yang sering mengganjal di pikiran gw….
Kadang suka ketemu dan kenalan sama cewe di beberapa occasion…. Iseng-iseng suka nanya nomor hape…..
Kenapa? Soalnya kadang-kadang ada temen yang bilang….
“Ditanya gak nomor hapenya, Pet….”
Kalo jawab enggak, dibilang cupu…. Kalo jawab iya, dipuji…. (sejelek-jeleknya disorakin) Wew….. *sigh* Mending yang mana, coba?
BIsa dibuat keren-kerenan juga misalnya kalo ngobrol sama temen….. “Gw ada nomornya dia kalau mau……”
Apparently, ternyata most of them sepertinya seneng dan nyaman ngobrol sama gw dan sepertinya antusias untuk melanjutkan perbincangan dengan gw…. Hal yang kadang gw bingung….. Sama sekali gak pernah menganggap diri sendiri sebagai orang yang enak dan nyaman untuk diajak ngobrol…. (Tapi keknya awalnya doang deh…..
)
Tapi abis itu suka bingung….
Abis dapet nomor HP, ngapain?
Abis temen-temen gak bilang follow upnya ngapain…. Ntahpapa…. Gak ada yang konkrit…. “Yah, ngomong apa aja kek“, “Tanyain apa gitu“, “Improvisasi dong, Pet”
Jawaban yang paling konkrit yang gw pernah denger, “Coba tanyain ruangan anu atau bapak anu di prodinya dia“… Errr…. ngapain juga gw nanyain gitu…..
Akhirnya tukeran nomor hape tuh jadi sebatas ritual doang….. Di simpen di Contact List hape….
Sampe ada yang balik nanya kalo kebetulan ketemu lagi, “Kok gak pernah ngehubungin lagi, sih?” Gak bisa jawab…..
Ntahpapa…..
Minggu Perbudakan Programmer
by Petra on Apr.04, 2008, under Intermezzo, Programming
Apa bedanya programmer dengan kuli? Sama-sama NGULI
Mengutipan pada status Y!Messenger seorang teman.
Minggu ini adalah benar-benar minggu perbudakan programmer di program studi Teknik Informatika ITB. Pasalnya, ada 2 tugas besar pemrograman yang mesti selesai minggu ini, minggu setelah minggu ujian tengah semester. Dan kedua tugas mostly berisi pembuatan program yang skalanya bisa dibilang gak kecil.
Buat yang gak tau kondisi IF 2005 semester 6 ini bisa dibaca curhatan di blog-blog IF 2004 semester 6 lalu
Yah pokoknya semua kuliah wajib kecuali IF3292 Pemrograman Internet kelompoknya sama semua yakni kelompok IF3261/IF3262 Manajemen Proyek Perangkat Lunak/Proyek Perangkat Lunak.
Well, seperti dibilang di atas sepertinya minggu ini hampir semua orang diwajibkan buat ngoding. Mau Project Leader kek, mau Analyst kek, mau Documenter kek, keknya hampir semua ikutan ngoding. Dan sialnya programmer mau gak mau mesti ngoding juga.
Pada akhir minggu ini gw sudah dapat menyimpulkan hal-hal yang cukup membuat programmer merasa sangat sial adalah
- spesifikasi serta hasil analisis yang gak jelas,
- dokumen yang ruwet dan gak karu-karuan, gak ada kodenya, gak konsisten,
- teknologi yang belom pernah dipake,
- analyst yang gak ngerti teknologi yang dipake
- dokumentasi teknologi dan contoh penggunaan yang gak jelas dan minim,
- design pattern yang bejibun banyaknya untuk sebuah permasalahan yang dihadapi,
- framework yang katanya ngebikin gampang gak taunya belajarnya susah,
- project sponsor yang tiba-tiba ngomong kalo arsitekturnya mesti tertentu sementara yang udah dipilih beda,
- partner yang konvensinya dan cara berpikirnya beda,
- versioning dari kode yang banyak salinannya, entah sama siapa sekarang, dan gak tau itu versi yang mana,
- project manager yang jutek