Semuanya mungkin dalam semalam

Kalau dipikir – pikir, rata – rata semua hal yang gw buat itu, dikit yang total waktu kumulatif pengerjaannya secara efektif itu lebih dari 24 jam. Well, paling beberapa proyek individu yang agak gede yang butuh banyak draft dan ujung – ujungnya berlembar – lembar dokumen serta puluhan ribu baris kode. Tapi selama ini, kalau dipikir – pikir gak semuanya lebih dari 24 jam.
Total waktu ngerjain tugas besar I IF2251 efektifnya 8 jam. Tugas besar II IF2291, 4 jam. Dan banyak lagi tugas – tugas kuliah dan beberapa proyek yang demikian.

Setelah direnungkan, timbul suatu pertanyaan, kenapa kalau memang hanya segitu, tugas yang diberi waktu 2 minggu sering hampir telat (beberapa ada yang telat)?

Jawaban gw pribadi adalah satu kata “mood“.

Dari waktu yang diberikan untuk mengerjakan tugas itu, sebenarnya berapa besar perbandingan antara waktu yang tidak efektif dengan waktu yang efektifnya? Dalam kasus pribadi, jelas sangat besar. Apa hubungannya dengan mood?
Secara pribadi, waktu yang digunakan untuk menaikkan mood gw dalam melakukan sesuatu yang cukup menguras tenaga, jauh lebih besar daripada waktu yang digunakan bagi mood gw untuk menyentuh batas bawah selama pengerjaan sesuatu tersebut. Singkat kata, mood gw lebih cepat turun daripada naik.

Beberapa contoh sesuatu yang dengan mudah menurunkan mood (terurut membesar bobotnya)

  • Coding hal yang gak gw suka
  • Coding hal yang disuruh sama orang
  • Mendesain program yang gak gw suka
  • Mendesain program yang disuruh orang
  • Menulis dokumentasi program
  • Ikut training yang sebenarnya gw udah bisa
  • Menulis laporan dan makalah kuliah
  • Menyeleksi soal pelatnas yang due 1 minggu lagi
  • Kena marah sama dosen
  • Disebelin sama cewe cakep
  • Kehilangan duit
  • Handphone rusak untuk kesekian kalinya
  • Lupa bawa payung pas lagi ujan deras
  • (Masih banyak lagi)

Beberapa contoh sesuatu yang bisa menaikkan mood gw (terurut menaik sesuai bobotnya)

  • Coding sesuatu yang gw suka
  • Nonton anime
  • Baca komik
  • Curhat di blog
  • Jajan makanan di pasar Dago
  • Main game
  • Nongkrong di McD Dago
  • Ngobrol bareng seorang cewe
  • Abis nonton bareng seorang cewe
  • Dapet oleh – oleh yang gw suka dari seorang cewe
  • Nonton pagelaran dengan salah satu cewe cakep sebagai penarinya
  • Nonton pagelaran di atas bersama seorang cewe
  • (Masih banyak lagi)

Bisa dilihat dari beberapa contoh di atas. Katakanlah ketika gw sedang mengerjakan tugas besar II IF2291. Setiap 20 baris kode assembly yang gw ketikkan dalam waktu beberapa menit (termasuk gw pikir algoritmanya), biasanya gw rehat nonton anime atau baca komik. Kadang kala setelah nonton satu episode atau satu buku, kepengen nambah lagi. Mengingat total baris kode assembly yang gw bikin hanya sekitar 700an baris, bayangkan berapa total waktu yang gw gunakan dari awal pengerjaan sampai pengumpulan? Benar – benar sebuah ketimpangan bukan?

Sekali lagi saya tekankan, intinya adalah “mood

Mood adalah pedang bermata dua. Ketika kita bergantung pada mood yang benar – benar bagus, maka segala sesuatu bisa kita lakukan dengan sangat mudah dan cepat. Akan tetapi ketika kita bergantung pada mood yang jelek, bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya mudah pun, tidak bisa kita lakukan. Ya, tapi untuk jaga moodnya itu yang susah. Gimana ya…..

Well, in fact, life is as simple as The Sims 2, though

5 thoughts on “Semuanya mungkin dalam semalam”

  1. Petttt…

    setuju abis!
    kadang2 gw jg bingung nih. Satu set tutorial itu mestinya selesai satu jam, tapi pas gw kerjain, beuh…4 jam baru selesai. padahal cuma ngulang loh!

    dan intinya emang cuma satu, mood!

  2. Sebenernya, idealnya, orang yang ga bergantung pada mood. Jadi dia yang mengendalikan mood, bukan mood yang mengendalikan dia..

    Tapi sekali lagi, idealnya. 😀

    Btw 6 dari 25 hal contoh sesuatu lo adalah hal-hal yang berhubungan dengan cewe. Banyak amat? Hehehe..

  3. @Brahm :
    1. kalau mood semudah itu untuk dikendalikan, bukan mood namanya
    2. well, behind every successful man there is always a women. so is behind every unsuccessful man.

  4. 2. well, behind every successful man there is always a women. so is behind every unsuccessful man.

    Salah pet……yang benernya behind every unsuccessful man there are two 😀

Leave a Reply