Diary

Suntuk…

Hari ini gw kayaknya beneran jadi orang yang paling nyebelin. Abis bikin perkara sama 2 orang. Gara-garanya sih emang salah gw, rada-rada overacting. Jadinya sepertinya menyentuh hal yang rada sensitif. Yah, gitu deh. Mana udah pada emosian, lagi.
Seumur-umur itu paling ngerasa bersalah kalo bikin salah sama orang. Biar salah kecil, tapi rasanya kok jadi gede. Biar orangnya udah lupa, tapi kok masih inget aja, terus jadi gak enak kalo ketemu sama orangnya.
Kalo ngeliat kejadian ada orang yang bener-bener disebelin sama satu angkatan, terus ngedenger tu orang diomongin mulu di belakang dia; kayaknya gak pengen deh jadi orang yang kayak gitu. Apa lebih enak jadi orang yang gak pernah keliatan, gak pernah bikin salah, gak pernah ngomong, gak pernah dikenal. Seperti di novel-novel, semakin kita deket dengan seseorang kok kayaknya semakin sakit hati ini kalo kita terpaksa gak berhubungan dengan orang itu karena suatu hal.
Sore ini kayaknya tersiksa sama perasaan batin. Pengen minta maaf, tapi besok positif gak bisa ketemu.
Argh… Udah lah… pengen tidur….

Standard
Programming

Programmers That Will Diminish

There was an amazing statement stated by one of the speakers of Academic Day 2007, Norman Sasono, three years honoured Microsoft MVP in C#. I really don’t know from where he quoted it, but it was really amazing. He stated that there are two kinds of programmers that will diminish in the upcoming years :

  • Programmers that only know how to code.
    When someone ask to make a program, they will ask “What do you want me to code?” Soon, people won’t be needing to understand programming just to make a program because there will be a bunch of tools that will provide help for people to make programs without any programming knowledge.
  • Programmers that only know how to use algorithms
    This people says, “This known algorithm is the most suitable for this problem”
    In the upcoming years, all known algorithms for such popular problems will be listed in libraries and people can take them right from the shelf.

But, the programmers that will stay exist in this world are

  • Programmers that can come up with a brand new algorithm.
    Because great thinkers are always needed in this world.

What kind of programmers will you be?

Standard
Diary

Berkumis atau tidak?

Akhirnya iseng-iseng memutuskan mencukur kumis. Rasanya ada yang hilang gitu setelah mencukur kumis. Gak ada yang bisa dielus-elus kalau lagi bingung. Tapi juga gak ada yang mengganggu kalau lagi minum minuman kental.
Well, beberapa teman bilang lebih bagus kalo cukur kumis. Lebih cerah mukanya. Tapi ada juga yang bilang lebih ada wibawa kalau berkumis.
Hmm… Yah liat dulu lah. Semoga tumbuhnya cepet lagi, soalnya agak-agak nyesel juga nyukur ^_^

Standard
General

Raindrops Keep Falling On My Head

Artist: B.J. Thomas Lyrics
Song: Raindrops Keep Falling on My Head

Raindrops keep fallin’ on my head
And just like the guy whose feet are too big for his bed
Nothin’ seems to fit
Those raindrops are fallin’ on my head, they keep fallin’
So I just did me some talkin’ to the sun
And I said I didn’t like the way he got things done
Sleepin’ on the job
Those raindrops are fallin’ on my head, they keep fallin’
But there’s one thing I know
The blues they send to meet me won’t defeat me
It won’t be long till happiness steps up to greet me
Raindrops keep fallin’ on my head
But that doesn’t mean my eyes will soon be turnin’ red
Cryin’s not for me
‘Cause I’m never gonna stop the rain by complainin’
Because I’m free
Nothin’s worryin’ me
It won’t be long till happiness steps up to greet me
Raindrops keep fallin’ on my head
But that doesn’t mean my eyes will soon be turnin’ red
Cryin’s not for me
‘Cause I’m never gonna stop the rain by complainin’
Because I’m free
Nothin’s worryin’ me

