Mengutuk premanisme di kampus

Baru baca post ini, tentang pemukulan dan penghinaan terhadap Ivan Sugianto. Beneran memprihatinkan, kok di kampus yang katanya isinya orang-orang intelek masih ada tindak premanisme, sih?

Yah, Ivan Sugi jelek-jelek temen kita juga, kok, dipukulin, sih, mentang-mentang jelek (loh? :mrgreen:)

Well, turut simpati buat Ivan yang harus mengalami hal demikian. Sebuah harga yang gak pantes dibayar untuk sebuah kebebasan berbicara.

Seperti itu kah mahasiswa ITB ini? Menghina-hina pemerintah dan rektorat terang-terangan di depan umum, tapi memberi pukulan dan penghinaan habis-habisan ketika hanya dikritik lewat sebuah tulisan?

8 thoughts on “Mengutuk premanisme di kampus”

  1. Aduh, ngeri banget ya… Media blog yang semestinya bebas, kok malah jadi tumbal.

    Jangan-jangan ntar posting-posting blog yang isinya sekadar curhat (sambil ngelirik Admin-admin ITB dengan sorot mata menyeramkan), malah jadi masalah juga. Kebayang kan kalo tiba-tiba kita didatengin (diontrog, Sunda) para Admin, terus ditanya, “Mana yang namanya XXXXX”. Hiiiii… 😀

    Apa mesti bikin blog lain yang anonim ya?

  2. Gak bisa digeneralisir pet..
    Mahasiswa ITB kan sangat jamak.
    Ada mahasiswa yang ga bisa nerima dikritik seperti itu, ya kasian gw liatnya. Emosi juga bacanya.
    Tapi ada juga yang bisa secara dewasa bisa nerimanya.

  3. jangan digeneralisir itu anak itb atau organisasi manapun. Gw nganggep oknum aja. gue udah bisa liat berantem-berantem di itb tapi ini ada hal yang gw anggap lebih. Ivan tuh ga ngelawan dan pelecehan di depan orang-orang yang gw pribadi ga bisa liat itu hal yang wajar. Sedih pisan gue sampe menitikkan air mata, apalagi ini temen sama temen.

  4. Oalah, baru baca di blognya Sawung. Kok sampe segitunya yah. Apa susahnya sih bikin sanggahan berupa tulisan lagi di blog.

    Btw, kalau demo itu adalah salah satu bentuk kritikan. Harusnya yang suka demo jg mo dikritik donk. Kalau baru dikritik segitu saja sudah emosi, terlihat jelas kalau mereka tidak lebih baik dari yg mereka demo 🙂

  5. @ Brahmasta & sawung :

    mengenai generalisasi, jujur gw sih mau menyerang anak ITBnya. biar pun katanya jamak, tetep aja mereka (kalian dan saya juga) tetap berstatus mahasiswa ITB, harusnya menjaga nama baik ITB juga
    dan harusnya malu dong punya temen mahasiswa yang seperti itu juga. jujur, meski saya gak kenal, saya juga malu. karena pasti orang luar juga menggeneralisasi yang enggak-enggak.
    apalagi sang oknum itu udah bawa-bawa organisasi dan kepanitiaan.

    kalau penyamaan dengan para pelaku premanisme dengan para pendemo, well, secara probabilistik tingkat kepercayaannya yang tinggi bisa digambarkan dengan bayesian network… (becanda doang kalo yang ini 😛 abis ujian AI)

Leave a Reply