Sirup Markisa

Di masa yang sedang dirundung perasaan sedih, kesel, kecewa, dan gundah gini memang paling enak rasanya duduk memandang langit meratapi nasib sambil ditemenin segelas sirup markisa hangat.

Segelas sirup markisa yang enak ditandai dengan konsentrasi sirup markisa pada air yang sangat tepat. Tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Tidak terlalu manis dan juga tidak terlalu asam. Persebaran sirup markisa juga harus tepat merata pada air. Jangan sampai ada bagian yang terlalu manis dan ada bagian yang terlalu asam.

Sesendok sirup markisa yang dicampur dengan segelas air membuat rasa asam dan gak enak diminum.
Sesendok air yang dicampur dengan segelas sirup markisa juga membuat rasa yang terlalu manis.

(kalo gak pake sirup itu namanya aer doang. bagus buat kesehatan sih, tapi gak bagus buat post ini 😛)

Mengingatkan diri ini bahwa campuran antara kebahagiaan dan penderitaan itu memang harus tepat.
Tidak boleh terlalu asam juga tidak boleh terlalu manis. Tidak boleh terlalu susah dan tidak boleh terlalu senang.

Tanpa kebahagiaan diri ini tidak tahu betapa menyusahkan sebuah penderitaan. Tanpa penderitaan diri ini benar-benar tidak tahu betapa menyenangkan sebuah kebahagiaan.

Hidup ini jangan selalu dibawa senang dan jangan selalu dibawa susah.

Jangan terlalu sering dibawa susah kayak gini. Pergi keluar kamar, melihat betapa banyak orang yang lebih susah dari diri ini. Berbahagia bahwa diri ini selalu bisa mendapat kebahagiaan yang tak pernah terpikir telah didapatkan.

Jangan terlalu sering dibawa senang. Pergi keluar kamar, melihat betapa banyak orang yang lebih berhasil dari pada diri ini. Bersedihlah bahwa diri ini sangatlah jauh daripada kesempurnaan yang seharusnya telah diperjuangkan.

Besok sudah mulai semester baru. Sudah tujuh bulan dari awal bulan ini lewat dari awal tahun ini. Sudah tiga semester dilewatkan dari awal tahun ajaran kemarin. Sudah sembilan bulan lewat dari awal tahun terakhir menjelang usia kepala dua. Udah terlalu banyak air yang dikumpulkan daripada sirup yang dihasilkan pada gelas ini. Yah biarlah. (Toh, besok-besok juga bakal banyak air yang dikumpulin, nih 😛)

Tapi entah sampai kapan sebotol sirup ini masih bisa menemani malam-malam seperti ini. (yee…. di Bandung gak ada yg seenak ini sih 😛)

(post gak penting sama kayak post yang sejudul *sigh*)

3 thoughts on “Sirup Markisa”

  1. Ahaha… kirain ngomongin sirup markisa beneran. Eniwei, kemaren sy baru tau kalo ada frestea fruit markisa. Sugoi tho? Tp blm sempet nyoba sih. Kayanya seger…. Syeluuuurppp!

  2. hohoho… kebetulan sekali di rumah gua lagi ada banyak sirup markisa (cap pohon pinang loh :p).. pulang ke rumah langsung bikin sirup markisa ah… slrupp..

    btw, menurut gua sih, ‘hidup yang selalu dibawa senang’ jauh lebih recommended untuk dilakukan daripada ‘hidup yang selalu dibawa susah’

    ^^

Leave a Reply