Budaya Karo – Sejarah Marga-Marga (2)

Mejuah-juah!

Lanjutan tentang sejarah marga-marga Karo bagian 1. Kali ini rada menarik menurut gw, sih ^_^

Selamat membaca!

  1. Merga Sembiring

    Merga Sembiring secara umum membagi diri menjadi dua kelompok yaitu Sembiring yang memakan anjing dan Sembiring yang berpantang memakan anjing.

    • Sembiring Siman Biang (Sembiring yang memakan biang (anjing))
      • Sembiring Kembaren

        Menurut Pustaka Kembaren, asal-usul merga ini terdiri dari Kuala Ayer Batu, kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala, berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama Pisau Bala Bari. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi, Paropo, Tumba dan Martogan. Dari sana kemudian menyebar ke Liang Melas, saperti Kuta Mbelin, Sampe Raya, Pola Tebu, Ujong Deleng, Negerijahe, Gunong Meriah, Longlong, Tanjong Merahe, Rih Tengah dan lain-lain. Merga ini juga tersebar luas di Kab. Langkat saperti Lau Damak, Batu Erjong-Jong, Sapo Padang, Sijagat, dll.

      • Sembiring Keloko

        Menurut cerita, Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Merga Sembiring Keloko tinggal di Rumah Tualang, sebuah desa yang sudah ditinggalkan antar Pola Tebu dengan Sampe Raya. Merga ini sekarang terbanyak tinggal di Pergendangen, beberapa keluarga di Buah Raya dan Limang.

      • Sembiring Sinulaki

        Sejarah merga Sembiring Sinulaki dikatakan juga sama dengan sejarah Sembiring Kembaren, karena mereka masih dalam satu rumpun. Merga Sinulaki berasal dari Silalahi.

      • Sembiring Sinupayung

        Merga ini menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren. Mereka ini tinggal di Juma Raja dan Negeri.

      Keempat merga ini boleh memakan anjing sehingga disebut Sembiring Siman Biang.

    • Sembiring Singombak

      Adalah kelompok merga Sembiring yang menghanyutkan abu-abu jenasah keluarganya yang telah meninggal dunia dalam perahu kecil melalui Lau Biang (Sungai Wampu).
      Adapun kelompok merga Sembiring Singombak tersebut adalah sebagai berikut :

      • Sembiring Brahmana

        Menurut cerita lisan Karo, nenek moyang merga Brahmana ini adalah seorang keturunan India yang bernama Megitdan pertama kali tinggal di Talu Kaban. Anak-anak dari Megit adalah, Mecu Brahmana yang keturunannya menyebar ke Ulan Julu, Namo Cekala, dan kaban Jahe. Mbulan Brahmana menjadi cikal bakal kesain Rumah Mbulan Tandok Kabanjahe yang keturunannya kemudian pindah ke Guru Kinayan dan keturunannya mejadi Sembiring Guru Kinayan. Di desa Guru Kinayan ini merga Brahmana memperoleh banyak kembali keturunan. Dari Guru Kinayan, sebagian keturunananya kemudian pindah ke Perbesi dan dari Perbesi kemudian pindah ke Limang.

      • Sembiring Guru Kinayan

        Sembiring Guru Kinayan terjadi di Guru Kinayan, yakni ketika salah seorang keturunan dari Mbulan Brahmana menemukan pokok bambo bertulis (Buloh Kanayan Ersurat). Daun bambo itu bertuliskan aksara Karo yang berisi obat-obatan. Di kampung itu menurut cerita dia mengajar ilmu silat (Mayan) dan dari situlah asal kata Guru Kinayan (Guru Ermayan). Keturunannya kemudian menjadi Sembiring Guru Kinayan.

      • Sembiring Colia

        Merga Sembiring Colia, juga menurut sejarah berasal dari India, yakni kerajaan Cola di India. Mereka mendirikan kampung Kubu Colia.

      • Sembiring Muham

        Merga ini juga dikatakan sejarah, berasal dari India, dalam banyak praktek kehidupan sehari-hari merga ini sembuyak dengan Sembiring Brahmana, Sembiring Guru Kinayan, Sembiring Colia, dan Sembiring Pandia. Mereka inilah yang disebut Sembiring Lima Bersaudara dan itulah asal kata nama kampung Limang. Menurut ahli sejarah Karo. Pogo Muham, nama Muham ini lahir, ketika diadakan Pekewaluh di Seberaya karena perahunya selalu bergempet (Muham).

