Diary

This Morning’s Utterances

I’m going to start this post with one out of two questions that I had been contemplating right after I woke up at four o’clock. Why do I seem to not be able to sleep more than six consecutive hours? I always know that I have not been able to sleep past five AM no matter if I evens slept three hours before that. I just woke up from sleep that I started at ten PM. And I sat on the edge of my bed, watching the hands of clock sweeping the circle, realizing that I haven’t been able to sleep more than six hours.

Usually after the sleep period I always have trouble to continue sleeping. Out of boredom, I picked out my phone and opened that infamous Secret app. I admit although I’m not very good with people, it’s a sport to me to observe people’s behavior. And when can you see more honest behavior than when you give them a place of anonymity? It’s always surprising to see a lot of confession from inside my circle.

One thing I had noticed lately and it has always been a big question for me that becomes the second question in this post. I can never understand why the majority portion of male population seem to treat in condescension females who had relationships with a lot of male partners, especially those that involve sex, while for themselves it is something to be proud of? The most likely answer that makes sense is that most of males position themselves in this metaphor that each one of them is a leader of a pride of lions or a pack of wolves where they are the alpha. I guess no matter how modern we are, we just can not release ourselves from those primordial ways of thinking.

I’m going to post the question on Facebook and see how people answer.

Standard
Diary

Pantun Dibuang Sayang. Edisi Bosen di Atas Perahu Sungai Siak

Berhubung saat itu saya sedang bosan di atas perahu perjalanan Pekanbaru-Siak-Pekanbaru, maka tertorehlah dua bait pantun seolah-seolah jiwa Melayu sedang bangkit lagi setelah lama tidak berpantun.

dari pekanbaru pergi ke siak
naik perahu dua jam lamanya
berdesir kalbu hati beriak
teringat kamu sekian rindunya

sungai siak jauh hulunya
lama waktu pergi tempuhnya
hati sesak jatuh cintanya
saat itu jumpa dirinya

sekian.

Standard
Blogroll

How Long Does It Take To Mourn?

It has been more than a half year since my father passed away. And it has never gotten any easier with each passing day.

How long does it take to mourn? How long does it take to move away from these feelings that have been filling my mind lately? I keep wondering whether I have spent enough time with my dad. Would he have been proud of me today? Can I really move forward with my life without hearing any more of his guide or advice?

Or is it the loneliness that haunts me? I’m a very private person. I never liked any attachment. I never had any girlfriend. Yes of course I have felt so lonely. But I never felt this lonely until he died.

There is this question from my father that I keep on remembering. In the last two years of his life, my father often called me in the evening just to say he missed me so much and asked me if I could come home on the weekend. I usually smiled from the other side of phone and said I would. And he usually asked that question.

“Don’t you feel lonely living alone there in Bandung?”

It never crossed my mind to think more seriously about that. But now with the only person who knows the whole story of mine no longer there, I just cannot help but feeling so lonely in this world.

How should I deal with this? I think I grow weaker by the day. :(

Standard
20140401-191510.jpg
Diary

That Building

20140401-190841.jpg

One among few reasons why I am so reluctant moving out from my current place of eight years is this building in this picture taken from outside my room. There was this lady with whom I often walked back from campus together. One afternoon we walked passed this then nearly-finished apartment. I started out the conversation, “This will be a very nice apartment to live in, don’t you agree?” to which she smiled and replied, “When you buy the apartment one day, I will visit you.”

Since that day every morning when I woke up and saw this building and then walked by it to campus, I always thought thousand ways how I could afford it by myself. The feeling even got stronger after I mistakenly broke that friendship.

Years after, for quite some time now I have already been able to afford it. It is thankfully because of the sight of this building in the morning that always keeps my motivation running all this time. Despite of that, I have learnt a lot about real-estate and, and realistically speaking, affording this apartment is not a really good investment.

But a small part of me still remembers that promise and wonders whether it will ever come true. It is now my morning routine, stopping by it, seeking just a tiny faint sense of purpose.

Standard
Diary

November Birthday Wishlist [updated]

Buat gw mendapatkan hadiah ulang tahun dari orang lain adalah hal yang hampir tidak pernah terjadi seumur hidup gw. Well, mungkin sampai tahun lalu di mana gw mendapatkan hadiah T-Shirt dan tumbler dari beberapa temen gw yang cantik dan ganteng (Thank you banget loh, temen-temen!). Tapi yang sering terjadi adalah gw ngebeliin hadiah ulang tahun buat diri gw sendiri. -yeah, sounds a bit pathetic, though-

Berhubung bulan depan adalah ulang tahun gw yang ke seperempat abad plus satu tahun, gw lagi mendaftarkan apa aja yang gw mau beliin buat diri gw sendiri. Sebenernya tahun ini gw lebih kepikiran buat ngebeliin aksesori buat jas baru gw. Yup, jas, bukan tipe kaos-kaos geek yang gw biasa punya.

