TOKI Talkshow: Ralali.com, RuangGuru.com, dan SaleStockIndonesia.com

Ada hal yang berbeda pada TOKI Camp yang diadakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika acara talkshow di TOKI Camp biasanya diisi oleh alumni-alumni dari TOKI, camp Februari lalu kedatangan tamu yang justru di luar alumni TOKI. Tema yang diangkat kembali mengulang tentang startup yang sudah pernah saya moderasi beberapa tahun sebelumnya. Tech Startup yang diundang kali ini antara lain adalah Ralali.com, RuangGuru.com, dan SaleStockIndonesia.com.

Ralali.com adalah perusahaan online marketplace yang bergerak di bidang produk MRO (Maintenance, Repair, and Operation) . Ralali ini memang sangat unik dibandingkan dengan perusahaan lain yang umumnya menawarkan produk-produk untuk konsumsi. RuangGuru juga adalah online marketplace yang memiliki konten produk-produk berupa – dengan mudah kita kenali dari namanya – kursus yang diberikan oleh tutor lepas. Dan terakhir adalah SaleStockIndonesia yang merupakan e-commerce yang menjual pakaian wanita untuk target pasar kelas menengah ke bawah.

Berikut adalah konten dari talkshow. Karena gw lupa merekam seluruh pembicaraan, jadi yang dituliskan berikut hanya intisari yang ditulis ulang (dan agak sekenanya). Terima kasih transkrip talkshow yang sudah disumbangkan oleh William Gozali.


Bisa ceritakan bagaimana bisa mendapatkan idenya?

Ralali: Ide awalnya adalah karena mencari barang sekunder itu susah. Terlalu banyak birokrasi dan rawan praktek korupsi. Proses klasik di sini yang ingin diubah mindsetnya.
RuangGuru: Masalah datangnya dari sulitnya mencari tutor. Salah satunya karena sulit untuk mencari jadwal yang cocok. Selain itu biasanya tutor menawarkan paket beberapa mata pelajaran sementara mungkin yang dibutuhkan hanya beberapa mata pelajaran tertentu. Misalnya untuk anak yang sudah mahir di mata pelajaran Fisika tetapi butuh bimbingan di Matematika, paket Matematika dan Fisika akan menjadi mubazir. Kita juga sering melihat iklan-iklan tutor yang dipasang di jalan-jalan, tetapi tutor-tutor ini nampak kurang percaya. Selain itu beberapa tutor merasa keberatan dengan jumlah persenan yang diambil oleh vendor. Oleh karena itu RuangGuru ingin menawarkan complete education solution.
SaleStockIndonesia: Idenya dimulai dari rasa sebal yang dirasakan oleh istri saat berbelanja pakaian di mall. Harga pakaian benar-benar dikatrol gila. Kita bisa bikin bisnis yang lebih sehat. Harga barang terus murah, tanpa perlu ada diskon 70% seperti di mall-mall yang sebenarnya masih mengambil untung. Dengan adanya teknologi kita bisa potong semua overhead dan middle-man. Pasar fashion itu sangat luas di mana yang paling ramai adalah segmen pakaian wanita middle-class untuk range usia 20-35.

Saya terlihat gemuk banget -_-
Saya terlihat gemuk banget -_-

Dimulainya dari kapan?

SaleStockIndonesia: Sekitar bulan Juni atau Juli 2014.
RuangGuru: Mulai pengembangan tahun 2013 tapi full-time baru 2014.
Ralali: Jalan oke dari tahun 2014, tapi sebenarnya sudah jalan dari lama.

Continue reading TOKI Talkshow: Ralali.com, RuangGuru.com, dan SaleStockIndonesia.com

Apa Sih itu #1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia?

Membaca blog post dari bro Okto Silaban, tentang #1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia, saya menjadi ikut berpikir, seberapa butuh e-commerce consulting di Indonesia?

Saya tidak punya data yang pasti, tapi saya cukup yakin dengan tingginya penetrasi internet dan mobile ke masyarakat, dunia e-commerce makin bertumbuh dengan pesat. Dari observasi pribadi saya melihat makin banyak masyarakat yang mencoba-coba untuk berjualan dengan fasilitas internet. Awalnya mengisi waktu luang dengan mengupload barang-barang pribadi yang bisa dijual di social media seperti Facebook, Twitter, Pinterest dan juga Instagram.

Hanya saja menurut saya bergantung pada social media sendiri itu tidak cukup. Penggunaan social media, hanya terbatas pada marketing dan itu pun hanya mengandalkan friend atau follower list yang sebelumnya telah dimiliki oleh si penjual. Memang dengan adanya kekuatan jaringan pertemanan dan kemudahan berbagi, penyebaran pemasaran ini menjadi semakin kuat. Akan tetapi pengembangan e-commerce tidak hanya terbatas pada marketing saja. Ada banyak hal lain mulai dari manajemen ketersediaan stok, pembayaran, customer service, dan juga logistik.

