Menunggu setantronâ„¢ yang rada intelek

Menanggapi postingan Irvan mengenai ditayangkannya Prison Break di ANTeve. Prison Break adalah serial TV yang menurut saya sangat bagus, dan kebetulan ratingnya sangat tinggi. Ceritanya memang sangat bagus, sarat ilmu pengetahuan, mendidik, mengguncang emosi, memompa adrenalin, dan menambah wawasan. Benar-benar gak salah kalau banyak yang suka.

Karena kebetulan saya satu kos dengan Irvan yang mengaku alergi TV lokal karena di kos kita langganan TV Kabel, sejujurnya saya juga bukannya alergi sih, tapi gak terlalu tau perkembangan TV lokal. Jadinya kebetulan saya tau tentang TV lokal tuh dari orang dan biasanya agak basbang, lah. Wong, pas nonton ANTeve aja saya bingung, kok lambangnya persis StarTV, ya. Harap maklum ya. :mrgreen:

Saya tuh sedih loh pas denger Prison Break ditayangkan di TV lokal tersebut. Kenapa dari sekian banyak acara serial televisi luar negeri yang bagus, masak Prison Break gak jadi sasaran tiruan, sih? Mohon dikoreksi, tapi sampai sekarang saya gak pernah denger serial televisi luar negeri yang rada butuh mikir itu ditiru di Indonesia. Masak yang ditiru itu cuman serial TV yang menggugah emosi dan mengundang tangis. Oke lah, saya gak minta yang exploit CGI macem The Andromeda, StarTrek, Conan Doyle’s The Lost World (kok judul lama semua ya :P), Star Wars, yah, name it lah. Yah, saya tahu kemampuan rekayasa CGI di perfilman Indonesia masih gak banyak kepake, karena mahal atau males kali ya.

Banyak loh, serial-serial bagus yang gak terlalu menjual mimpi serta memeras air mata juga tetapi mengasah pikiran. Mari kita sebut beberapa : Prison Break, Heroes, NUMB3RS, CSI, Alias, Death Note, dan lain-lain. Kenapa gak yang dari situ aja yang ditiru? Bukannya saya merendahkan beberapa serial bagus juga seperti 1 Liter Of Tears, Candy Candy, Meteor Garden, dll (bisa dicari sendiri khan padanannya, hehehe). Kebetulan saya juga suka banget serial-serial tersebut (kecuali Meteor Garden, deng.) Tapi rasanya bosen banget kalo selalu ngedenger yang dijiplak itu serial-serial yang memfokuskan temanya pada tema percintaan dan menjual mimpi.

Apa setakut itu kah para produser untuk niru serial TV tersebut? Takut kalo serial itu ratingnya jadi turun ato banyak yang gak suka? Atau malah malas mikir? Siapanya? Penonton kah atau produser kah?
Bener-bener eneg deh ngeliat serial-serial cinta dijiplak abis-abisan terus kalo ratingnya bagus dipanjang-panjangin plotnya dan segera ditamatin begitu ratingnya turun karena orang udah eneg.

Yah, gitu lah. Pokoknya intinya, kalau mau menjiplak mohon berkembang dikit ^_^ jangan seputar itu-itu aja.
(Kebetulan saya juga gak ada background perfilman dan tidak akan menuju bidang tersebut, jadinya ngomong doang dikit, boleh dong. hehe)

6 thoughts on “Menunggu setantronâ„¢ yang rada intelek”

  1. “Kenapa dari sekian banyak acara serial televisi luar negeri yang bagus, masak Prison Break gak jadi sasaran tiruan, sih?”

    hahaha… pandangan yang lain, bagus… 😀
    mungkin kalau niru2 film yang cinta2an gitu lebih gampang bikinnya, lebih gampang cari pemain2nya. trus kalau ternyata ratingnya tinggi kan biasanya ceritanya suka dipanjang2in… cerita cinta gampang dipanjang2innya 😛

  2. Nambahin yang anggia…
    Dan cerita yang cinta-cinta itu pun, sudah terbukti sukses dengan rating tinggi di masyarakat kita. Jadi ya, pada bikin yang kayak gitu.
    Takut lah berinovasi, ga mau rugi.. hehehe..

  3. @Brahmasta :

    nah itu dia jeleknya. ketika ada sebuah produser yang mencoba-coba hal yang baru, dan terbukti sukses, maka para produser lain berbondong-bondong untuk melakukan hal yang sama.

Leave a Reply