      • Sembiring Pandia

        Sebagaimana sudah disebutkan di atas, bahwa merga Sembiring Pandia, juga berasal dari kerajaan Pandia di India. Dewasa ini mereka umumnya tinggal di Payung.

      • Sembiring Keling

        Menurut cerita lisan Karo mengatakan, bahwa Sembiring Keling telah menipu Raja Aceh dengan mempersembahkan seekor Gajah Putih. Untuk itu Sembiring Keling telah mencat seekor kerbau dengan tepung beras. Akan tetapi naas, hujan turun dan lunturlah tepung beras itu, karenanya terpaksalah Sembiring Keling bersembunyi dan melarikan diri. Sembiring Keling sekarang ada di Raja Berneh dan Juhar.

        (Petra : kata Keling juga ada di Wikipedia yakni orang India yang berasal dari Kalingga, India)

      • Sembiring Depari

        Sembiring Depari menurut cerita menyebar dari Seberaya, Perbesi sampai ke Bekacan (Langkat). Mereka ini masuk Sembiring Singombak, di daerah Kabupaen Karo nama kecil (Gelar Rurun) anak laki-laki disebut Kancan, yang perempuan disebut Tajak. Sembiring Depari kemudian pecah menjadi Sembiring Busok. Sembiring Busok ini terjadi baru tiga generasi yang lalu. Sembiring Busok terdapat di Lau Perimbon dan Bekancan.

      • Sembiring Bunuaji

        Merga ini terdapat di Kuta Tengah dan Beganding.

      • Sembiring Milala

        Sembiring Milala, juga menurut sejarah berasal dari India, mereka masuk ke Sumatera Utara melalui Pantai Timur di dekat Teluk Haru. Di Kabupaten Karo penyebarannya dimulai dari Beras Tepu. Nenek moyang mereka bernama Pagit pindah ke Sari Nembah. Merka umumnya tinggal di kampung-kampung Sari Nembah, Raja Berneh, Kidupen, Munte, Naman dan lain-lain. Pecahan dari merga ini adalah Sembiring Pande Bayang.

      • Sembiring Pelawi

        Menurut cerita Sembiring Pelawi diduga berasa dari India (Palawa). Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. Di Bekancan terdapat seorang Raja, yaitu Sierkilep Ngalehi, menurut cerita, daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan, seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi. Di masa penjajahan Belanda daerah Bekancan ini masuk wilayah Pengulu Bale Nambiki. Kampung-kampung merga Sembiring Pelawi adalah : Ajijahe, Kandibata, Perbesi, Perbaji, Bekancan dan lain-lain.

      • Sembiring Sinukapor

        Sejarah merga ini belum diketahui secara pasti, mereka tinggal di Pertumbuken, Sidikalang, dan Sarintonu.

        (Petra : ada hubungannya ama nama India, Capoor gak ya? :mrgreen: (dah capek ngcopy paste…))

      • Sembiring Tekang

        Sembiring Tekang dianggap dekat/bersaudara dengan Sembiring Milala. Di Buah Raya, Sembiring Tekang ini juga menyebut dirinya Sembiring Milala. Kedekatan kedua merga ini juga terlihat dari nama Rurun anak-anak mereka. Rurun untuk merga Milala adalah Jemput (laki-laki di Sari Nembah) / Sukat (laki-laki di Beras Tepu) dan Tekang (wanita). Sementara Rurun Sembiring Tekang adalah Jambe (laki-laki) dan Gadong (perempuan). Kuta pantekennya adalah Kaban, merga ini tidak boleh kawin-mengawin dengan merga Sinulingga, dengan alasan ada perjanjian, karena anak merga Tekang diangkat anak oleh merga Sinulingga.

  2. Merga Tarigan

    Ada cerita lisan (Darwin Prinst, SH. Legenda Merga Tarigan dalam bulletin KAMKA No. 010/Maret 1978 ) yang menyebutkan merga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung, yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. Mereka disebut sebagai bangsa Umang. Pada suatu hari, isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Darah ini, tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua, Cingkes, dan Tongtong Batu. Tiga orang keturunan merga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-Gurda berkepala tujuh. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut.

