Sifat dan Tabiat Orang Karo (2)

Mejuah juah!

Ini adalah lanjutan dari post kemarin :
http://blog.petrabarus.net/2007/08/29/sifat-dan-tabiat-orang-karo-1/

  • Sopan

    Pembawaan sopan bergaul ditengah orang ramai dan dalam keluarga, merupakan bagian dari sikap hidup orang Karo. Sikap ini mungkin dilandasi pemikiran bahwa dalam bermasyarakat harus saling menghargai yakni berbuat sopan dan menghormati pihak lain, bukan dengan pura-pura. Gaya orang Karo berbicara menunjukkan sikap sopan dengan tutur kata yang halus dan tidak keras.

    (Errr…. no comment…. keknya sih gitu… tapi tauk deh *sigh*)

  • Selalu Menjaga Nama Baik Keluarga dan Harga Diri

    Sejak kecil orang Karo diajari harus pandai-pandai menjaga diri dan nama baik keluarga. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari orang Karo sangat menghargai martabat keluarganya. Maka seseorang selalu terpanggil jiwanya untuk membela kehormatan keluarganya jka hal itu dianggapnya pantas. Pencemaran nama baik keluarga dianggap merupakan tamparan bagi seluruh anggota keluarga turun temurun dan pasti menimbulkan dendam kesumat, yang kadang-kadang nyawa sering jadi taruhannya.

    Menyangkut harga diri dan keluarga, sejak belasan tahun terakhir ini pada sebagian masyarakat Karo, telah berkembang upaya untuk tidak mau kalah dari orang lain dan menunjukkan bahwa dia juga berkemampuan seperti apa yang telah ditunjukkan.

    (No comment juga, keknya juga sih. Untuk poin pertama juga sepertinya semua suku juga gitu)

  • Rasional dan Kritis

    Berpikir kritis dan rasional juga merupakan sifat khas orang Karo. Dalam menghadapi persoalan, orang Karo tidak begitu cepat emosional, tapi selalu dipikirkan dulu secara rasional dan kritis. Oleh karena itu mereka tidak begitu mudah terbuai oleh suatu rayuan. Sikap kritis ini sering membuat pihak lain kecewa karena dianggap bandel sehingga tidak mudah membawanya ke satu tujuan yang dimaksudkan. Contohnya adalah dalam penyebaran agama di dalam masyarakat Karo.

    (Nah, loh. Keknya agak bertentangan dengan poin “Mudah tersinggung” *sigh*)

  • Mudah Menyesuaikan Diri

    Karena sopan bergaul, selalu menghormati sesama anggota masyarakat, orang Karo secara mudah mampu menyesuaikan diri di tengah masyarakat baru, tempat mereka berdomisili.

    (Still, no comment)

  • Gigih Mencari Pengetahuan

    Karena sadar dalam hidp selalu kekurangan ilmu sebagai pegangan hidup, orang Karo sejak dulu sangat gandrung mencari ilmu pengetahuan. Maka ditiap kesempatan yang memungkinkan, orang Karo mencari ilmu pengetahuan dengan segala kegigihan. Untuk mendapat ilmu pengetahuan, mereka rela menempuh dengan segala penderitaan. Rintangan mereka atasi dengan segala ketabahan.

    (Gw gak kek gitu keknya…..)

  • Mudah Iri dan Dengki

    Iri dan dengki dalam bahasa Karo adalah cian. Teman sejoli dari iri adalah cemburu. Keduanya ini secara nyata selalu mengarah pada yang tidak baik. Sifat-sifat dengki/cemburu masih bersemayam pada masyarakat Karo.
    Penyakit lain yang mirip yang masih ada dalam masyarakat Karo adalah kesukaan sebagian besar kaum ibu-ibu mengata-ngatai orang lain secara negatif. Sifat ini dalam bahasa Karo adalah “Cekurak“.

    (Yang ini ada benernya juga…. Penyakit keknya,,,,)

  • Mementingkan Prosedur

    Orang Karo sejak zaman dulu ternyata mematuhi apa-apa yang telah menjadi kesepakatan bersama mengenai berbagai persoalan. Seseorang jarang sekali melanggar kesepakatan itu, sebab besar resikonya. Karena itu jika ada anggota masyarakat yang berbuat melangkahi aturan umum, biasanya terjadi keributan.

Demikian lah hasil ketik ulang dan ringkasan dari artikel berjudul “Sifat dan Tabiat Orang Karo” (Bangun, Tridah. Sifat dan Tabiat Orang Karo. Yayasan Lau Simalem, Jakarta, 2006). Ini saya tuliskan sekadar untuk menambah wawasan bersama. Entah benar entah tidak hanya Tuhan yang tau.

Bujur!

10 thoughts on “Sifat dan Tabiat Orang Karo (2)”

  1. Hi!
    I’ve get a SMS of a Karo friend. Could you help me to translate it?
    “Ula lupa man aq,kutimai kam ikota. Bujur mejuah-juah kita kerina na uei turang”
    Thanks!
    Eric

  2. Oh terima kasih banyak!!!
    Karena SMS ini dari… pacarku yang Karo… Sebelum pulang ke Europa, dia kirim SMS ini kepadaku. Dan di kotaku tak ada kamus Karo!
    (bro = brother = turang?)
    Makasih untuk your reply… and your blog!
    Eric

  3. OK!

    Harus belajar lagi bahasa karo!…

    See you soon in Berastegi!

    Eric

    NB: I don’t know very well Karo people but I ‘ve just read a comic
    (http://en.wikipedia.org/wiki/Asterix_in_Corsica
    http://id.wikipedia.org/wiki/Asterix)
    and it seems that maybe one can compare Karo in Indonesia and Korsica people in France; examples: feeling of honor and respect, feuds and fights between different clans, well known siesta, the famous bushes, a place where tourists easily get lost, etc.

  4. errrrrrrrrrrrr…nambahin dong ttg sifat dan tabiat karonese itu haha “kai kari nina kalak”… gw slalu ngeliat tolok ukur rata2 orang karo tuh selalu diukur dari pandangan orang tentang yang mereka perbuat nantii,,yaaaa bukan cuma orang karo sii tapii standart sosial,,alhasil jadi gak siap ama yg namany perubahan dan cenderung konservativ(kusaksikan engkau terduduk sendiriii,,halah jadi teringat sepotong tembang dari the adams)

Leave a Reply