Surat Menyurat di Milis IF: Repot?

Berawal dari Catur yang bermaksud berbagi pengalaman di milis IF mengenai bagaimana mengkompilasi program C di server semeru, saya bermaksud sedikit menambahkan saran Catur tersebut. Setelah mereply surel tersebut saya baru menyadari bahwa surel (surat elektronik) dari Catur ditujukan untuk milis mata kuliah IF2182. Seharusnya tidak ada masalah yang berarti, hanya saja kedua surat saya dan Catur ditulis menggunakan tata bahasa gaul.

Tak ayal, seperti yang sudah saya duga, terpampang sebuah surel balasan dari bu Inge yang isinya bermaksud mengkritik penggunaan tata bahasa pada surel milik saya dan Catur. Beliau memerintahkan kami berdua supaya dengan segera mengkoreksi kedua surat kami. Saya terlebih dahulu mengkoreksi surat saya. Betapa malunya ketika 2 orang teman mengirim message lewat Messenger dan SMS untuk memberitahukan tentang surat dari bu Inge tersebut. Tapi kemudian, apa boleh buat, karena agak sedikit terburu-buru untuk segera pergi ke kampus serta hati yang berdegup kencang karena surat kritik tersebut, saya segera menulis surat koreksi yang isinya menggunakan tata bahasa yang formal tapi sangat berbeda dengan surat yang saya tulis sebelumnya.

Dan sekali lagi, seperti yang sudah saya duga, datang kembali surel balasan dari bu Inge yang langsung mengkritik habis-habisan tentang surat koreksi saya. Baru saja saya kirim surat koreksi kedua atas surat saya yang pertama. Semoga kali ini surat saya tersebut bisa diterima. Namun sekarang hati sedang sedikit was-was mengingat besok ada mata kuliah bu Inge. Biasanya bu Inge langsung mengkritik juga di depan kelas mengenai kelakuan immoral dari mahasiswanya.

Tapi dari sudut pandang saya, kejadian tersebut memiliki banyak hikmah. Karena selama ini milis kuliah hampir tidak pernah dikirimi surat oleh mahasiswa Informatika 2005. Kejadian ini memberikan sumbangan 6 buah surat untuk mengisi milis tersebut dengan banyak sekali pelajaran moral. Ada pun pelajaran moral yang saya dapat serta kemudian bu Inge berikan adalah baca ulang secara baik-baik apa yang telah ditulis dalam form penulisan surel. Lalu pelajaran moral kedua dari saya adalah jangan pernah menulis surat untuk milis kuliah dalam keadaan ngantuk dan terburu-buru

Pertanyaannya : Apakah sangat merepotkan jika kita melakukan kegiatan surat menyurat dalam milis kuliah Informatika? Bagi saya sebenarnya tidak terlalu repot asal kita dapat melakukannya dengan tujuan jelas, tata bahasa yang benar, serta poin-poin yang terstruktur. Mengutip apa yang dikatakan bu Inge dalam surat kritikannya yang pertama, “Resmi dan formal bukan berarti tidak akrab”, sebenarnya komunikasi resmi dan formal itu akan sangat berguna dalam kegiatan – kegiatan di lapangan kerja yang akan kita geluti yang nantinya bisa menambah banyak sekali relasi-relasi kita.

Sejujurnya saya sangat sering menulis surel dalam bahasa yang formal dan bisa disamakan dengan penulisan surat resmi yang biasa dilakukan di perkantoran. Hal ini saya lakukan ketika saya menulis surel untuk orang yang belum terlalu saya kenal dan untuk sekadar menjaga wibawa, contohnya dalam beberapa milis komunitas pendidikan, milis teknologi, juga kepada beberapa rekan. Dalam kasus pada awal post ini, saya mengira bahwa milis tujuan surat saya adalah milis angkatan 2005, sehingga saya sengaja menulis dengan bahasa yang tidak formal. Bisa dikatakan bahwa kejadian tersebut murni kelalaian saya.

Untuk seterusnya mungkin saya tidak akan berusaha untuk menghindari untuk menulis di milis kuliah. Milis kuliah dibuat untuk memfasilitasi kita berdiskusi mengenai masalah kuliah yang kita hadapi. Fasilitas pembelajaran yang telah disediakan oleh program studi seharusnya kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Maka dengan demikian, paling tidak jikalau nanti ada beberapa perbincangan yang diadakan di milis kuliah tersebut, saya akan berusaha untuk ikut bergabung.

11 thoughts on “Surat Menyurat di Milis IF: Repot?”

  1. haha… kena juga ya.
    Milis kuliah itu isinya bukan cuma mahasiswa, dosen juga. Makanya tata bahasanya dijaga. Kalo ngga dimulai dari sekarang, kapan lagi? Paling parah kalo ngga ngasih subject, bisa *dihabisi* madam lho… 😛

    btw, surat-e bukan bahasa Indonesia, yang benar kayaknya pos-el

  2. Di Wikipedia ternyata sama antara surat-e, posel, dan surel. Nanti saya lihat di kamus besar bahasa Indonesia. 😛 😛

    Itu tentang masalah milis kuliah, itu murni kelalaian. Karena melihat dari tata bahasa thread starter, saya mengira itu ditujukan untuk milis angkatan. Untuk selanjutnya saya akan lebih berhati-hati. Terima kasih.

  3. yah…. seperti yang gw tulis sekarang……

    gak parah2 amat…. tapi karena itu milis formal…. jadinya emang terlihat tidak bagus…..

    gw sendiri menyadarinya….. tapi apa boleh buat….. itu tidak disengaja……

  4. sabar aje ya pet…emang Bu Inge rada2 susah sih kalo soal ‘formal’.

    hehe..lo akan ngerti maksud gw kalo dah masuk Alpro nya Bu Inge..ilang underline aja minus 2.5 point!!!

    *masih keki*

  5. Weheheh…
    Akhirnya nambah juga orang-orang yang bermasalah di milis kuliah yang ada Bu Inge di sana. 😀
    Jadi inget pas ngirim e-mail kosong ke milis if1281 tanpa subyek dan body.
    Yah, kasus elo yang sekarang nih gak separah gw dulu, Pet… 😀

Leave a Reply