Standard
Diary

Ame

Ame di sini bukan panggilan adek gw which is nama panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Karo.
Ame di sini maksudnya adalah hujan (雨) dalam bahasa Jepang yang mana saat ujian lisan bahasa Jepang kena pertanyaan jebakan : 「いもうと は おかあさん に あめ を あげます。」 Masak iya ibu menerima hujan dari adik. Awalnya emang mikir kayak gitu. Gak mungkin ah あめ (雨), dan sampai akhirnya gak bisa jawab. Ternyata yang dimaksud adalah permen (飴, あめ). Sial, mana gw tau yang gituan.
Yah, berbicara tentang hujan. Sepertinya beberapa hari ini sering banget hujan deras. Yah, as expected, musim hujan gitu. Tapi ngeselin juga, sepatu kotor terus, nih. Berlumpur. Dan tiap hari terpaksa ganti jaket. Mana anginnya kenceng terus, jadinya maen pingpong di himpunan pun jadi terganggu.
Tapi menurut kepercayaan orang Tiongkok sana, kalau gak salah hujan saat perayaan tahun baru Cina pertanda bagus lah ya (asal jangan disengaja aja pake penyemai hujan). Yah, semoga Indonesia gak ada bencana lagi deh, semuanya tambah makmur sejahtera.

Well, honestly, each rain drop colors my hearts bluer than before. There’s something in my heart washed away little by little each time those tears of the sky fell onto me.

Standard
Intermezzo

Gagal

Sepertinya gw mencium bau-bau kegagalan dari beberapa usaha yang dari pekerjaan yang sedang gw lakukan….
Apa boleh buat, sepertinya kerja yang dilakukan terlalu cepat dan terburu-buru. Bukan karena apa-apa tapi agak gimana gitu dengan desakan-desakan yang diberikan oleh orang-orang di atas sana yang ingin melihat hasil yang mereka inginkan dan juga entah tiba-tiba karena desakan itu, agaknya gw juga jadi kepengen aja melakukan hal tersebut. Yang awalnya males dan gak berminat mengerjakan hal tersebut tapi tiba-tiba pengen banget melakukannya.
Atau mungkin sepertinya usaha yang telah dilakukan itu salah prosedur atau prosedurnya memang tidak berlaku dalam beberapa keadaan tertentu. Atau jangan-jangan emang gwnya yang benar-benar salah prosedur sama sekali dan melakukan beberapa kesalahan-kesalahan kecil yang ketika diakumulasikan menjadi kesalahan yang besar dan berdampak fatal pada usaha yang telah dilakukan. Tapi ya mungkin karena untuk keadaan yang berbeda prosedur yang berbeda pula yang harus dilakukan. Karena beberapa prosedur yang sudah disusun adalah hasil rangkuman dan analisis dari prosedur – prosedur yang telah dijalani oleh orang – orang yang telah sukses dalam pekerjaan serupa dengan ini.
Jangan-jangan karena objek pekerjaannya. Karena orang-orang di atas tersebut tidak mendefinisikan objek kerja secara jelas, maka gw mengambil draft objek kerja yang gw rasa pas dengan keadaan yang berlaku juga hal – hal yang datang keinginan pribadi dan kemudian mengambil salah satu dari sekian objek yang ada yang sangat mirip dengan draft tersebut. Tapi meski akhirnya keadaan de facto dari objek kerja itu sama sekali tidak terpikirkan lagi ketika gw sudah larut dalam pekerjaan yang sedang gw lakukan tersebut. Sampai sekarang kalau dipikir-pikir memang keadaan objek kerja tersebut sudah gak relevan lagi dengan apa yang gw ingin dapatkan. Entah kenapa ya….
Tapi agaknya semoga saja ini cuman firasat aja bahwa kegagalannya sudah berada dalam lingkup objek kerjanya. Semoga kegagalan yang terjadi sifatnya teknis dan tidak mempengaruhi kondisi dari objek kerja tersebut yang mana akan menggagalkan seluruh usaha gw dan juga planning di waktu – waktu selanjutnya dalam pekerjaan ini.
Yah, tapi semoga kalau memang terjadi kegagalan yang fatal, gw tidak mendapat pandangan buruk dari orang – orang di atas sana. Bisa jadi mungkin untuk pelajaran bagi pekerjaan serupa di masa yang akan datang. Meski demikian gw akan terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan jangan sampai pekerjaan kali ini mengganggu beberapa pekerjaan – pekerjaan yang lain.
/* Kok gw jadi bingung sendiri ya */

Standard
Diary

Awak di IF bukan untuk itu!

Sering denger deh kalo orang ngomong ke gw :

  • Pet, installin program ini dong
  • Pet, komputer saya kena virus nih
  • Pet, benerin komputer saya dong
  • Pet, komponen itu sekarang harganya berapa ya?
  • Pet, kalo mau kayak gini gimana caranya?
  • Pet, bantuin ngetik ini dong!
  • dst…

Duh, udah males banget deh sumpah!

Standard