Perdana pakai jas baru di kondangan sepupu.

Yup, gw punya jas baru buat mempensiunkan jas lama gw yang umurnya udah tua banget. Dua tahun belakangan ini gw lebih suka buat pakai jas daripada batik buat ke kondangan temen. Jadi kayaknya lebih enak beli jas baru satu daripada beberapa batik biar gak kebanyakan baju yang disimpen di lemari. I mean, untungnya buat cowo pake jas yang sama aja dari waktu ke waktu sebenernya gak terlalu keliatan. Lebih keliatan kalo pake batik yang sama dari waktu ke waktu.

Iseng pakai jas tua gw bareng kaos sama jeans (sebenernya ini gw kebetulan abis pulang dari acara yg rada semi-resmi).

Jas yang lama itu sekarang udah jarang gw pake buat ke acara-acara resmi. Biasanya gw pakai ke acara yang semi resmi yang mana selalu gw pakai bareng kaos berkerah dan celana jeans. Untungnya terlalu nabrak juga biarpun kancingnya ada tiga. Sayang juga sih kalau jasnya udah gak pernah dipakai lagi gara-gara ada yang baru.

Lebih suka tiepin yang agak polos dan gak banyak ornamen kayak gini.

Barang pertama yang gw pengenin adalah tiepin (iseng nemu gambarnya di Zalora, kebetulan juga banyak yang modelnya gw suka). Sejak pertama kali gw punya jas, gw udah punya tiepin, sebenernya. Sebelum itu gak pernah ngerti kenapa orang pake tiepin. Terus pas jadi beberapa kali pakai jas, ngerasa rada annoying aja dasinya ke mana-mana. Akhirnya setelah nyadar gunanya tiepin adalah biar ngikat dasi, gw beli juga. Itu pas kebetulan lagi lewat di tempat yang jual. Sampai sekarang tiepin gw juga cuman yang gw beli lebih dari 10 tahun lalu itu. Masih bagus sih, tapi lama-lama bosen juga sebenernya.

Cufflink yang modelnya gak terlalu mencolok.

Dan barang selanjutnya adalah cufflink. Gw awalnya gak ngerti ini apa dan gunanya apa. Tapi gara-gara sering nonton Suits, gw sering notice kalau mereka kancing di ujung lengan kemejanya rada gak biasa. Rada beda dengan kancing yang di bagian dada kemejanya. Setelah lihat sana sini, baru tahu kalau itu ternyata emang ada jenis aksesorinya. Dan karena gw gak tahu dan gak pernah pakai juga, jadi kepengen beli aja biar tahu apakah beneran tambah bagus kalau pakai itu. Atau sebenernya ada gunanya selain dari cuman aksesori doang.

Setelah dipikir-pikir panjang dan seksama, kayaknya cuman dua itu aja yang lagi gw pengen meski gak segitu butuhnya juga sih. Gw orangnya terlalu simpel gak sih. Dan sebenernya biarpun gw lumayan suka pakai jas, tapi gw jarang banget pakai jas sehari-hari, jadinya gak ngerasa butuh-butuh banget. Mungkin kudu punya pekerjaan kayak pengacara kali ya biar bisa pakai jas tiap hari. Haha.

 

**UPDATE**

 

Birthday present this year!

Birthday present this year!

Dan tahun ini gw dapet dua hadiah yang sama. Yang pertama itu cufflink sama pocket handkerchief dari orang kantor. Dan yang kedua itu juga cufflik, handkerchief, dan ada tambahan dasi. Thank you guys!

Standard
photobooth2
Diary

Nontonin Sembilan Dedek-Dedek Lucu Nyanyi-Nyanyi di Jakarta

Seharusnya gw ngeposting ini minggu lalu. Tapi berhubung masih #GagalMoveOn selama satu minggu ini jadinya baru nulisnya sekarang.

Girls' Generation 2013 World Tour Girls and PeaceJadi tahun 2013 ini untuk yang ketiga kalinya, gw bisa nonton konser SNSD! Yang pertama itu di Girls’ Generation World Tour 2011 di Singapore dan yang kedua itu tahun lalu di SMTown Jakarta. Awal tahun ini memang ada gosip kalau SNSD bakal manggung secara solo (biarpun isinya 9 orang) di Indonesia. Dan ternyata gosipnya benar.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sabtu lalu gw berangkat dari Bandung jam 4 pagi bersama temen-temen SONE Bandung ke venue konser di Mata Elang International Stadium di Ancol. Sebenernya gw gak perlu berangkat sepagi itu karena gw dapetnya tiket VIP yang kursinya udah ditentukan. Berhubung dua kali konser sebelumnya udah ngerasain hiruk pikuk nonton dari bagian festival/mosh-pit, gw memutuskan tahun ini mau nonton dari bagian VIP.

