Tata Bahasa Karo

Ternyata juga ada yang seperti ini ^_^

tatabahasakaro-s.png

Tata Bahasa Karo. Geoff Woollams
Penerbit BINA MEDIA PERINTIS
ISBN 979-3367-50-4

jumlah halaman 487

Komentar gw sih ini buku keren banget. Membahas bahasa Karo dari segi linguistiknya ^_^ Meski lebih cocok sebagai buku referensi tapi bisa juga sepertinya buat pemula yang ingin belajar bahasa Karo.

8 thoughts on “Tata Bahasa Karo”

  1. gw setuju banget 😛

    apa boleh buat…. dikit kali orang Karo yang masuk jurusan linguistik….. dan sepertinya dikit juga jurusan linguistik di Indonesia…..

    anyway, ntar rencana gw mo bikin kamus online berdasarkan morfologi kata dalam tata bahasa Karo sesuai dengan di buku…

    FYI :
    situs profil beliau
    http://www.hhs.qut.edu.au/about/woollams.jsp
    dan buku ini ternyata memang disertasi doktoral beliau tahun 1996…
    http://www.amazon.co.uk/grammar-Batak-Sumatra-Pacific-linguistics/dp/0858834324

  2. Dapet dari mana pet?
    walopun bahasa karo adalah bahasa ibu, biar dari kecil gw udah sering banget main ke Kabanjahe, tetep aja gw ga bisa ngomong Karo hehehe……

  3. sori komen gue di bawah ini bakal sedikit OOT, tapi masih nyambung kok, don’t worry, hehehe:

    Oiya, jangan salah juga, Pet

    FYI, yang jago Jawa Kuno (dan bikin kamusnya malah) itu Pak Pieter Josephus Zoetmulder, Wong Londo (walo akhirnya jadi berkewarganegaraan Indonesia).

    Ya, itulah kelemahan bangsa kita, Pet. Nggak mau care dan mendalami budaya sendiri. Alesannya malu lah, kuno lah. Mungkin bangsa kita sedang diracuni pikiran xenofilia (doyan sama sesuatu yang berbau asing. masak doyannya sama durian bangkok, anggur persia, boneka india, sutra cina, dsb.). Untung ada Maling[sia] yang ngingetin kita, hehehe… 😀

    Beda sama orang Barat. Kalo mereka mau mendalami suatu budaya, nggak tanggung tanggung. Kalo mau mendalami budaya salah satu etnis di Papua ya mereka mau gabung jadi anggota suku di sana. Ikut di-tattoo lah, ikut upacara apa lah, bahkan bisa ampe nikah sama orang sono. Lha, kalo kita? hehehe… liat realitanya lah…

    @pUtRi:
    Aku yang punya ayah Orang Sasak tulen malah tetep nggak bisa ngomong Sasak… 😛

Leave a Reply