#1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia
#1 Non-Profit E-Commerce Consulting di Indonesia

Ketika penjualan sudah semakin besar, tentu saja penjual membutuhkan lebih dari sekedar situs untuk mengunggah foto dan daftar harga. Untuk itu telah banyak layanan-layanan yang dibangun untuk memberikan jasa ini. Dengan layanan ini, penjual mendapatkan fasilitas-fasilitas secara lengkap. Fasilitas mendasar pada layanan ini tentu saja adalah memberikan situs pribadi dan dengan domain pribadi kepada penjual agar terlihat lebih profesional.

Strategi utama untuk mempromosikan situs e-commerce tersebut, selain mempromosikan di social media, adalah dengan melakukan Search Engine Optimization, atau sering disebut SEO. Layanan e-commerce yang saya sebutkan di atas tentu saja juga harus memperhatikan hal ini. Kalau tidak akan sangat sulit bagi pengguna agar bisa terekspos melalui search engine.

Sekarang memang sudah banyak layanan-layanan yang memberikan fasilitas ini. Yang cukup populer belakangan ini antara lain Sirclo.com, Pixtem.com, dan Shopify.com. Fitur-fitur yang ditawarkan pun beragam. Dan fitur-fitur yang ditawarkan pun lengkap, seperti yang sudah saya sebutkan, layaknya fitur pembayaran, manajemen pemesanan, dan layanan pelanggan.

Yang jelas, layanan-layanan di atas bertujuan untuk mengambil profit dari kepuasan pelanggan. Tetapi belakangan juga ada yang menyebut diri sebagai Non-profit E-Commerce Consulting. Ini agak membingungkan karena baru pertama kali saya mendengar istilah non-profit disandingkan dengan e-commerce maupun consulting. Tapi sangat salut ada yang masih peduli dengan perkembangan UKM di Indonesia ini sehingga mau membantu konsultasi hal-hal seperti Search engine optimization, kepada para UKM tanpa mendulang profit.

Jayalah selalu UKM Indonesia.

**disclaimer: this is just a internal joke. thank you bro okto for the idea.

(stock photo free from picjumbo.com)

This Morning’s Utterances

I’m going to start this post with one out of two questions that I had been contemplating right after I woke up at four o’clock. Why do I seem to not be able to sleep more than six consecutive hours? I always know that I have not been able to sleep past five AM no matter if I evens slept three hours before that. I just woke up from sleep that I started at ten PM. And I sat on the edge of my bed, watching the hands of clock sweeping the circle, realizing that I haven’t been able to sleep more than six hours.

Usually after the sleep period I always have trouble to continue sleeping. Out of boredom, I picked out my phone and opened that infamous Secret app. I admit although I’m not very good with people, it’s a sport to me to observe people’s behavior. And when can you see more honest behavior than when you give them a place of anonymity? It’s always surprising to see a lot of confession from inside my circle.

One thing I had noticed lately and it has always been a big question for me that becomes the second question in this post. I can never understand why the majority portion of male population seem to treat in condescension females who had relationships with a lot of male partners, especially those that involve sex, while for themselves it is something to be proud of? The most likely answer that makes sense is that most of males position themselves in this metaphor that each one of them is a leader of a pride of lions or a pack of wolves where they are the alpha. I guess no matter how modern we are, we just can not release ourselves from those primordial ways of thinking.

I’m going to post the question on Facebook and see how people answer.

Pantun Dibuang Sayang. Edisi Bosen di Atas Perahu Sungai Siak

Berhubung saat itu saya sedang bosan di atas perahu perjalanan Pekanbaru-Siak-Pekanbaru, maka tertorehlah dua bait pantun seolah-seolah jiwa Melayu sedang bangkit lagi setelah lama tidak berpantun.

dari pekanbaru pergi ke siak
naik perahu dua jam lamanya
berdesir kalbu hati beriak
teringat kamu sekian rindunya

sungai siak jauh hulunya
lama waktu pergi tempuhnya
hati sesak jatuh cintanya
saat itu jumpa dirinya

sekian.

How Long Does It Take To Mourn?

It has been more than a half year since my father passed away. And it has never gotten any easier with each passing day.

How long does it take to mourn? How long does it take to move away from these feelings that have been filling my mind lately? I keep wondering whether I have spent enough time with my dad. Would he have been proud of me today? Can I really move forward with my life without hearing any more of his guide or advice?

Or is it the loneliness that haunts me? I’m a very private person. I never liked any attachment. I never had any girlfriend. Yes of course I have felt so lonely. But I never felt this lonely until he died.

There is this question from my father that I keep on remembering. In the last two years of his life, my father often called me in the evening just to say he missed me so much and asked me if I could come home on the weekend. I usually smiled from the other side of phone and said I would. And he usually asked that question.

“Don’t you feel lonely living alone there in Bandung?”

It never crossed my mind to think more seriously about that. But now with the only person who knows the whole story of mine no longer there, I just cannot help but feeling so lonely in this world.

How should I deal with this? I think I grow weaker by the day. :(

That Building

One among few reasons why I am so reluctant moving out from my current place of eight years is this building in this picture taken from outside my room. There was this lady with whom I often walked back from campus together. One afternoon we walked passed this then nearly-finished apartment. I started out the conversation, “This will be a very nice apartment to live in, don’t you agree?” to which she smiled and replied, “When you buy the apartment one day, I will visit you.”

