Undivided Night

Sudah dari 2 minggu lalu diajak oleh seorang rekan untuk nonton konser tersebut, yah, tau lah khan deadline tugas – tugas banyak. Tapi beberapa hari sebelum hari H, tak disangka – sangka ada teman sekelas yang nanyain ^_^ abis ogah sih kalo rekan kerja yang ngajak 😛

Image

Ini adalah performance terbaik yang pernah gw tonton di Sabuga ^_^ (pagelaran UKM kemaren kalah jauh 😛 wong ini satu sabuga dan pake professional event organizer)

Yah, gw tau lah yang datang ke konser gereja macam ini biasanya yang kharismatik, jadi gak bakal heran kalo ntar ada yang sampai loncat – loncat, angkat tangan, dan segala yang dianggap aneh sama beberapa orang dari denominasi gereja yang berbeda. Itu yang bikin gw rada males juga pas pertama – tama diajakin (bukan menghindari loh ya, cuman gak terbiasa aja :P). Tapi karena suatu hal dan tujuan yang sangat gimana gitu, akhirnya gw memaksakan diri untuk datang. Meski tempatnya rada sempit, terus gw dapet tiketnya yang “Festival” (padahal kalo pesen dari jauh hari dapet yang kelas I), dan diselingi beberapa kali interupsi oleh beberapa pesan singkat dari Bu Inge yang menitipkan beberapa amanat, tapi overall bener – bener bisa gw nikmati lah.

Performancenya benar – benar bagus. Benar – benar menggugah hati. Benar – benar merasakan sesuatu yang baru. Benar – benar nyesel dateng dengan motivasi yang salah (meski selama menonton ternyata effortnya berhasil karena dapet posisi yang menyenangkan, thanks God). Dan benar – benar bersyukur karena ada yang ngajakin nanyain (tapi ya itu tadi nyesel karena motivasi salah). (Pertama kali dalam hidup bisa nyanyi lagu gereja maraton sepuas itu ^_^)
Benar – benar kerasa lah setelah pulang. Meski pas pulang kena perasaan agak – agak patah hati dikit, tapi ya udah lah, toh motivasinya udah ganti ini, kok ^_^ . Ya itu lah, sekarang jadi punya semangat untuk menyelesaikan tugas Sudoku yang deadlinenya besok.

Well, ada perikop yang terus keinget selama konser.


Psalm 150 (KJV)
Praise ye the LORD. Praise God in his sanctuary: praise him in the firmament of his power.
Praise him for his mighty acts: praise him according to his excellent greatness.
Praise him with the sound of the trumpet: praise him with the psaltery and harp.
Praise him with the timbrel and dance: praise him with stringed instruments and organs.
Praise him upon the loud cymbals: praise him upon the high sounding cymbals.
Let every thing that hath breath praise the LORD. Praise ye the LORD.

Mazmur 150 (LAI)
Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

4 thoughts on “Undivided Night”

Leave a Reply