    Sementara di bawah gadis itu digali lobang tempat sebagai benteng merga Tarigan. Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis itu, maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu. Enam kepala kena sumpit, akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu. Salah seorang merga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau. Maksud cerita ini mungkin sekali, bahwa pada waktu itu sedang terjadi peperangan, atau penculikan anak-anak gadis di Tongging. Pengulu Tongging merga Ginting Manik lalu minta bantuan kepada merga Tarigan untuk mengalahkan musuhnya tersebut

    Beberapa generasi setelah kejadian ini, tiga orang keturunan merga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing, yakni ; Tarigan Pertendong (ahli telepati), Pengeltep (ahli menyumpit) dan Pernangkih-nangkih (ahli panjat). Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik. Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep. Tarigan menyumpitkan eltepnya sampai ke Tongtong Batu. Tarigan lalu pergi kesana, dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan (Gersang). Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba, Sibero, dan Cingkes, baik yang di Toba maupun yang di Simalungun. Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang Merga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar, yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng. Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan). Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Lumbung (laki-laki) dan Tarik (perempuan). Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (wanita).

    Adapun cabang-cabang dari merga Tarigan ini adalah sebagai berikut :

    • Tarigan Tua

      kampong asalnya di Purba Tua dekat Cingkes dan Pergendangen

    • Tarigan Bondong

      di Lingga

    • Tarigan Jampang

      di Pergendangen

    • Tarigan Gersang

      di Nagasaribu dan Beras Tepu

    • Tarigan Cingkes

      di Cingkes

    • Tarigan Gana-gana

      di Batu Karang ;

    • Tarigan Peken

      di Sukanalu dan Namo Enggang

    • Tarigan Tambak

      di Kebayaken dan Sukanalu

    • Tarigan Purba

      di Purba

    • Tarigan Sibero

      di Juhar, Kuta Raja, Keriahen Munte, Tanjong Beringen, Selakar, dan Lingga

    • Tarigan Silangit

      di Gunung Meriah (Deli Serdang)

    • Tarigan Kerendam

      di Kuala, Pulo Berayan dan sebagian pindah ke Siak dan menjadi Sultan disana

    • Tarign Tegur

      di Suka

    • Tarigan Tambun

      di Rakut Besi dan Binangara

    • Tarigan Sahing

      di Sinaman

Disadur dari Keputusan Kongres Kebudayaan Karo, 3 Desember 1995
Dan Buku รขโ‚ฌโ€œ buku Budaya Karo.

89 thoughts on “Budaya Karo – Sejarah Marga-Marga (2)”

  1. aku gak terlalu tau tentang sejarah. sejujurnya ini cuman salin dari artikel lain (ada linknya).
    tapi kalau ada yang bisa menyanggah atau menjelaskan aku sangat berterima kasih

    bujur

  2. Sitik lit informasi ibas aq nari e bang,,
    si kubegi beritana, kita kalak karo enda marenda ibas kalak toba nari kin ue bang, tuhu nge bang..

  3. Mejuah2
    kalo merga karo2 gurusinga gimana sejarahnya ?
    Saya pernah baca buku sejarah kota mdn y didirikan Guru Patimpus sembiring pelawi, intinya memang “kalak” karo jmn dl sdh maju makanya pendatang mau msk menjadi bagian masyarakat karo. Benar bahwa sebahagian marga karo berasal dari toba,simalungun, bahkan india, tp bkn berarti suku karo nenek moyangnya berasal dr daerah toba. Karna dr bahasa sdh berbeda, bhs karo lbh mirip bahasa alas di aceh.

  4. Salam hormat,

    Saya Ivan Taniputera sedang membuat buku mengenai sejarah kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara. Oleh karena itu, apabila rekan-rekan di sini ada yang mempunyai informasi mengenai sejarah kerajaan2 di Tanah Jawa, Siantar, Silimakuta, Purba, Raya, dll. sudilah kiranya menghubungi saya. Termasuk juga bila rekan-rekan sekalian ada yang memiliki silsilah atau urutan raja-raja di Tanah Karo beserta peristiwa pentingnya, mohon sudilah kiranya menghubungi saya. Email saya: ivan_taniputera@yahoo.com
    Atas perhatiannya saya mengucapkan beribu2 terima kasih.

