Natal 2006 PMK ITB

Barusan menghadiri perayaan Natal 2006 Persekutuan Mahasiswa Kristen Insititut Teknologi Bandung. Bisa dibilang ini perayaan Natal seluruh ITB.
Poster
Yah, hanya ingin menulis kesan-kesan dari perayaan Natal. Sebenernya menurut saya panitianya sangat mengecewakan.
Musik pengiringnya bagus sih, gw suka gayanya yang ‘gaul’, enak didengar dan juga membuat kita tambah bersemangat menyanyikan pujian. Tapi sepertinya ada sedikit keanehan dalam koordinasi antara pengiring dengan lead singer, dan juga antara lead singer dengan jemaat. Tadi itu pujiannya jadi kurang serempak sih ya. Meski demikian, gw suka pemilihan lagu-lagu pujiannya. Terus sepertinya tadi MCnya kurang membawa atmosfer ke penonton, gimana ya, suaranya terlalu pelan, kadang kita juga gak bisa denger ngomong apa, jadi gak tegas komandonya. Untuk pengkhotbah, khotbah yang dibawakan sangat menggugah hati, sangat sesuai dengan tema yang dibawakan serta dalam konteks yang seperti kita alami dalam realita. Sebelum khotbah sempat diselingi kabaret yang rada norak, tapi lucu, sih ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜› (yah, di situ letak daya tariknya)
Anyway, yang di atas memang tidak mengundang kekecewaan gw terhadap panitia. Efektif atau tidaknya suatu acara ibadah, khan bukan dinilai dari tata liturginya (ada sedikit keanehan dalam penyalaan lilin, kayaknya biasanya berdiri deh bukan duduk, dan nyanyinya bareng deh), musik puji-pujiannya, susnan panitia; melainkan bagaimana hati kita saat dan setelah mengikuti ibadah. Seperti yang sering gw bilang ke teman-teman yang suka nanya-nanya tentang Natal: gak ada gunanya kita ikut perayaan Natal berkali-kali, jikalau Kristus sendiri tidak lahir di hati kita masing-masing.
Nah, meski tidak mengurangi manfaat yang gw rasakan dari acara ibadah tersebut, panitia benar-benar mengecewakan gw. Yang mendasari kekecewaan gw adalah kenapa itu ketua panitia yang katanya ganteng (menurut testi di FS) gak ditampilin di depan? Mbok ya suruh ngasi kata sambutan napa sih? Suruh nyanyi “Joy To The World” atau “O Come All Ye Faithful” atau “Silent Night” atau apa gitu, kek. Padahal khan udah keren-keren pake baju putih, celana putih, dan dasi warna merah silver bercorak kayak mo nampil di Indonesian Idol. Kucewa nih kucewa…..
Payah nih. Gimana sih panitianya?

6 thoughts on “Natal 2006 PMK ITB”

  1. Ketua panitia ditampilin di depan? Yakin, Pet? Pengen ngedengerin om Angelo bernarsis-ria yah? hehehee… Kalo suruh nyanyi sih ga mungkin juga, kaca2 jendelanya Albar kan belon diasuransiin…
    Frankly speaking, panitia udah mengambil keputusan bijak untuk mencegah si om kita itu tepe tepe di salah satu acara tahunan terbesarnya PMK… ๐Ÿ˜›

    Jadi curiga, ada apa yah antara om Petnov dan om Angelo? ;;)

  2. dmana-mana yg namanya ketua panitia pasti harus ngasi kata sambutan…
    biar keliatan siapa ketuanya, jadi kalo acaranya kacau bisa dicari orang yang bertanggung jawab ๐Ÿ˜€

Leave a Reply