Selamat Jalan, Bu Wanti

Alm. Ibu Sri Purwanti adalah mantan wali saya sebelum beliau jatuh sakit dan digantikan Ibu Yani. Beliau adalah salah satu dosen favorit saya di Informatika karena meski beliau sangat tegas tapi beliau sangat perhatian sama mahasiswanya. Meski saya tidak terlalu dekat dengan beliau di masa hidupnya, tapi saya sering ngobrol dengan beliau. Beliau sering memberi saran-saran dan nasihat kepada saya. Bisa dikatakan sebagai seorang wali beliau adalah seorang wali yang benar-benar perhatian.
Suatu saat ketika saya mengirim email kepada beliau mengenai diktat pemrograman. Beliau membalas

Petra,
Terimakasih utk pertanyaannya, krn juga membantu memeriksa kelengkapan bahan kuliah di
situs.
Link tersebut sudah diperbaiki Ibu Inge, jadi seharusnya kamu sudah bisa akses lagi
sekarang.

Selain itu, sebagai wali, tetapi krn saya juga seorang ibu, saya agak khawatir dengan
kesehatanmu. Dari caramu berjalan dan berpakain (maaf, yg agak kusut), saya merasa kamu
sebenarnya kurang sehat (lebih tepat tidak FIT).
Sebaiknya, kamu imbangi hidupmu agar lebih seimbang, dg berolahraga. Kalau terasa berat
di awal, cobalah yang ringan yaitu berjalan kaki tetapi misalnya di Sabuga sekian
keliling. Kalau kamu sehat, kamu akan lebih semangat melakukan studimu.

FYI, beberapa tahun yl saya tidak seperti sekarang. Dalam waktu 1 tahun, saya turun 10 kg
hanya dg berjalan kaki 3 kali seminggu di Sabuga.
Jadi, cobalah ….

Selamat mencoba ….
Salam,
Ibu Wanti

Beliau menyertakan nasihat buat saya di dalam emailnya. Betapa senangnya saya yang di kala itu sebagai mahasiswa baru yang terjebak dalam persepsi akan ketidakpedulian dosen terhadap mahasiswanya dan kabar-kabar lainnya. Memang suatu saat beliau cukup membuat sebal mahasiswa beliau karena melarang mengambil mata kuliah melampaui takdir dan menolak untuk menyetujui KRS yang demikian. Beliau sepertinya cukup strict bahwa mahasiswa beliau harus lulus tepat waktu (tidak telat tidak duluan). Tapi dibalik itu saya yakin beliau memang punya maksud baik terhadap mahasiswa.

Tidak bisa menulis lebih banyak lagi, saya hanya ingin menyatakan rasa duka dan kehilangan atas meninggalnya beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkannya mendapat penghiburan dan juga bagi pengabdian beliau bagi kita, mahasiswa Informatika, tidak akan sia-sia.

Selamat Jalan, Bu Wanti.

3 thoughts on “Selamat Jalan, Bu Wanti”

  1. I was really shocked when I heard the news today. I felt so sad for her. I really think that she’s a great teacher. Yes, she cared so much about her students. And she had that ‘motherhood’ character every time she taught us. Send my deepest condolences to her family.

Leave a Reply