    Salam hormat,

    Ivan Taniputera

  5. Memang tidak semua marga karo berasal dari toba namun umumnya suku karo merupakan perpecahan dari toba itu sendiri. Orang2 yg datang belakangan ke daerah karo diberikan kehormatan marga dari nama belakang mereka atau sebutan daerah asalnya. Lihat aja perbedaan peradabannya kan cukup jauh antara toba dan karo. sungkuni saja man orang tuanta ja nari asal nininta mayoritas reh bas toba nari walaupun bukan yang PERTAMA.

  6. lit sitik si pernah kubaca sejarah karo. kata karo berasal dari kata aru si artina merukur pas bagi sifat kalak karo, buktina kalak karo merari gemar main catur, malah lit si jadi juara catur nasional. dari kata aru berubah menjadi haru-karu-karo. sibar em enca si kuteh. lit sada pindonku man bandu tlg rincikendu marga silima.

  7. go kuakap sambar kerin asejarahnta eee pe
    perbahan berbagai sumber si kubaca lain kerina isina
    emaka perlu nge kuakap si telusuri kurang siapai situhu

  8. seru juga ya kalo kita tau tentang sejarah suku kita sendira…
    jadi bangga ni udah jadi anaknya suku karo..
    hehehehe

  9. terimakasih utk kajian sejarah merga-merga karo ini, semakin menambah pengetahuan kita akan sejarah dan asal-usul leluhur kita. agar tdk “Katrok” masalah adat istiadat, krn keluarga istri saya dari Tanah Karo.
    Bujur

  10. sentabi aku sekali enda bang…

    ku COPAS lebe sejarahndu enda…
    glah ku REPOST ku forum kami arah JAS MERAH 2006 i FB bang…

    bujur….

  11. SeNTaBi Ea BaNg Bisa NgAsI PeNJeJElASAn yAnG lEbIh2 lG TEntaNg ADAt kArO??????
    KeNApA oRAnG kArO ITU bEDA mA oRaNg jaWa???

  12. Sentabi BAng,,,,,MArga Sinubulan DI mana ?????????
    padahal KAmpung HAlamanku JElas Sekali,,,Di desa Pertumbuken (buntu),BUlan JULU,BUlan JAhe (kec BArus JAhe,,,,,,,

  13. Wah seru bgt bang, sebetulnya aq kalak jawa, istriku br tarigan sibero. Skrng aq jadi marga ginting munthe bre tarigan kempu karo2 sinuraya.. Seneng bisa baca sejarah karo krn aq lg belajar tentang adat karo..bujur ras mejuah-juah..

  14. wahhh ternyata tarigan banyak cabang2nya ya baru tau aku . sekarang aku dah tau bahwa tarigan tu banyak

  15. abis baca2 dri blog bg petra ini,smakin tau aja aq ttg marga2 yg ada dlm suku batak karo(suku saya sendiri)…
    yg slama ini saya sendiri vacum akan itu !
    terima kasih banyak buat bg petra,trus posting yg mnyangkut ttg suku kita karo bg…
    agar kami yg kurang mengerti ini dapat tau dan memahami bgmna yg sbenarnya….

    Bujur ras mejuah juah

  16. Perlu dikoreksi mengenai asal marga Tarigan. Yang namanya tempat asal usul semestinya hanya satu, tetapi pada tulisan diatas ada beberapa disebutkan dari dua tempat. Seperti TARIGAN TUA dituliskan berasal dari Purba Tua dan Pergendangan. Sedangkan kedua tempat ini sangat berjauhan. Yang benar adalah dari desa Purba Tua, yaitu sebuah desa dikaki gunung Singgalang wilayah kabupaten Simalungun. TARIGAN GERSANG dituliskan dari Nagasaribu dan Berastepu, yang benar adalah dari nagasaribu, juga didekat kaki gunung Singgalang. Saya tau persis karena seorang Nenek kami beru Barus dikawini oleh Raja Nagasaribu yang Girsang. TARIGAN TAMBUN sebenarnya berasal dari PURBA TAMBUN di Binangara yaitu sebuah desa ditepian danau toba antara Haranggaol dan Tongging, yang bermigasi ke Rakutbesi sebuah desa wilayah kab Simalungun tapi didiami orang karo, disin mereka menjadi Tarigan Tambun. Jadi pada dasarnya semua Marga Tarigan berasal dari sub marga Purba di Simalungun. Inilah fakta yang tidak terbantahkan bahwa suku Karo memiliki kekerabatan dengan suku Toba dan Simalungun. Terima Kasih.

