Ame

Ame di sini bukan panggilan adek gw which is nama panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Karo.
Ame di sini maksudnya adalah hujan (雨) dalam bahasa Jepang yang mana saat ujian lisan bahasa Jepang kena pertanyaan jebakan : 「いもうと は おかあさん に あめ を あげます。」 Masak iya ibu menerima hujan dari adik. Awalnya emang mikir kayak gitu. Gak mungkin ah あめ (雨), dan sampai akhirnya gak bisa jawab. Ternyata yang dimaksud adalah permen (飴, あめ). Sial, mana gw tau yang gituan.
Yah, berbicara tentang hujan. Sepertinya beberapa hari ini sering banget hujan deras. Yah, as expected, musim hujan gitu. Tapi ngeselin juga, sepatu kotor terus, nih. Berlumpur. Dan tiap hari terpaksa ganti jaket. Mana anginnya kenceng terus, jadinya maen pingpong di himpunan pun jadi terganggu.
Tapi menurut kepercayaan orang Tiongkok sana, kalau gak salah hujan saat perayaan tahun baru Cina pertanda bagus lah ya (asal jangan disengaja aja pake penyemai hujan). Yah, semoga Indonesia gak ada bencana lagi deh, semuanya tambah makmur sejahtera.

Well, honestly, each rain drop colors my hearts bluer than before. There’s something in my heart washed away little by little each time those tears of the sky fell onto me.

Leave a Reply