Archive for July, 2007
Pelatihan Open Source Software
by Petra on Jul.31, 2007, under Diary, Technology
Hari ini (dan besok) diadakan Pelatihan pendayagunaan Open Source Software yang diselenggarakan oleh Pusat Pendayagunaan Open Source Software atau POSS ITB (bingung khan kenapa ‘P‘nya cuman 1? sama dong.), sebuah lembaga di ITB yang khusus mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat dalam menggalakkan penggunaan software legal khususnya yang open source (dalam bahasa Inggris : Center for Empowerment of Open Source Software… lebih enak didenger Open Source Software Empowerment Center gak sih
?).
(continue reading…)
Mahasiswa Berproyek
by Petra on Jul.31, 2007, under Opinions
Di ITB dan banyak universitas lainnya, mahasiswa itu sebenarnya tidak jauh dari yang namanya proyek. Tahu sendiri lah ya yang namanya mahasiswa, masih bergantung kepada orang tua. Yang mana banyak mahasiswa (termasuk saya sendiri) yang merasa biaya hidup yang orang tua berikan setiap bulannya, kadang rasanya kurang untuk memenuhi banyak kebutuhan-kebutuhan tersier mahasiswa itu sendiri : nonton bioskop, jalan-jalan, malam mingguan, dll. Atau malah banyak mahasiswa yang membayar uang kuliahnya sendiri. Dan tidak jarang mahasiswa mencari pekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ada yang jadi karyawan lah, ada yang jadi pramusaji lah, ada yang jadi tukang koran lah. Dan ada yang berproyek.
(continue reading…)
Gak Enak Badan
by Petra on Jul.28, 2007, under Diary
Udah sekitar lima hari gak enak badan… (bahasa jepangnya ä½“ãŒæ‚ªã„ bukan 体ãŒç¾Žå‘³ã—ããªã„
)
Gak masuk kuliah…… Padahal materinya lagi penting-pentingnya…..
Entah kenapa akhir-akhir ini cepet capek, badan meriang, kepala pusing, perut mual, mata berkunang-kunang, badan rada hangat, jantung rada sesak. Sempet demam gak bisa bangun dari tempat tidur, tapi untung akhirnya masih dikasih kesempatan hidup…. Tiap malam selalu mikir soal kematian…. beneran, deh…. yah, soalnya masih ada beberapa pesan yang belom bisa disampaikan kepada beberapa orang… ^_^
(continue reading…)
Lagu Karo – Piso Surit
by Petra on Jul.28, 2007, under Karo
Piso Surit adalah salah satu lagu berbahasa Karo. Ini adalah salah satu lagu yang sebenernya harusnya hampir semua orang Karo tau, sih
. Beberapa orang di luar Karo salah kaprah dengan mengira lagu ini adalah lagu tradisional Aceh. Beberapa juga mengira Piso Surit adalah senjata tradisional dari suku Karo. Piso Surit adalah nama sejenis burung yang sering terdengar bernyanyi di sekitar sawah. Kicauannya konon terdengar sendu dan memanggil-manggil, “Piso surit.. piso surit…”
(continue reading…)
Ganti suasana
by Petra on Jul.25, 2007, under Diary
Mau ganti suasana
(continue reading…)
Programming Brain Bench
by Petra on Jul.24, 2007, under Other, Programming
Baru iseng-iseng ngecek di brainbench.com,,,,
Sebuah situs yang bisa ngetes kemampuan IT kita…..
Iseng-iseng nyoba yang Java 2, C#, dan Programming Concept…. gak ada persiapan sama sekali….