Since that day every morning when I woke up and saw this building and then walked by it to campus, I always thought thousand ways how I could afford it by myself. The feeling even got stronger after I mistakenly broke that friendship.

Years after, for quite some time now I have already been able to afford it. It is thankfully because of the sight of this building in the morning that always keeps my motivation running all this time. Despite of that, I have learnt a lot about real-estate and, and realistically speaking, affording this apartment is not a really good investment.

But a small part of me still remembers that promise and wonders whether it will ever come true. It is now my morning routine, stopping by it, seeking just a tiny faint sense of purpose.

November Birthday Wishlist [updated]

Buat gw mendapatkan hadiah ulang tahun dari orang lain adalah hal yang hampir tidak pernah terjadi seumur hidup gw. Well, mungkin sampai tahun lalu di mana gw mendapatkan hadiah T-Shirt dan tumbler dari beberapa temen gw yang cantik dan ganteng (Thank you banget loh, temen-temen!). Tapi yang sering terjadi adalah gw ngebeliin hadiah ulang tahun buat diri gw sendiri. -yeah, sounds a bit pathetic, though-

Berhubung bulan depan adalah ulang tahun gw yang ke seperempat abad plus satu tahun, gw lagi mendaftarkan apa aja yang gw mau beliin buat diri gw sendiri. Sebenernya tahun ini gw lebih kepikiran buat ngebeliin aksesori buat jas baru gw. Yup, jas, bukan tipe kaos-kaos geek yang gw biasa punya.

Perdana pakai jas baru di kondangan sepupu.

Yup, gw punya jas baru buat mempensiunkan jas lama gw yang umurnya udah tua banget. Dua tahun belakangan ini gw lebih suka buat pakai jas daripada batik buat ke kondangan temen. Jadi kayaknya lebih enak beli jas baru satu daripada beberapa batik biar gak kebanyakan baju yang disimpen di lemari. I mean, untungnya buat cowo pake jas yang sama aja dari waktu ke waktu sebenernya gak terlalu keliatan. Lebih keliatan kalo pake batik yang sama dari waktu ke waktu.

Iseng pakai jas tua gw bareng kaos sama jeans (sebenernya ini gw kebetulan abis pulang dari acara yg rada semi-resmi).

Jas yang lama itu sekarang udah jarang gw pake buat ke acara-acara resmi. Biasanya gw pakai ke acara yang semi resmi yang mana selalu gw pakai bareng kaos berkerah dan celana jeans. Untungnya terlalu nabrak juga biarpun kancingnya ada tiga. Sayang juga sih kalau jasnya udah gak pernah dipakai lagi gara-gara ada yang baru.

Lebih suka tiepin yang agak polos dan gak banyak ornamen kayak gini.

Barang pertama yang gw pengenin adalah tiepin (iseng nemu gambarnya di Zalora, kebetulan juga banyak yang modelnya gw suka). Sejak pertama kali gw punya jas, gw udah punya tiepin, sebenernya. Sebelum itu gak pernah ngerti kenapa orang pake tiepin. Terus pas jadi beberapa kali pakai jas, ngerasa rada annoying aja dasinya ke mana-mana. Akhirnya setelah nyadar gunanya tiepin adalah biar ngikat dasi, gw beli juga. Itu pas kebetulan lagi lewat di tempat yang jual. Sampai sekarang tiepin gw juga cuman yang gw beli lebih dari 10 tahun lalu itu. Masih bagus sih, tapi lama-lama bosen juga sebenernya.

Cufflink yang modelnya gak terlalu mencolok.

Dan barang selanjutnya adalah cufflink. Gw awalnya gak ngerti ini apa dan gunanya apa. Tapi gara-gara sering nonton Suits, gw sering notice kalau mereka kancing di ujung lengan kemejanya rada gak biasa. Rada beda dengan kancing yang di bagian dada kemejanya. Setelah lihat sana sini, baru tahu kalau itu ternyata emang ada jenis aksesorinya. Dan karena gw gak tahu dan gak pernah pakai juga, jadi kepengen beli aja biar tahu apakah beneran tambah bagus kalau pakai itu. Atau sebenernya ada gunanya selain dari cuman aksesori doang.

Setelah dipikir-pikir panjang dan seksama, kayaknya cuman dua itu aja yang lagi gw pengen meski gak segitu butuhnya juga sih. Gw orangnya terlalu simpel gak sih. Dan sebenernya biarpun gw lumayan suka pakai jas, tapi gw jarang banget pakai jas sehari-hari, jadinya gak ngerasa butuh-butuh banget. Mungkin kudu punya pekerjaan kayak pengacara kali ya biar bisa pakai jas tiap hari. Haha.

 

**UPDATE**

 

Birthday present this year!
Birthday present this year!

Dan tahun ini gw dapet dua hadiah yang sama. Yang pertama itu cufflink sama pocket handkerchief dari orang kantor. Dan yang kedua itu juga cufflik, handkerchief, dan ada tambahan dasi. Thank you guys!