Oke, kuliah IF3191 Sistem Operasi hari ini resmi didominasi oleh satu orang. Dari mulai jam 7.28 sampai dengan jam 8.40, benar-benar didominasi oleh satu orang. Saya yakin orang yang saya sebutkan lambat laun akan menyadari post ini. Dan saya memang terlalu malas untuk menegur beliau.
Dari dulu perilaku beliau itu agak menyebalkan, seperti membuat dosen gak mood ngajar, membuat kelas garing, memanjang-manjangkan topik yang out of topic yang dilontarkan dosen.
Sebagai contoh ketika kuliah IF3171, Mr. M mengeluarkan sebuah candaan
Mr M : Kalau kita lihat logo ITB sekarang. Huruf pertama menyatakan, anak ITB masuk itu pintar-pintar. Huruf kedua, di ITB anak ITB itu jadi kurus-kurus. Huruf ketiga, keluar dari ITB, jadi buncit-buncit
Peserta kuliah : (cekikikan….)
beliau : gak setuju, Pak! bla bla bla (thanks buat ralat dari Reisha, dan selanjutnya tuh pokoknya candaannya didebat aja)
(langsung jadi garing)
Okay, itu agak sedikit berlebihan memang. Tapi hari ini tuh beliau benar-benar menyebalkan!
Dimulai dari pertanyaan nomor 1 UTS IF3191 tentang process scheduling. Mengapa beliau menanyakan tentang arti round robin process scheduling dan diagram process scheduling yang jelas-jelas ada di buku dan sudah pernah disinggung di kuliah. Udah gitu kenapa banyak menanyakan hal-hal yang gak penting yang sebenarnya sudah terlalu obvious. Dan ternyata yang ditanyakan tidak hanya nomor 1, tapi berlanjut pada nomor-nomor lain yang jawabannya sudah jelas ada di buku dan tertulis di soal. Masak menanyakan kenapa sebuah memory address pada sebuah sistem memory paging 2 level harus dibagi menjadi 3 bagian : page table 1, page table 2, dan page offset? Dan masak menanyakan besarnya memory merupakan 2 berpangkat dari satu bagian dari memory address? Kemudian menanyakan 2 buah tabel pada soal mengenai Resource Deadlock yang jelas-jelas di buku dinyatakan satunya sebagai tabel available resource dan satunya sebagai tabel used resource? (Please dong… Masak mau ujian gak baca buku, sih?)
Untung sang dosen IF3191 ini sangat baik mau mengajari ulang. Tapi terkesan menyuapi, jadinya. Saya gak menyalahkan sang dosen. Apalagi sang dosen tersebut adalah salah satu dosen favorit saya di IF ^_^ karena saya merasa sang dosen sangat skillful serta mampu mengajarkan dan menjelaskan sebuah materi. Terima kasih karena Bapak sudah mau sabar. Salutlah untuk dosen kita yang satu ini ^_^
Dan saya juga gak mengejek kemampuan beliau dalam mencerna kuliah. Dengan ini saya memang terlihat sangat jahat. Saya hanya ingin mengatakan di blog ini apa pun konsekuensinya, Peserta kuliah ini bukan anda saja, Nona!
Kalau ingin bertanya secara pribadi mengenai materi kuliah, mohon ditanyakan di luar kelas!! Kalau bisa mohon dipikir dulu apa yang mau ditanyakan, ya! Berbelas kasihan lah pada sang dosen….