Ini lah hasilnya… ID Transkripnya 6953269 ato bisa dilihat di sini
(continue reading…)
Web Hostingan Yang Paling Bagus….
by Petra on Jul.22, 2007, under Intermezzo
Mabuk Java….
by Petra on Jul.21, 2007, under Diary, Programming
Bukan mabuk kopi jawa, tapi akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu di depan Java. Berawal dari tugas penerimaan asisten Sistem Terdistribusi yakni disuruh ngeeksplorasi tentang network application. Gw dan seorang teman, Hendro, mengajukan proposal ngebuat web game yakni Othello (atau Reversi). Tapi proposalnya gak disetujui karena semua tim kecuali tim gw ngebuat mobile application (hey, web juga network, ngkale
). Yah, akhirnya sama asisten senior, proposalnya diganti jadi mobile game Othello berbasis J2ME (untungnya….) dengan koneksi Bluetooth. Sementara empat kelompok lain disuruh buat mobile application berbasis Windows Mobile, Symbian OS, dan…….. (apa ya? lupa
)
(continue reading…)
Tumbleblog
by Petra on Jul.20, 2007, under Diary, Intermezzo
Basi banget ![]()
Teknologi keren nih. Tumbleblog. Ngeblog dengan cara yang sangat sederhana dan pendek. Gak perlu lama-lama macam pake wordpress, gak perlu ba-bi-bu langsung ngepost.
Saking terbiasanya ngeblog gaya gini, akhirnya post ini ikut-ikutan sederhana.
Anyway, linknya di sini, hayo tebak di mana tumbleblog gw
Dilema Sampah di ITB
by Petra on Jul.18, 2007, under Opinions
Suatu ketika, seperti sering gw suka lakukan, gw makan sambil jalan ke IF. Kebetulan gw makan beberapa butir tahu sumedang dengan lontong yang bisa dibeli di Simpang Dago. Sesuai kebiasaan juga kalau buang sampah gw selalu membuang sampah sesuai dengan penempatan sampah tersebut. Tong sampah putih untuk sampah yang tidak membusuk, tong sampah hitam untuk sampah yang membusuk (CMIIW gw lupa warnanya). Tong sampah tersebut adalah sumbangan dari HMT (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan). Nah, kebetulan ketika gw membuang sampah, gw memisahkan plastik dengan daun pisang pembungkus lontong. Kemudian gw masukkan ke tempat yang benar. Yah, sebenarnya gak terkejut ketika melihat sampah yang ada di kedua tong sampah tersebut tidak terklasifikasi dengan baik menurut pendapat gw karena memang udah lama seperti itu (well, gelas plastik memang bisa busuk dalam kondisi tertentu, sih).
Dan kebetulan juga gw melihat ada truk sampah datang mendekati. Lalu alih-alih untuk mengikat sepatu, gw memperhatikan kegiatan petugas sampah tersebut. Well, dan tidak anehnya sampah dari kedua tong tersebut dimasukkan ke dalam satu wadah yang terdapat pada si truk sampah. Jelas gw (dan banyak orang) pasti berpikir, “Apa gunanya sih misahin sampah kalau pas diangkut disatuin juga?“.
Makin banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul yang ada dalam imajinasi gw.
- Penanggung Jawab Sampah di ITB : Buat apa kita capek-capek misahin sampah kalau di pembuangan akhir juga disatuin?
- Petugas Sampah Harian : Buat apa kita capek-capek misahin sampah kalau sampah-sampah di tong sampah pun gak ada yang misahin?
- Pembuang Sampah (1) : Buat apa kita capek-capek misahin sampah kalau sampah-sampah dikumpulin terus disatuin di satu truk tanpa pemisah?
- Pembuang Sampah (2) : Buat apa kita capek-capek misahin sampah kalau batasan klasifikasi juga gak jelas?
- Penyumbang Tong (HMT) : Buat apa kita capek-capek nyumbangin tong sampah kalau gak ada yang sadar buat misahin sampah?
- Gw sendiri : Buat apa gw capek-capek mikirin tentang sampah kalau gak ada yang mikirin juga?
Pertanyaan-pertanyaan di atas itu terkesan saling menyalahkan. Tapi gw yakin pertanyaan-pertanyaan itu sering terbesit kalau mikirin masalah sampah di ITB. Dilema emang. Kalau dirunut tidak akan bisa ditemukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang jelas gak ada yang mau disalahin tentang masalah ini. Yah, masalah pemisahan sampah sepele sih emang kalau dipikir-pikir sebenernya. Dan sangat susah untuk mencari solusi tentang perkara kayak gini.
Still, it’s obvious that until now I still don’t have any answer. Do you?