Venue konsernya lumayan keren karena itu sebenernya adalah mall Ancol. Jadi ngantrinya lumayan nyaman karena banyak tempat jajanan yang enak. Ngantri VIP juga jadi nyaman karena ada ACnya. Meskipun untuk yang tiket Festival harus ngantri di luar, tapi ngantrinya di atas pasir dan ada pemandangan pantainya.

Anyway, ternyata pas udah masuk venuenya lebih kecil daripada yang di Singapore dulu. Dan agak kasian juga dengan rekan-rekan yang dapat di bagian paling belakang festival karena gak ada panggung yang mengelilingi bagian festival. Selain gara-gara udah ngerasain festival sebelumnya, alasan gw gak nonton di bagian festival adalah gara-gara pengalaman buruk pas nonton di SM Town. Bener-bener buruk deh, males ceritanya jadinya. :P

Gorgeous ladies!

Gw gak nyesel juga ngambil yang VIP, apalagi seat gw dapetnya bener-bener di bagian paling strategis, bagian paling depan dan tengah di bagian VIP. Yang ini viewnya bener-bener enak karena gw bisa ngeliat semua aksi dari cewe-cewe cantik ini terutama SooYoung. I’m so lucky! :”) Kalau di bagian Festival khan viewnya agak terbatas. Meski emang jadinya bisa ngeliat dari deket banget dan bisa jingkrak-jingkrakan. (Well, next time kayaknya gw bakal yang festival lagi deh).

Masih terngiang senyum indahmu di Singapore dua tahun lalu :3

Di konser kali ini para cah ayu ini ngebawain lagu-lagu dari album mereka The Boys dan I Got A Boy, dan juga beberapa lagu-lagu hit lama. Di banding world tour sebelumnya, kali ini gak ada solo performance dari tiap member SNSD. Tapi waktu performnya jadi lebih cepet juga. Mulainya jam 16.30 dan jam 19 udah kelar. Tapi meskipun begitu, performancenya bener-bener keren banget didukung dengan teknologi visualisasi yang super modern terutama bagian hologramnya. Gw bener-bener ngerasa banget feelnya kali ini buat ikut jingkrak-jingkrak sama teriak-teriak fanchant dari bangku.

Menurut gw, beberapa hal yang disayangkan dari konser kali ini. Pertama adalah sound systemnya yang bener-bener jelek. Sering banget suaranya adik-adik SNSD ini gak kedengeran. Dan gw sendiri notice kalo dedek TaeYeon mukanya sering bete banget kalo sound systemnya lagi aneh. Apalagi gara-gara ini suara dede-dedek yang lain jadi sering kedengeran miss gitu. Kasian ngeliatnya.

Pink ocean from my perspective.

Yang kedua, ini fan eventnya banyak yang gagal, nih, hahaha. Rencananya ada beberapa event yakni nyanyi ulang tahun buat HyoYeon, ngangkat jari kelingking yang diwarnain, terus ngangkat kertas yang pesannya “we will always by your side”. Yang event pertama sama kedua gagal banget. Hal lain yang disayangkan adalah penontonnya kebanyakan ngangkat gadget. Ada juga yang niat banget bawa-bawa kamera tele terus ngerekam satu lagu gitu.  Melihat banyak kamera serius kayak gitu bisa lolos ke dalam venue, personel security di sini gak sestrict yang Singapore kayaknya. Kalo ngambil foto satu dua kali sih gw masih oke-oke aja. Tapi mbok ya jangan niat banget gitu loh.

But anyway, meskipun banyak bagian yang miss di konsernya tapi para cah ayu ini bener-bener semangat dari awal sampai akhir buat menghibur gw dan para fans.

Hoping for the third.

Terima kasih banyak buat para promotor yang udah berhasil membawa SNSD ke Indonesia. Gw bener-bener salut sama kalian semua! Thanks juga sebesar-besarnya buat temen gw Yvan yang hokinya gede bisa ngedapetin gw tiket di tempat yang super strategis. Semoga gak kemakan hoki buat kuliah lo. :P

Gw berharap semoga masih dikasih umur dan kesempatan buat nonton konser yang selanjutnya.

PS: Kemarin gw diwawancara oleh situs super gak jelas tentang pengalaman nonton konser ini. Situsnya gak penting, tapi patut dibaca juga sih. Silakan menikmati.

Standard
Diary

One Short Hazy Dream

It was one short hazy dream, in which I only remember nothing but a tiny clear fragment. I was standing right in front of myself. He looked into my in the eyes and said, “Why all these years do you have to struggle to be a better man for the sake of a simple dream about a certain lady? Yet you have no courage to call her, to talk to her, and to show her how you feel.”

It was supposed to be one short hazy dream, in which those words left me standing there almost forever in silence just to wake up.

Standard