    1. tarigan gersang. Sebenarnya tarigan gersang dan sibero berasal dari pak pak(lehu dan tong tong batu)dari tanah pak pak merantau ke simalungun(nagaseribu) di nagaseribu mempunyai kerajaan,cucu2dari nagaseribu ini merantau ke karo(sinaman,pergendangen,juhar,berastepu,seribujandi kuta rayat.dll.)kl saya tarigan gersang dari sinaman.

    2. simalungun mirip karo!!! tarigan tambak, purba tambak,, tarigan gerneng, purba sigumonrong,,, tarigan gersang, purba girsang,,, tarigan tambun, purba tambun

  17. mpal, mengenai rurun Tarigan Jambor Lateng tertukar posisinya, Tarik utk anak laki2, Lumbung utk anak perempuan, bukan sebaliknya.

  18. Saya ada dua pertanyaan tentang merga-merga di Karo.

    1. Dari kelima merga induk tersebut, merga apakah merga awal, yaitu merga yang pertama sekali exisit di Tanah Karo?
    2. Dari dua Sembiring, Si man biang dan si la man biang, manakah yang lebih dulu exist di sana? Tahun atau abad ke berapa (kira-kira) Sembiring si man biang exst di Tanag Karo?

    Terima kasih.

  19. kalau setahu aku di tongging itu ginting munthe.. dan aku baru dengar tarigan purba dan tarigan cingkes.. yang aku tahu Tarigan Purba Cikala dari cingkes.. apakah itu sama?
    Tarigan Purba Cikala ini asal usulnya dari purba hinalang (simalungun) dengan marga purba pak-pak, kemudian pindah ke cingkes. Bulang dikenal dulu cukup sakti dan bisa menyembuhkan orang sakit. dikarenakan disekeliling rumahnya banyak ditanani cikala maka kemdian beliau dan keturunannya dikenal dengan marga Tarigan Purba Cikala.

  20. Kita Kalak Karo, situhu na labo min bagian arah suku Batak. Pengataken Batak Karo ibas Kalak non-Karo njadiken kebiasaan. Seri ngenda ras bagi kalak Sunda, adi sungkun kalak ia, mis pengakap kalak ia Kalak Jawa, padahal ia sutuhuna Kalak Sunda. Kita pe bage kang, perbahan Sumatera Utara identik ras Batak maka terciptalah istilah Batak Karo. Bahkan, simbaru na berita si kubegi, enggo nge lit penelitian secara genetik (DNA) si membuktiken bahwa labo lit hubungenta Kalak Karo ras Kalak Batak.
    Sibaren, Bujur ras Mejuah juah

    1. sentabi aku lebe ea bng , , ,
      saya stuju kita edentik dengan batak karena setau saya dulunya karo dan batak adalah satu rimpun dan selebihnya cobk bng teruskan yak , . ..

  21. kalau kesamaan atau kemiripan bahasa tidak dapat dijadikan dasar apakah karo dari batak atau sebaliknya. kami di sulawesi tenggara , suku tolaki ada bahasanya yg hampir sama dgn bhs karo, misalnya karo pinggan, tolaki o pingga, manuk karo, o manuk tolaki, kabu-kabu / pohon kapuk karo, kokabu tolaki. pafahal antara karo dan tolaki hampir tidak. aku kenal karena satu di sumatera utara dan satu di sulawesi tenggaga. jadi menurut hemat saya karo belum tentu batak walaupun karo ada yang dari batak. mejuah juah.

  22. ise.nge ndia sisalah mengenai masLah apakah karo batak atau tidak , ija terombo kalak karo ras ija budayawan karo kerina, ola kam lebe medem turiken dage situhuna mekuah ateta man generasi penerus kalak karo atau generasi batak karo, sentabi aku man bandu. bujur.

Leave a Reply